Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Mobile Legends

Kiboy Tegaskan Api Kompetitifnya Belum Padam, Tolak jadi pemain yang Cepat Puas

Ferdian Hidayat - Senin, 05 Oktober 2026 16:26:51

Nicky “Kiboy” Fernando menjadi salah satu roamer yang telah mengukir perjalanan panjang di panggung MPL Indonesia.

Sejak menjalani debut pada MPL ID Season 7, Kiboy telah mengoleksi berbagai trofi bergengsi bersama ONIC, baik di kompetisi domestik maupun internasional.

Via: Moonton

Sepanjang kariernya, Kiboy telah meraih sejumlah gelar bergengsi, di antaranya:

  • MPL Indonesia Season 8
  • MPL Indonesia Season 11
  • MPL Indonesia Season 13
  • MPL Indonesia Season 15
  • MPL Indonesia Season 16
  • MLBB Southeast Asia Cup 2023
  • Games of the Future 2025

Konsistensi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain yang cukup lama bertahan di level tertinggi kompetitif Mobile Legends Indonesia.

Meski sudah memiliki banyak prestasi, Kiboy masih terus berkompetisi bersama ONIC di MPL ID Season 18.

Namun, perjalanan sang juara MPL Indonesia tersebut pada musim ini tidak berjalan mulus.

ONIC masih harus berjuang keras untuk mengamankan tempat di babak playoff dan terancam gagal melaju ke fase tersebut untuk pertama kalinya.

Situasi ini kemudian memunculkan spekulasi di kalangan penggemar mengenai apakah sederet prestasi yang telah diraih membuat para pemain ONIC mulai merasa puas.

Terlebih, performa mereka di MPL ID S18 belum menunjukkan konsistensi seperti musim-musim sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Esports ID berbincang dengan Kiboy setelah ONIC berhasil menghentikan rentetan kemenangan NAVI di MPL ID Season 18.

Sang roamer kemudian menjelaskan bagaimana dirinya masih memiliki dorongan untuk terus berkembang meski telah meraih berbagai pencapaian dalam kariernya.

Kiboy Bantah Ia Sudah Kehilangan "Api"

Via: Moonton

Ketika ditanya mengenai anggapan bahwa para pemain ONIC mulai kehilangan “api” kompetitif, sang roamer menegaskan bahwa dirinya masih memiliki dorongan kuat untuk terus membuktikan diri.

Terlebih, Kiboy masih ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pemain muda yang kini mulai bermunculan di skena kompetitif Mobile Legends Indonesia.

“Sampai sekarang, dan aku masih main pun, aku juga mau buktiin kalau aku masih bisa bersaing sama anak-anak muda sekarang. Intinya, aku mau buktiin diri aku sendiri, terutama dari performa dan in-game aku.”

Keinginan tersebut membuat Kiboy tidak hanya menjadikan kemenangan sebagai ukuran perkembangan dirinya. Ia juga masih melihat sejumlah aspek permainan yang menurutnya perlu diperbaiki agar dapat memberikan performa terbaik untuk ONIC.

“Masih banyak sih yang aku rasa kurang. Maksudnya, misalnya comms aku masih kurang bagus dan belum sesuai sama yang aku mau. Aku memang cukup perfectionist soal itu, mulai dari comms, macro play, call, sampai mekanik.”

Bagi Kiboy, komunikasi di dalam permainan bukan satu-satunya bagian yang ingin ia tingkatkan. Ia juga masih menaruh perhatian pada kemampuan membaca permainan, pengambilan keputusan, hingga mekanik individu yang menurutnya belum mencapai standar yang ia inginkan.

Bahkan, pemain asal Manado tersebut ingin melampaui kemampuan yang pernah ia miliki sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa target Kiboy bukan sekadar mempertahankan level permainan yang sudah membawanya meraih banyak gelar.

“Aku juga pengen bisa ngelampauin mekanik aku yang dulu. Jadi, sebenarnya masih banyak banget kekurangan yang harus aku perbaiki.”

Kiboy pun menyadari bahwa perjalanan untuk mencapai level tersebut masih panjang. Karena itu, ia memilih untuk terus mencari kekurangan dalam permainannya daripada merasa cukup dengan pencapaian yang sudah didapatkan.

Kiboy Masih Haus untuk Terus Berkembang

Via: EWC

Menurut Kiboy, sikap tidak cepat puas justru menjadi salah satu faktor yang membuat seorang pemain bisa terus berkembang.

Baginya, selalu ada alasan untuk kembali melakukan evaluasi dan melakukan grinding, terlebih Mobile Legends terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

“Menurut aku, itu penting banget sih, buat nggak cepat puas. Jadi, itu bisa memotivasi diri sendiri buat terus grinding lagi. Karena setiap patch baru, setiap season baru, pasti selalu ada hal-hal baru yang bisa kita eksplor lagi.”

Perubahan patch dan datangnya musim baru membuat pemain harus terus beradaptasi.

Bagi Kiboy, merasa sudah berada di level terbaik justru dapat membuat perkembangan seorang pemain berhenti.

Ia menilai rasa puas berlebihan bisa membuat pemain kehilangan dorongan untuk meningkatkan performa.

Hal tersebut juga menjadi sesuatu yang menurutnya pernah ia lihat terjadi pada pemain-pemain yang sebelumnya memiliki kemampuan tinggi.

“Kalau kamu udah ngerasa kayak, ‘Aku paling jago,’ menurut aku justru di situ kamu bisa stuck atau malah performanya menurun. Itu yang banyak aku lihat dari orang-orang yang memang jago.”

Karena itu, Kiboy tidak hanya mengandalkan motivasi dari dalam dirinya sendiri.

Ia juga mendapatkan pengingat dari para pelatih dan rekan satu tim agar tidak berhenti berkembang.

Menurutnya, lingkungan di dalam tim memiliki peran penting untuk menjaga setiap pemain tetap berada di jalur perkembangan.

Para pemain juga bisa saling mengingatkan ketika salah satu dari mereka mulai merasa terlalu nyaman dengan pencapaiannya.

“Coach-coach aku juga selalu ngingetin aku, begitu juga teman-teman aku. Kita sering saling bantu buat ngingetin, ‘Jangan berhenti, tetap naik terus performanya.’”

Bagi Kiboy, sederet gelar yang telah diraih bersama ONIC bukan menjadi alasan untuk berhenti mengejar perkembangan.

Justru setelah melewati perjalanan panjang di kompetitif Mobile Legends, ia masih melihat banyak hal yang bisa diperbaiki dari permainannya.

Dengan waktu yang tersisa di Season 18, sang roamer masih ingin membuktikan bahwa dirinya dan ONIC belum selesai berjuang.

Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/LIhlMQC3xvI?si=7l2mVPnvlOo7Bpmi" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
Baca Artikel Asli