MOONTON Games resmi memperluas MLBB Championship Tour (MCT) ke kawasan Asia Tenggara melalui peluncuran MLBB Championship Tour Southeast Asia (MCT SEA). Turnamen regional ini menjadi jalur kompetitif baru bagi tim-tim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) non-franchise di Asia Tenggara untuk mendapatkan kesempatan tampil di panggung dunia.
Melalui MCT SEA, tim-tim terbaik dari kawasan Asia Tenggara akan bersaing dalam satu jalur kompetisi terpadu. Dua tim terbaik dari babak Knockout Playoffs akan mendapatkan tiket langsung menuju M8 World Championship (M8), sementara tim peringkat ketiga dan keempat akan melanjutkan perjuangan melalui M8 Wild Card.
Peluncuran MCT SEA menjadi bagian dari strategi globalisasi MLBB Esports yang terus diperluas oleh MOONTON Games.
MCT SEA Jadi Jalur Baru Menuju M8 World Championship
MCT SEA merupakan bagian ketiga dari strategi global lima kawasan yang diperkenalkan MLBB Esports pada 2026. Strategi tersebut mencakup Asia Tenggara, Amerika (AMER), Asia Timur (EA), Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), serta Eropa Timur dan Asia Tengah (EECA), di samping liga-liga MLBB yang sudah menggunakan sistem waralaba.
Di dalam ekosistem tersebut, M Series menjadi tujuan utama bagi tim-tim MLBB dari berbagai wilayah. MCT dirancang untuk memberikan jalur kompetitif kepada tim non-franchise agar mereka dapat berkembang dan memiliki kesempatan mencapai turnamen global.
Sebelum MCT SEA diluncurkan, MCT Americas dan MCT East Asia telah menyelesaikan sirkuit perdana mereka. Entity7 (E7) menjadi wakil MCT Americas, sementara Guangzhou Gaming (GZG) mewakili MCT East Asia di MLBB Mid Season Cup (MSC) pada Esports World Cup 2026 di Paris, Prancis.
MCT Americas mencakup Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Latin, dan Brasil. Sementara itu, MCT East Asia mencakup China, Mongolia, Jepang, dan Korea.
11 Negara Asia Tenggara Masuk dalam MCT SEA
MCT SEA akan melibatkan seluruh 11 negara berdaulat di Asia Tenggara. Kompetisi ini dijadwalkan membuka rangkaian kualifikasi menuju M8 pada kuartal keempat atau Q4 2026, setelah seluruh kompetisi kualifikasi lokal di kawasan tersebut selesai.
Peluncuran MCT SEA juga bertepatan dengan perayaan 10 tahun MLBB pada September 2026. Momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan MLBB yang awalnya berkembang dari Asia Tenggara hingga kini memiliki ekosistem kompetitif global.
Dylan Chia, Head of Esports Southeast Asia di MOONTON Games, mengatakan bahwa Asia Tenggara memiliki peran penting dalam membangun ekosistem MLBB Esports.
“Asia Tenggara telah menjadi fondasi bagi MLBB Esports seperti yang kita kenal saat ini. Seiring M Series terus membawa MLBB Esports ke panggung global yang lebih luas, MCT SEA dibangun di atas fondasi tersebut dengan memberikan tim-tim yang lolos dari seluruh kawasan sebuah kejuaraan bersama, tempat performa menentukan siapa yang mendapatkan tempat di M8.”
Ia menambahkan bahwa kompetisi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pemain dan tim baru untuk membuktikan kemampuan mereka.
“Bagi pemain dan tim yang sedang berkembang, ini merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuan, membangun profil mereka, menjangkau audiens baru, dan mengambil langkah berikutnya menuju panggung dunia. Lolos ke kompetisi ini juga bukan hanya tentang perjalanan sebuah tim, tetapi tim-tim yang melaju akan mewakili komunitas Asia Tenggara secara lebih luas dan menunjukkan apa yang dapat dicapai kawasan ini ketika bergerak maju bersama," pungkas Dylan Chia.

Format dan Peserta MCT SEA
MCT SEA akan mempertemukan 12 tim dari 11 pasar Asia Tenggara yang dibagi ke dalam empat grup.
Grup A, B, dan C akan diisi oleh perwakilan dari MLBB Super League (MSL) Myanmar, MLBB Professional League (MPL) Cambodia, MPL Singapore, serta tim yang lolos melalui kualifikasi lokal di Vietnam, Timor-Leste, Brunei, dan Laos.
Thailand akan memiliki dua wakil. Satu tim mendapatkan slot melalui jalur kualifikasi reguler MSL Thailand, sedangkan satu slot lainnya merupakan host-country slot karena Thailand menjadi tuan rumah perdana MCT SEA.
Setiap negara yang menjadi tuan rumah MCT SEA pada edisi berikutnya juga akan mendapatkan tambahan slot sebagai bentuk pengakuan atas perannya dalam penyelenggaraan turnamen regional tersebut.
