Leviatán akhirnya berhasil menorehkan sejarah baru di panggung kompetitif VALORANT dunia. Organisasi esports asal Amerika Selatan tersebut resmi keluar sebagai juara VALORANT Masters London 2026 setelah mengalahkan Paper Rex dengan skor tipis 3-2 pada partai grand final yang berlangsung sengit dan penuh drama.
Gelar ini menjadi trofi internasional pertama bagi Leviatán di ajang VALORANT Champions Tour (VCT). Pencapaian memukau tersebut sekaligus mengukuhkan status mereka sebagai salah satu tim terbaik di dunia menjelang turnamen puncak musim ini, VALORANT Champions 2026 yang akan digelar di Shanghai.
Perjalanan Leviatán menuju gelar juara tidak bisa dibilang mudah karena mereka harus terseok-seok melalui jalur lower bracket terlebih dahulu akibat kekalahan di fase playoff. Namun, perwakilan regional Americas ini mampu bangkit dengan performa yang semakin solid dari pertandingan ke pertandingan berkat mentalitas pantang menyerah.
Pertarungan Sengit Lima Map Melawan Gaya Agresif Pasifik
THE WINNING MOMENT! @LeviatanGG #VALORANTMasters pic.twitter.com/8Md4fATKVh
— VALORANT Champions Tour (@ValorantEsports) June 21, 2026
Di babak grand final, mereka berhadapan langsung dengan Paper Rex yang merupakan wakil VCT Pacific terfavorit. Tim asal Asia Tenggara tersebut datang dengan gaya bermain agresif khas mereka dan sempat memberikan tekanan besar kepada lini pertahanan Leviatán sepanjang laga.
Pertarungan lima map pun menjadi bukti nyata betapa seimbangnya kualitas mekanik yang dimiliki oleh kedua tim. Setelah saling bertukar poin kemenangan pada beberapa map pertama, penentuan takhta juara terpaksa harus ditentukan pada map kelima.
Pada momen krusial tersebut, armada Leviatán justru menunjukkan kedewasaan bermain yang jauh lebih disiplin dalam penguasaan area. Duet pemain bintang mereka tampil konsisten di bawah tekanan hingga sukses menutup map terakhir dengan skor meyakinkan 13-5.
Dominasi Americas dan Hadiah Utama Senilai Miliaran Rupiah
Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi kawasan Amerika Selatan yang dalam beberapa musim terakhir terus berkembang pesat. Leviatán membuktikan bahwa dominasi tim-tim dari Pacific, EMEA, maupun China kini mendapat tantangan serius dari kawasan Americas.
Selain membawa pulang trofi bergengsi, Leviatán juga mengamankan hadiah utama sebesar USD 350.000 atau setara dengan Rp6,25 miliar. Angka tersebut diambil dari total hadiah keseluruhan turnamen (prize pool) senilai USD 1.000.000 atau berkisar Rp17,86 miliar (kurs USD 1 = Rp17.868).
Sementara itu, meski harus puas menjadi runner-up, perjalanan Paper Rex tetap layak mendapatkan apresiasi tinggi dari komunitas. Skuad ini kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu raksasa VALORANT internasional dengan berhasil melaju hingga ke babak pamungkas.
Peta Kekuatan Baru Menuju Turnamen VALORANT Champions Shanghai
VALORANT Masters London 2026 sendiri mencatatkan sejarah sebagai edisi turnamen Masters pertama yang diselenggarakan di London, Inggris. Kompetisi akbar ini mempertemukan 12 tim terbaik dari empat liga internasional VCT, yaitu Americas, Pacific, EMEA, dan China.
Dengan keberhasilan Leviatán mengangkat trofi, persaingan menuju kejuaraan dunia di Shanghai dipastikan akan semakin menarik. Gelar Masters London menjadi bukti sahih bahwa mereka kini bukan lagi sekadar penantang, melainkan tim yang pantas diperhitungkan sebagai calon juara dunia berikutnya.