Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Valorant

Global Esports Tinggalkan VALORANT Usai Juara VCT Pacific 2026, Ini Alasannya!

Ferdian Hidayat - Senin, 19 Oktober 2026 11:03:12

Global Esports resmi mengakhiri kiprahnya di skena esports, termasuk VALORANT, pada Senin (19/10/2026).

Keputusan yang diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Global Esports, Rushindra Sinha, ini menjadi sorotan karena datang sekitar enam minggu setelah mereka menjuarai VCT Pacific Stage 2 2026 pada 6 September lalu.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="en" >Goodbye Global Esports ???? #GEFought ???? https://t.co/23EpPacsMD</p>&mdash; Dr Rushindra Sinha (@irushi) <a href="https://x.com/irushi/status/2111996532014919834?ref_src=twsrc%5Etfw">October 19, 2026</a></blockquote> <script async src="https://platform.x.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

Melalui pengumuman tersebut, seluruh pemain dan staf Global Esports dilepas ke status free agent.

Organisasi asal India itu juga bersiap mengalihkan fokus bisnisnya melalui GE Studios, sebuah proyek baru yang berorientasi pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Keputusan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Global Esports sebagai salah satu tim yang mewakili kawasan Asia Pasifik di kompetisi VALORANT internasional.

Global Esports Tinggalkan VALORANT Setelah Raih Gelar VCT Pacific Pertama

Via: Global Esports

Keputusan Global Esports untuk meninggalkan kompetisi esports terasa mengejutkan, mengingat mereka baru saja mencatatkan pencapaian terbesar sepanjang kiprahnya di VALORANT.

Pada 6 September 2026, Global Esports berhasil menjuarai VCT Pacific Stage 2 setelah mengalahkan Nongshim RedForce dengan skor 3-2 di partai grand final yang berlangsung di Busan, Korea Selatan.

Kemenangan tersebut menjadi gelar VCT pertama dalam sejarah organisasi sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu tim terkuat di kawasan Pacific.

Hasil itu juga mengantarkan Global Esports ke VALORANT Champions Shanghai 2026 sebagai unggulan pertama dari Pacific.

Namun, perjalanan mereka di turnamen dunia tersebut berakhir di babak grup setelah kalah dari LOUD pada pertandingan penentuan, meskipun sempat meraih kemenangan atas EDward Gaming.

Sekitar enam minggu setelah kemenangan bersejarah tersebut, Global Esports justru mengumumkan keputusan untuk mengakhiri kiprahnya di dunia esports.

Rushindra Sinha menyebut 19 Oktober 2026 sebagai hari terakhir Global Esports beroperasi dengan roster kompetitif.

Ia juga menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan sesuatu yang diambil secara mendadak.

Ketika Riot Games meminta tim partner menyampaikan rencana masa depan mereka pada November 2025, Global Esports disebut telah mengindikasikan bahwa 2026 kemungkinan menjadi tahun terakhir mereka di dunia esports.

Seluruh pemain dan staf kini memiliki kebebasan untuk mencari organisasi baru. Adapun nasib slot partner Global Esports di VCT Pacific untuk musim 2027 masih menunggu kejelasan dari Riot Games.

Perubahan Format VCT 2027 Jadi Salah Satu Pertimbangan Global Esports

Via: Valorant Esports

Salah satu pertimbangan di balik keputusan Global Esports adalah perubahan sistem kompetisi VCT yang akan diterapkan mulai 2027.

Riot Games berencana mengurangi jumlah tim partner dari 10 menjadi delapan tim per wilayah.

Selain itu, format liga akan bergeser menuju sistem turnamen yang lebih terbuka, dengan jalur kualifikasi yang memungkinkan tim nonpartner bersaing memperebutkan tempat di kompetisi utama.

Dalam format baru tersebut, status partner hanya menjamin partisipasi tim di babak Kickoff.

Setelahnya, performa di turnamen akan menentukan kelanjutan perjalanan mereka menuju kompetisi berikutnya.

Rushindra menilai bahwa mempertahankan roster di bawah ketentuan baru akan membuat organisasi harus menjalankan keseluruhan operasional bisnisnya demi menopang satu tim kompetitif.

Ia juga menyoroti risiko kehilangan pemain yang dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan roster.

Di sisi lain, seluruh pemain dan staf Global Esports kini berstatus free agent. Mereka yang terdiri dari Xavier “xavi8k” Juan, Patrick “PatMen” Mendoza, Go “UdoTan” Kyung-won, Savva “Kr1stal” Fedorov, dan Kale “Autumn” Dunne berpeluang melanjutkan karier bersama organisasi lain.

Staf kepelatihan dan pendukung yang turut dilepas meliputi Daniel “Platoon” Zhou sebagai head coach, Derren “Aimix” dela Cruz sebagai assistant coach, Sam “Fields” Greenfield sebagai analis, serta Vatsal Uniyal sebagai manajer.

Sementara itu, Global Esports akan mengalihkan fokusnya ke GE Studios.

Proyek baru tersebut disebut akan memanfaatkan teknologi AI untuk mengembangkan bisnis organisasi setelah hampir satu dekade berkecimpung di industri esports.

Hingga pengumuman ini dibuat, belum ada informasi lebih lanjut mengenai tanggal peluncuran, produk, maupun struktur operasional GE Studios.

Riot Games juga belum mengumumkan daftar lengkap tim partner VCT Pacific untuk musim 2027.

Kepergian Global Esports menjadi penutup yang tidak terduga bagi organisasi yang baru saja meraih gelar VCT pertamanya.

Setelah bertahun-tahun berusaha menembus persaingan tertinggi VALORANT, mereka justru memilih mengakhiri perjalanan kompetitifnya ketika berada di puncak pencapaian.

Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/g74Tme9MAWo?si=HpRDwzkeV0vlP_Cs" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

Baca Artikel Asli