Kehadiran Faviannn sebagai jungler baru RRQ Hoshi di pertengahan MPL ID Season 18 sempat memercikkan harapan baru usai perjalanan musim yang terseok-seok. Namun, debut pemain baru tersebut justru berujung pahit setelah Sang Raja harus menyerah 1-2 dari Dewa United pada pekan keenam. Kekalahan ini menahan posisi RRQ Hoshi di peringkat kedelapan dengan rekor 2-7, hanya satu tingkat di atas dasar klasemen.
Hasil memprihatinkan tersebut memicu diskusi hangat di kalangan penggemar. Apakah Faviannn mampu menjadi kunci kebangkitan RRQ Hoshi, ataukah permasalahan tim ini sudah terlalu mengakar sehingga membutuhkan perombakan total?
Jadwal MPL ID S18: RRQ vs Dewa United, Debut Faviannn Jadi Sorotan
Satu Laga Bukan Ukuran: Tantangan Chemistry dan Fungsi Jungler
Menilai kualitas Faviannn hanya dari satu pertandingan jelas kurang adil. Faviannn baru resmi masuk roster pada 16 September dan langsung dilagakan dua hari setelahnya. Jungler bukan sekadar pengeksekusi buff atau Lord, melainkan pengatur tempo, penentu rotasi, dan pengambil keputusan saat invade maupun team fight.
Semua keputusan tersebut membutuhkan komunikasi dan kepercayaan. Karena itu, Faviannn sebenarnya membutuhkan waktu untuk benar-benar menyatu dengan empat pemain RRQ lainnya.
Proses perombakan dari Demonkite ke Faviannn membuktikan bahwa manajemen RRQ Hoshi terus berupaya mencari formula terbaik. Namun, masalah utama RRQ Hoshi musim ini tampaknya terletak pada kekompakan sebagai sebuah unit, mulai dari kedisiplinan early game hingga eksekusi objektif yang sering kali belum selaras.
Hours Watched RRQ di EWC 2026 Naik 44 Persen, Meski Tanpa RRQ Hoshi
Pelajaran dari Dewa United dan Realita Persaingan Klasemen
Kekalahan RRQ Hoshiterasa semakin menyakitkan karena Dewa United bertanding dalam kondisi fisik dan mental yang terkuras usai melakoni endurance match kontra EVOS pada hari yang sama. Kemenangan Dewa United mempertegas bahwa peta persaingan MPL ID Season 18 kini semakin merata dan tim mana pun mampu menghukum kesalahan lawan.
Melihat papan klasemen, mengejar tim papan atas seperti Team Liquid ID, Alter Ego, dan NAVI tentu menjadi tugas yang sangat berat bagi RRQ Hoshi. Oleh karena itu, target realistis Faviannn dalam waktu dekat bukanlah langsung membawa RRQ Hoshi meroket ke puncak, melainkan membentuk identitas permainan yang stabil dan terstruktur.
Hasil MPL ID Season 18: Kena Comeback, Dewa United Esports Tumbang dari RRQ Hoshi
Evaluasi Roster: Mesti Bongkar Total atau Pertahankan Core?
Melakukan perombakan roster secara besar-besaran untuk musim depan belum tentu menjadi jalan keluar terbaik. Mengganti pemain terus-menerus tanpa menyelesaikan akar masalah komunikasi justru berisiko merusak fondasi permainan yang sedang dibangun dari awal.
RRQ Hoshi dapat memanfaatkan sisa pertandingan Regular Season MPL ID Season 18 sebagai ajang pengujian. Jika Faviannn dan core tim mampu menunjukkan peningkatan koordinasi, mempertahankan struktur pemain utama bisa menjadi opsi terbaik. Sebaliknya, jika kendala mendasar tetap tidak teratasi, evaluasi terukur pada posisi tertentu baru layak dipertimbangkan untuk menghadapi musim kompetisi berikutnya.