Strategi PlayStation dalam beberapa tahun terakhir sempat menuai banyak kritik tajam akibat ambisi besarnya di ranah game live service. Badai pembatalan proyek, restrukturisasi studio internal, hingga kegagalan masif gim Concord sempat memicu spekulasi bahwa Sony akan mundur teratur dari segmen pasar tersebut.
Namun, anggapan miring itu kini ditepis langsung oleh CEO Sony Interactive Entertainment (SIE), Hideaki Nishino. Dalam wawancara terbarunya, Nishino menegaskan bahwa pihak perusahaan sama sekali tidak memiliki niat untuk meninggalkan industri game berformat pelayanan langsung tersebut.
Potensi Jangkauan Global dan Proses Belajar Eksperimen Formula
Menurut Nishino, model bisnis live service masih memiliki potensi yang sangat raksasa untuk menjangkau basis pemain dalam skala global. Struktur bisnis ini akan tetap dipertahankan sebagai salah satu pilar penting penopang masa depan perusahaan PlayStation ke depannya.
Ia menyadari bahwa jenis permainan ini membutuhkan dukungan jangka panjang yang konsisten seperti pembaruan konten dan event musiman untuk menjaga loyalitas komunitas. Karena karakteristiknya berbeda dari game konvensional, Sony berkomitmen untuk terus belajar dan bereksperimen demi menemukan formula eksekusi yang paling tepat di pasar.
Dampak Kegagalan Concord dan Pembatalan Proyek Internal
Pernyataan ini tergolong berani mengingat rekam jejak investasi raksasa teknologi asal Jepang ini tidak selalu berjalan mulus di sektor tersebut. Salah satu rapor merah paling fatal adalah kolapsnya game hero shooter Concord besutan Firewalk Studios yang ditarik dari peredaran hanya beberapa minggu pasca-rilis.
Selain kasus pembatalan Concord, Sony tercatat telah menyuntik mati sejumlah proyek serupa di berbagai studio internal mereka. Bahkan studio Bungie yang dicaplok senilai 3,6 miliar dolar AS atau setara puluhan triliun rupiah pada 2022 lalu juga tak luput dari hantaman badai restrukturisasi organisasi internal.
Keseimbangan Dua Sektor dan Perbedaan Distribusi Multiplatform
Meski terus mematangkan lini game daring, Sony berjanji tidak akan menomorduakan lini game single-player yang menjadi identitas utama mereka. Waralaba bernilai tinggi seperti God of War, Marvel's Spider-Man, hingga The Last of Us tetap dikembangkan secara fokus guna menyajikan pengalaman sinematik premium bagi kamu pemilik konsol.
Nishino juga membedakan strategi distribusi di mana game naratif akan tetap mengutamakan status eksklusif di konsol PlayStation terlebih dahulu. Sementara untuk judul-judul live service baru, pihak Sony akan langsung membuka gerbang rilis di platform PC sejak hari pertama demi mengamankan kuantitas jumlah pemain aktif yang besar.