Kontroversi Besar di Esports SEA Games: Penangkapan Tokyogurl dan Cheerio atas Dugaan Kecurangan
Arena of Valor

Kontroversi Besar di Esports SEA Games: Penangkapan Tokyogurl dan Cheerio atas Dugaan Kecurangan

Aldonov Danoza - Sabtu, 14 Februari 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dunia esports Asia Tenggara diguncang oleh skandal besar pada ajang SEA Games 2025 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Dua pemain profesional Arena of Valor (RoV) asal Thailand, Wasarin “Tokyogurl” Naraphat dan Chaiyo “Cheerio” (Kong), resmi ditangkap oleh pihak berwajib setelah terbukti melakukan kecurangan dalam pertandingan resmi tim nasional wanita Thailand. Insiden memalukan ini mencoreng integritas olahraga elektronik di tingkat regional, terutama karena terjadi dalam pesta olahraga multi-cabang terbesar di Asia Tenggara.

Awal mula terungkapnya kasus ini terjadi pada pertandingan antara Thailand melawan Vietnam pada 15 Desember 2025 yang berakhir dengan skor 0–3. Wasit dan penyelenggara menemukan aktivitas mencurigakan berupa dua kali login pada akun yang sama secara bersamaan, yang memicu investigasi mendalam terhadap integritas akun kompetisi. Penyelidikan mengungkap adanya penggunaan perangkat lunak pihak ketiga dan akses tidak sah yang dilakukan untuk memanipulasi jalannya pertandingan dari jarak jauh.

Modus Operandi dan Penangkapan oleh Pihak Berwajib

Berdasarkan hasil investigasi, terungkap bahwa Tokyogurl tidak benar-benar memainkan pertandingan tersebut di atas panggung. Ia diduga kuat membagikan kredensial akun kompetisinya kepada Cheerio, yang kemudian mengendalikan permainan atas namanya dari lokasi berbeda melalui bantuan perangkat lunak komunikasi Discord. Praktik perjokian ini tidak hanya melanggar aturan kompetisi esports yang sangat ketat, tetapi juga mencederai prinsip sportivitas yang dijunjung tinggi dalam ajang SEA Games.

Pada 13 Februari 2026, Kepolisian Divisi Crime Suppression Division (CSD) Thailand melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap keduanya di wilayah Nonthaburi dan Nakhon Pathom. Polisi menyita sejumlah telepon seluler serta perangkat elektronik lainnya yang digunakan untuk akses ilegal, termasuk rekaman percakapan sebagai bukti kunci. Dalam pemeriksaan awal, baik Tokyogurl maupun Cheerio telah mengakui seluruh tindakan kecurangan yang dituduhkan kepada mereka.

Sanksi Berat dan Dampak bagi Karier Profesional

Dampak dari tindakan ilegal ini sangat fatal bagi karier kedua pemain tersebut di industri esports. Sejak Desember 2025, Garena selaku penerbit Arena of Valor telah menjatuhkan sanksi larangan bertanding seumur hidup (lifetime ban) kepada Tokyogurl dari seluruh kompetisi resmi. Organisasi Talon Esports juga langsung mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak kerja sama mereka dengan Tokyogurl segera setelah bukti-bukti kecurangan tersebut dikonfirmasi oleh pihak penyelenggara.

Skandal ini juga memaksa tim nasional wanita Thailand untuk secara sukarela menarik diri dari kompetisi guna menjaga martabat bangsa. Kejadian ini memberikan pukulan telak bagi kredibilitas scene kompetitif Thailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di dunia RoV. Asosiasi esports setempat menyatakan kekecewaan mendalam dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Ancaman Hukuman Penjara dan Pelanggaran Hukum Siber

Pihak berwajib Thailand menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar pelanggaran aturan turnamen biasa, melainkan sudah masuk ke ranah hukum siber sesuai dengan Computer Crime Act. Pelanggaran akses ilegal ke sistem komputer ini dapat berujung pada hukuman penjara hingga dua tahun serta denda yang signifikan bagi kedua pelaku. Proses hukum ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak main-main dalam menindak tindakan kriminal yang dilakukan di dalam ekosistem digital dan olahraga.

Kasus ini dijadwalkan akan segera memasuki persidangan di Pengadilan Distrik Pathumwan pada 17 Maret 2026 mendatang untuk menentukan keputusan hukum akhir bagi kedua terdakwa. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh atlet esports profesional bahwa integritas dan kejujuran adalah fondasi utama dalam berkarier. Tanpa sportifitas, segala prestasi yang diraih tidak akan memiliki nilai dan justru dapat menghancurkan masa depan serta reputasi bangsa di kancah internasional.

Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Berita Terkait