LA Bolds Main

Vakum PUBGM, Soul MortaL Akui Esports Perlu Dedikasi

Rendy Lim
05/08/2019 11:04 WIB
Vakum PUBGM, Soul MortaL Akui Esports Perlu Dedikasi
Naman “MortaL” Mathur; Soul Esports

Sukses di industri esports memang tidak terbatas khusus professional player saja, karena beragam profesi bisa ditekuni oleh mereka yang tertarik pada industri ini. Salah satunya adalah sebagai live streamer.

Menjadi live streamer dan membagikan konten mengenai gim esports, baik itu via YouTube ataupun aplikasi streaming menjadi salah satu profesi paling favorit bagi mereka yang ingin terjun ke industri esports. Selain waktu yang cukup fleksibel, hasil yang didapatkan dari profesi ini juga bisa menyaingi para atlet esports, jadi tidak heran jika beberapa dari mereka juga tergiur untuk melakukan live streaming.

Salah satunya adalah Naman “MortaL” Mathur, pemain dari Soul Esports ini mengumumkan bahwa dirinya akan vakum dari professional scene untuk fokus ke kegiatan streaming. PUBG Mobile Star Challenge 2019 yang saat ini sedang diikutinya akan menjadi turnamen terakhir bagi dirinya.

Melalui live streaming di YouTube yang memiliki 2.6 juta subscribers, MortaL mengumumkan berita tersebut dan mengatakan bahwa dirinya cukup kesal ketika harus meninggalkan YouTube selama beberapa bulan. Dia menyebutkan bahwa tidak ada yang membuatnya lebih senang dari pada melakukan live streaming setiap hari dan bertemu fansnya, sedangkan competitive scene jadi penghalang baginya untuk menjalankan live streaming.

Saat ini, MortaL akan lebih fokus untuk membangun scene esports di India dan mempersiapkan talenta muda agar bisa bertanding di turnamen PUBG selanjutnya. Keputusan yang dibuatnya ini sepenuhnya mendapat dukungan dari timnya, Soul Esports. Anggota yang tersisa, Yash “Viper” Soni, Harpeet “Ronak” Singh, dan Mohammed Owai akan tetap bermain dalam tim ini dengan anggota baru nantinya.

MortaL juga menekankan bahwa keputusan ini tidak diakibatkan oleh hasil yang kurang memuaskan pada PMCO Spring Split Global Championship, di mana timnya hanya bisa mendapatkan posisi 12. Padahal Soul Esports merupakan salah satu tim favorit dalam turnamen tersebut. Dia mengatakan bahwa esports perlu dedikasi yang penuh serta jam latihan tinggi, sehingga sulit untuk menyeimbangkan antara streaming, buat konten, namun sekaligus menjadi seorang atlet esprots.

Keputusan MortaL sepertinya memang sering kita temui belakangan ini. Atlet esports di Indonesia yang merangkap melakukan live streaming sambil tetap berkompetisi dalam turnamen memang ada, namun tidak sedikit dari mereka akhirnya juga memutuskan fokus penuh ke konten hiburan, contohnya Jess No Limit.

Pernyataan bahwa esports butuh dedikasi memang benar adanya, karena mereka yang fokus untuk berlatih tentu akan menghasilkan prestasi dan permainan yang lebih maksimal ketimbang harus menyesuaikan jadwal live streaming dengan latihan pada waktu bersamaan.

Bagaimana pendapatmu Sobat Esports, apakah kamu setuju atlet esports harus tetap fokus berlatih untuk kompetisi, atau masih bisa diselingi dengan live streaming?