Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

Industri Game Indonesia Diproyeksikan Sumbang Rp59 Triliun pada 2030

Ferdian Hidayat - Jumat, 23 Oktober 2026 14:30:00

Industri game Indonesia diproyeksikan dapat menyumbang hingga 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp59 triliun terhadap perekonomian pada 2030.

Dalam skenario pertumbuhan yang dipercepat, industri ini juga berpotensi mendukung 476.600 lapangan kerja, seiring dengan penguatan ekosistem pengembangan game dan bisnis kreatif di Tanah Air.

Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia yang dirilis Tencent bersama firma konsultan kebijakan publik Access Partnership.

Direktur Urusan Publik Global Tencent untuk Asia Pasifik, Monrawee Ampolpittayanant, menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan pasar game yang besar menjadi ekosistem produksi yang lebih kuat, termasuk melalui pengembangan kekayaan intelektual (IP) lokal.

Via: Esports ID

"Di dalamnya, studio lokal dapat mengembangkan IP asli, membangun bisnis yang berkelanjutan, dan terhubung dengan audiens di seluruh dunia," ujar Monrawee

Industri Game Indonesia Catat Pendapatan Rp23 Triliun pada 2025

Via: Tencent

Laporan tersebut mencatat industri game Indonesia menghasilkan pendapatan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp23 triliun pada 2025.

Pada periode yang sama, industri ini menyerap 257.400 tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 0,12 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Meski memiliki pasar yang besar, pendapatan industri game nasional masih didominasi sektor perangkat keras dan periferal dengan porsi 47 persen.

Esports menyusul dengan kontribusi 24 persen, kemudian sektor ritel sebesar 22 persen.

Sementara itu, pengembangan dan perilisan game hanya menyumbang 7 persen dari total pendapatan industri.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan game lokal masih memiliki ruang untuk tumbuh.

Penguatan studio dalam negeri dinilai dapat membuka peluang agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk game, tetapi juga mampu menghasilkan dan memasarkan karya sendiri.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, laporan Tencent dan Access Partnership merekomendasikan perluasan akses pembiayaan bagi studio lokal.

Bentuk dukungan yang disoroti mencakup hibah untuk pengembangan prototipe, pendanaan pendamping, hingga pinjaman berbunga ringan agar pengembang memiliki sumber daya untuk membawa game mereka ke pasar.

Laporan itu juga menekankan pentingnya mempermudah pendaftaran, penilaian, dan pembiayaan kekayaan intelektual lokal.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu studio mengembangkan IP sendiri sekaligus membangun bisnis penerbitan game yang berkelanjutan.

Selain pembiayaan, penguatan sumber daya manusia dan akses ke pasar internasional turut menjadi perhatian.

Rekomendasi yang diberikan mencakup kurikulum khusus, program penempatan kerja di industri, serta inisiatif penjajakan bisnis untuk memperluas jangkauan pengembang Indonesia ke pasar global.

Indonesia Berkontribusi 21 Persen terhadap Industri Game ASEAN

Via: Tencent

Dalam lingkup Asia Tenggara, laporan tersebut menyoroti lima pasar utama, yakni Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Singapura.

Kelima negara itu secara gabungan menghasilkan nilai tambah sebesar 8,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp148 triliun terhadap PDB pada 2025.

Indonesia menyumbang 21 persen dari kontribusi industri game di lima negara tersebut, setara dengan Thailand.

Malaysia memimpin dengan porsi 31 persen, sedangkan Singapura dan Filipina masing-masing berkontribusi sebesar 16 persen dan 12 persen.

Ke depan, industri game Asia Tenggara diproyeksikan menghasilkan nilai tambah sebesar 14,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp256 triliun pada 2030.

Pertumbuhan tersebut juga diperkirakan dapat mendukung hingga 1,16 juta lapangan kerja di kawasan.

Bagi Indonesia, proyeksi ini menjadi peluang untuk memperkuat posisi di industri game regional.

Namun, peningkatan kontribusi ekonomi tidak hanya bergantung pada besarnya pasar, melainkan juga pada kemampuan membangun studio lokal, mengembangkan IP yang kompetitif, serta memperluas akses talenta Indonesia ke industri global.

Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/g74Tme9MAWo?si=HpRDwzkeV0vlP_Cs" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe

Baca Artikel Asli