Dua tim teratas dari Grup A, B, dan C akan melaju ke babak MCT SEA Knockout Playoffs. Sementara itu, tim peringkat ketiga dari ketiga grup akan bertanding dalam Last Chance Qualifier dengan format best-of-one. Pemenangnya akan memperoleh satu tempat terakhir di babak Knockout Playoffs.
MDL Indonesia dan MDL Philippines Ikut Berebut Tiket M8
Selain tiga grup utama, MCT SEA juga menghadirkan Group D atau Open League Qualifier Group.
Grup ini berisi juara dari liga terbuka, yaitu:
- MLBB Development League (MDL) Philippines
- MDL Indonesia
- MLBB Academy League (MAL) Malaysia
Berbeda dari Grup A, B, dan C, ketiga tim tersebut hanya akan memperebutkan satu slot menuju MCT SEA Knockout Playoffs.
Format ini membuka jalur bagi tim-tim dari kompetisi pengembangan dan liga terbuka untuk mendapatkan kesempatan bersaing dengan tim dari liga regional lainnya.

Dua Tim Langsung Lolos ke M8 Main Stage
Babak MCT SEA Knockout Playoffs akan dibagi menjadi dua pool.
Pool 1 akan terdiri dari pemenang Open League Qualifier Group serta tim peringkat pertama dari Grup B, C, dan D.
Sementara itu, Pool 2 akan diisi oleh tim peringkat kedua dari Grup B, C, dan D serta pemenang Last Chance Qualifier.
Pada akhir babak Knockout Playoffs, dua tim terbaik akan mendapatkan tiket langsung ke M8 Main Stage di Istanbul, Türkiye.
Sementara itu, tim peringkat ketiga dan keempat akan mendapatkan kesempatan melalui M8 Wild Card di Bangkok, Thailand. Dari babak Wild Card tersebut, tiga tim akan melanjutkan perjalanan menuju M8 Main Stage.
Dengan demikian, MCT SEA memberikan beberapa jalur bagi tim Asia Tenggara untuk mencapai panggung utama M8.
MCT SEA Siapkan Hadiah USD 50.000
Selain kesempatan mendapatkan tiket menuju M8, MCT SEA juga menyediakan total hadiah sebesar USD 50.000.
Turnamen perdana ini sekaligus akan memperkenalkan trofi MCT SEA sebagai simbol kompetisi regional baru bagi tim-tim MLBB non-franchise di Asia Tenggara.
Kehadiran hadiah dan jalur menuju M8 membuat MCT SEA memiliki posisi penting dalam ekosistem kompetitif MLBB. Turnamen ini tidak hanya menjadi kompetisi regional, tetapi juga menjadi salah satu pintu utama bagi tim-tim baru untuk menembus persaingan internasional.
MLBB Terus Memperluas Ekosistem Global
Peluncuran MCT SEA menjadi bagian dari ekspansi MLBB Esports dari ekosistem regional menuju kompetisi global yang semakin terintegrasi.
Sepanjang 2026 hingga awal 2027, MLBB dijadwalkan menghadirkan sejumlah tonggak penting. Salah satunya adalah debut MSC dan MWI di Eropa melalui penyelenggaraan di Paris, Prancis.
MLBB juga akan melakukan debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Sementara itu, M8 World Championship akan menjadi edisi pertama M Series yang digelar di Eropa, dengan babak final berlangsung di Istanbul, Türkiye.
Ekspansi tersebut menunjukkan bagaimana MOONTON Games terus membangun MLBB sebagai salah satu ekosistem esports mobile dengan jangkauan internasional.
M Series Semakin Penting bagi Ekosistem MLBB
M Series merupakan turnamen internasional paling bergengsi dalam ekosistem MLBB. Selain menjadi panggung utama bagi kompetisi, M Series juga memberikan peluang besar bagi tim, pemain, komunitas, dan mitra komersial untuk mendapatkan eksposur global.
Pada 2026, M7 World Championship mencatat lebih dari 5,68 juta Peak Concurrent Viewers (PCV) dan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah esports mobile.
M7 juga mendapatkan dukungan dari sejumlah mitra global, termasuk Red Bull, Visa, dan National Basketball Association (NBA). Berdasarkan data Shikenso, M7 menghasilkan nilai eksposur merek mitra sebesar €158 juta, meningkat 38 persen dibandingkan M6 World Championship.
Dengan hadirnya MCT SEA, tim-tim dari Asia Tenggara kini memiliki jalur yang semakin jelas untuk mencapai kompetisi paling bergengsi tersebut.
Bagi kawasan yang sejak awal menjadi salah satu pusat perkembangan MLBB Esports, MCT SEA menjadi langkah penting untuk menghubungkan kompetisi lokal, regional, dan global dalam satu ekosistem.
Persaingan menuju M8 World Championship 2026/2027 pun akan semakin menarik, terutama dengan hadirnya kesempatan bagi tim-tim non-franchise dari seluruh Asia Tenggara untuk membuktikan kemampuan mereka di panggung internasional.