Bigetron by Vitality (BTR) berhasil mengamankan tiket ke M8 World Championship setelah mengalahkan Team Liquid ID (TLID) dengan skor 4-3 di Final Lower Bracket MPL Indonesia Season 18. Kemenangan pada Sabtu, 7 November 2026, ini menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya BTR akan tampil di panggung M Series, kejuaraan dunia Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).
Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa mengingat perjalanan BTR di musim ini tidak selalu berjalan mulus. Mereka sempat mengalami lima kekalahan beruntun pada Week 4 hingga Week 6 Regular Season. Namun, BTR berhasil bangkit dan membuktikan kekuatan mentalitas mereka di babak Playoff.
Baca juga:
Moreno Percaya Diri Bawa Bigetron by Vitality Back to Back Juara MPL ID
NAVI dan Bigetron by Vitality Jadi Dua Wakil Indonesia Menuju M8 World Championship
MPL ID S18: Bigetron by Vitality Jaga Asa Pertahankan Takhta, Alter Ego Kembali Merana
Kemenangan atas TLID juga menjadi momen pembalasan bagi BTR. Sebelumnya, mereka selalu kalah dalam tiga pertemuan melawan tim tersebut sepanjang MPL ID Season 18. Dalam pertandingan yang berlangsung hingga gim ketujuh, Shogun tampil sebagai pembeda dan berhasil meraih gelar MVP pertandingan.

Bigetron Mentality: Bangkit dari Lima Kekalahan Beruntun hingga Lolos ke M8
Perjalanan BTR di MPL ID Season 18 sempat berada dalam situasi sulit. Lima kekalahan beruntun yang mereka alami pada Week 4 hingga Week 6 Regular Season menjadi salah satu periode terberat bagi tim.
Bagi Shogun, fase tersebut merupakan momen yang cukup membekas sepanjang musim. Meski demikian, BTR tidak membiarkan hasil buruk itu menghentikan langkah mereka. Tim perlahan bangkit dan kembali menunjukkan kemampuan bersaing ketika memasuki babak Playoff.
Semangat untuk terus berjuang tersebut juga tercermin dari pernyataan Moreno setelah BTR memastikan kemenangan atas TLID.
“Ini adalah tim yang dua kali beruntun menjadi finalis grand final, kawan-kawan. Inilah mentalitas Bigetron,” ujar Moreno.
Pernyataan tersebut menggambarkan kepercayaan diri BTR yang tetap terjaga meski sempat melewati periode sulit. Kini, mentalitas tersebut membawa mereka mencatatkan sejarah baru dengan lolos ke M8 untuk pertama kalinya.
Draft Pick dan Mentalitas Jadi Kunci Kemenangan BTR atas TLID
Kemenangan BTR atas TLID tidak datang dengan mudah. Kedua tim kembali bertemu dalam Derby Kicau keempat mereka musim ini. Sebelum Final Lower Bracket, BTR selalu menelan kekalahan dalam tiga pertemuan sebelumnya.

Rivalitas kedua tim bahkan sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Moreno sempat menantang Kevin untuk kembali bertanding sekaligus menyinggung pernyataan Kevin yang ingin memulangkan BTR dari kompetisi.
“Ayo, kita rematch lagi dan buktikan. Katanya kamu mau memulangkan kami, kan?” tantang Moreno.
Tantangan tersebut akhirnya terjawab melalui pertandingan sengit yang berlangsung hingga tujuh gim. Setelah pertandingan, Emann mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang membantu BTR meraih kemenangan adalah keunggulan komposisi hero dalam fase draft.
“Permainan mereka sebenarnya masih sama seperti sebelumnya, tetapi mungkin kali ini draft pick kami lebih unggul,” jelas Emann.
Selain draft, Finn turut menyoroti faktor mentalitas sebagai salah satu keunggulan BTR. Menurutnya, para pemain memiliki kepercayaan diri ketika menghadapi TLID dan berusaha memanfaatkan hal tersebut selama pertandingan.
“Dari segi mental kami lebih unggul, karena kami merasa TLID masih berstatus rookie. Jadi, kami mencoba memanfaatkan hal tersebut,” ungkap Finn.
Keunggulan strategi dan keyakinan para pemain akhirnya membantu BTR mengakhiri dominasi TLID dalam tiga pertemuan sebelumnya sekaligus mengamankan tiket menuju M8.
Game Keenam Jadi Momen Terberat bagi BTR
Meski berhasil menang dengan skor 4-3, pertandingan melawan TLID menguras tenaga dan konsentrasi para pemain BTR. Shogun bahkan menegaskan bahwa tidak ada satu pun gim yang terasa mudah sepanjang seri tersebut.
“Tidak ada gim yang mudah. Semuanya sulit, terutama pertandingan keenam,” kata Shogun.
Gim keenam menjadi salah satu momen paling berat bagi BTR. Menggunakan Benedetta, Shogun telah mencoba berbagai cara untuk mencari celah dari pertahanan TLID, termasuk melakukan strategi cutting two lanes.
Namun, TLID mampu mengantisipasi upaya tersebut. Komposisi hero mereka yang kuat dalam pertarungan tim membuat BTR kesulitan menghadapi skenario teamfight lima lawan lima.
Shogun mengakui bahwa situasi pada gim tersebut sempat terasa sangat sulit. Berbagai strategi sudah dicoba, tetapi BTR belum berhasil menemukan jalan untuk mengamankan kemenangan.
“Gim keenam benar-benar menjadi yang paling sulit. Situasinya sudah terasa sangat gelap. Kami sudah mencoba segala cara untuk menang, tetapi tetap tidak berhasil,” ungkapnya.

Dukungan Tim Menjadi Modal BTR Melewati Pertandingan Panjang
Seri yang berlangsung hingga tujuh gim tentu memberikan tekanan besar bagi para pemain. Shogun mengakui bahwa BTR melakukan sejumlah kesalahan selama pertandingan, terlebih karena mereka harus terus bermain dalam seri yang panjang dan melelahkan.
Namun, dukungan dari rekan setim dan orang-orang di belakang panggung membantu mereka menjaga semangat hingga pertandingan berakhir.
“Kami juga melakukan cukup banyak kesalahan karena harus bermain sampai gim penuh. Namun, ketika melihat antusiasme kami berlima dan semua orang yang mendukung dari belakang panggung, menurut saya semuanya tetap aman,” ujar Shogun.
Semangat tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu BTR bertahan dalam pertandingan hingga akhirnya mengalahkan TLID. Hasilnya bukan hanya kemenangan dalam Final Lower Bracket, tetapi juga tiket menuju panggung dunia.
Sejarah Baru Bigetron by Vitality di M8 World Championship
Keberhasilan menumbangkan TLID memastikan Bigetron by Vitality tampil di M8 World Championship untuk pertama kalinya. Pencapaian ini menjadi babak baru bagi perjalanan BTR di ekosistem kompetitif MLBB.
Dari lima kekalahan beruntun pada Regular Season hingga kemenangan dramatis dalam tujuh gim di Final Lower Bracket, BTR memperlihatkan bahwa perjalanan menuju kejuaraan dunia tidak selalu berjalan mulus. Namun, mereka mampu menjaga kepercayaan diri dan menemukan kembali performa terbaik ketika menghadapi pertandingan penting.
Kini, tantangan yang lebih besar telah menanti BTR di M8. Setelah mencatatkan sejarah dengan mengamankan tiket M Series pertama mereka, menarik untuk melihat sejauh mana Bigetron Mentality dapat membawa tim ini bersaing melawan tim-tim terbaik dunia.