Turnamen esports internasional perdana CrossFire: Legends Championship (CFLC) resmi berakhir pada 8 Februari 2026 di Manila, Filipina. Ajang ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan skena kompetitif mobile first-person shooter (FPS) di Asia Tenggara.
Tim asal Vietnam, Evolution Team (EVO), berhasil keluar sebagai juara setelah menampilkan performa konsisten sepanjang turnamen. Sementara itu, tim tuan rumah Filipina, KDM, harus puas di posisi runner-up.
CFLC 2026 memperebutkan total hadiah sebesar USD 70.000 atau setara Rp1,1 miliar, dan diikuti oleh tim-tim terbaik dari lima negara Asia Tenggara.

Indonesia Turut Ramaikan CFLC 2026
Kompetisi ini juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang tampil sejak tahap awal. Kehadiran tim Indonesia mencerminkan pertumbuhan pesat ekosistem esports mobile di Tanah Air, sekaligus menunjukkan kesiapan talenta lokal untuk bersaing di level regional.
Turnamen ini turut menghadirkan organisasi esports ternama Asia Tenggara seperti EVOS, ONIC, dan Full Sense, yang semakin memperkuat atmosfer kompetitif CFLC.

Ditonton Ratusan Ribu Penggemar
Babak semifinal dan Grand Final yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026 menarik ribuan penonton secara langsung di venue Manila. Tak hanya itu, siaran live melalui TikTok, Facebook, dan YouTube mencatat lebih dari 500.000 penayangan secara akumulatif.
Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat penggemar esports terhadap skena kompetitif CrossFire: Legends, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Indonesia.
Tencent Tegaskan Komitmen Esports Mobile FPS
Kesuksesan CFLC menjadi langkah penting dalam perjalanan global CrossFire: Legends. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa turnamen ini baru menjadi awal dari pengembangan ekosistem esports jangka panjang.
“Kami tetap berkomitmen membangun sistem esports FPS mobile yang profesional dan komprehensif. CFLC merupakan awal dari investasi berkelanjutan kami dalam menghadirkan kompetisi internasional berkualitas bagi para pemain di seluruh dunia,” ujar perwakilan Tencent K1 Team.
Asia Tenggara Jadi Pasar Esports Mobile Strategis
Berakhirnya CFLC 2026 semakin menegaskan posisi Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat untuk esports mobile. Indonesia menjadi salah satu pasar utama dengan basis pemain besar, komunitas aktif, serta potensi regenerasi atlet esports yang terus berkembang.
CFLC bukan hanya sekadar turnamen, tetapi juga simbol bahwa kompetisi mobile FPS kini memiliki panggung internasional yang serius dan berkelanjutan.