Karmine Corp, salah satu organisasi esports paling berpengaruh di Eropa yang berbasis di Paris, kini resmi memasuki fase kepemilikan dan manajemen baru. Perubahan besar ini terjadi setelah Amine “Prime” Mekri mengumumkan penjualan seluruh sahamnya di klub tersebut, menandai berakhirnya keterlibatan sang co-founder setelah lima tahun perjalanan. Sejak dibangun pada tahun 2020 bersama Kamel “Kameto” Kebir, Prime telah menjadi sosok sentral dalam mengubah organisasi ini dari komunitas lokal menjadi kekuatan besar di kancah internasional.
Melalui unggahan di platform X pada awal pekan Februari 2026 ini, Prime menyatakan bahwa ia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk “membalik halaman” dan mengejar peluang baru di luar organisasi. Meskipun tidak lagi menjadi bagian dari manajemen, ia menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang telah diraih bersama komunitas penggemar yang dikenal sangat loyal. Keputusan ini secara otomatis mengakhiri era kepemimpinan ganda yang selama ini identik dengan identitas visual dan narasi sukses Karmine Corp di berbagai kompetisi.
Dinamika Perubahan Struktur Kepemilikan Saham
Pada awal pendiriannya di akhir tahun 2020, Prime memegang porsi saham yang cukup signifikan, yakni sekitar 45%, sementara mayoritas kendali tetap berada di tangan Kameto. Namun, struktur ini mengalami perubahan besar seiring dengan pertumbuhan organisasi, terutama saat putaran pendanaan masif pada Oktober 2023 yang ditujukan untuk membeli slot di League of Legends EMEA Championship (LEC). Putaran pendanaan tersebut menyebabkan dilusi saham para pendiri, meskipun Kameto tetap berhasil mempertahankan posisi sebagai pemegang kendali utama organisasi.
Seluruh sisa saham milik Prime kini dikabarkan telah dibeli oleh salah satu investor yang masuk melalui putaran pendanaan sebelumnya. Transaksi ini diperkirakan mencakup sekitar 25% dari total modal saham Karmine Corp. Menariknya, perpindahan kepemilikan ini memicu spekulasi mengenai masuknya entitas besar lain ke dalam struktur organisasi. Kabar mengenai potensi keterlibatan pihak seperti Astralis mulai muncul ke permukaan, yang jika terbukti benar, akan membawa perubahan strategi besar bagi masa depan tim di liga kasta tertinggi Eropa.
Kontroversi di Balik Layar dan Mundurnya Prime
Keputusan Prime untuk melepaskan seluruh asetnya di Karmine Corp tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan didahului oleh ketegangan dengan komunitas penggemar selama beberapa bulan terakhir. Sejak akhir 2024, beberapa laporan media investigatif mengaitkan Prime dengan sejumlah isu internal, termasuk perselisihan terkait manajemen keuangan dan kontrak komersial. Situasi ini sempat memicu sentimen negatif dari sebagian fans di media sosial, yang membuat posisi Prime di dalam organisasi menjadi cukup sulit secara opini publik.
Meskipun Prime telah membantah berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya, ia memilih untuk menarik diri dari peran operasional terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas organisasi agar tetap fokus pada prestasi kompetitif tanpa terganggu oleh polemik personal. Mundurnya salah satu pendiri ini diharapkan dapat meredam kegaduhan di kalangan komunitas dan memberikan jalan bagi manajemen baru untuk memulihkan citra klub di mata publik dan sponsor.
Fokus Stabilitas dan Ambisi Kompetitif 2026

Dengan keluarnya Prime, fokus utama Karmine Corp kini beralih sepenuhnya pada stabilitas jangka panjang dan persiapan tim untuk mengarungi musim kompetisi 2026. Divisi League of Legends mereka yang bersaing di LEC tetap menjadi prioritas utama, di mana tim ini diharapkan mampu memberikan performa maksimal setelah perombakan manajemen ini. Stabilitas kepemilikan baru diharapkan dapat memberikan suntikan modal dan visi strategis yang lebih segar bagi pengembangan infrastruktur tim ke depannya.
Karmine Corp tetap berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para talenta terbaik dan terus memperluas dominasi mereka di berbagai cabang esports lainnya. Meskipun kehilangan salah satu figur pendirinya, pondasi yang telah dibangun oleh Kameto dan tim pendiri lainnya dianggap cukup kuat untuk membawa organisasi ini tetap relevan di puncak skena esports global. Babak baru ini akan menjadi ujian sejauh mana Karmine Corp dapat terus berkembang sebagai merek gaya hidup dan organisasi kompetitif tanpa kehadiran sosok Prime di barisan kepemimpinan mereka.