PMGO Season 2 2026 akan segera memasuki babak Grand Final di Lahore, Pakistan, pada 24–25 Oktober.
Sebanyak 16 tim siap bersaing memperebutkan gelar juara, termasuk sejumlah nama besar yang punya rekam jejak kuat di panggung internasional.
Dari deretan tim yang lolos, Esports ID memilih lima kandidat yang dinilai punya peluang untuk mengangkat trofi PMGO S2 2026.
Mereka adalah Alter Ego Ares, ULF Esports, Bigetron by Vitality, Alpha7 Esports, dan S2G Esports.
Lantas, mari kita kupas tuntas alasan kelima tim tersebut layak masuk dalam prediksi juara PMGO S2 2026.
Alter Ego Ares - Indonesia

Alter Ego Ares datang ke PMGO S2 2026 dengan modal sebagai juara PMPL ID Fall 2026.
Rosemary dan kawan-kawan menutup Grand Final liga domestik dengan 203 poin, mengungguli Bigetron by Vitality dan AK Gold Esports yang masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga.
Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian penting Alter Ego pada musim ini.
Namun, perjalanan mereka di PMGO S2 2026 tidak berjalan mulus sejak awal.
Alter Ego Ares harus puas finis di posisi ke-14 Grup B pada Group Stage dengan 14 poin.
Hasil tersebut membuat mereka harus melanjutkan perjuangan melalui Survival Stage untuk memperebutkan satu dari empat tiket terakhir menuju Grand Final.
Sempat tertahan di posisi ke-13 setelah empat pertandingan Survival Stage, Alter Ego akhirnya bangkit dengan meraih WWCD pada Match 5.
Mereka kemudian menutup fase tersebut di peringkat keempat dengan total 49 poin, unggul lima poin dari iKURD Esports yang berada di posisi kelima.
Kelolosan ini terasa penting karena PMGO S2 2026 menjadi kesempatan bagi Alter Ego Ares untuk membuktikan diri di panggung utama PMGO setelah tidak lolos ke Main Event Season 1 yang berlangsung di Jakarta.
Selain mengejar gelar juara, performa di turnamen internasional juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka dalam mengumpulkan poin kualifikasi menuju kompetisi global berikutnya.
Karena itu, Grand Final di Pakistan menjadi kesempatan bagi Alter Ego untuk menambah pencapaian sekaligus menjaga peluang melanjutkan perjalanan di kalender kompetitif PUBG Mobile.
ULF Esports - Turki

ULF Esports menjadi salah satu tim yang menarik perhatian berkat rekam jejaknya di turnamen tier S.
Tim asal Türkiye tersebut finis sebagai runner-up PMGC 2025 sebelum kembali menempati posisi kedua di PMGO Season 1 2026.
Pada PMGO S1, ULF tampil sebagai salah satu pesaing utama gelar juara.
Mereka akhirnya harus mengakui keunggulan 4Thrives Esports, tetapi Kecth berhasil membawa pulang penghargaan Grand Finals MVP berkat penampilannya sepanjang babak puncak.
Meski belum berhasil mengangkat trofi PMGO, hasil tersebut memperlihatkan kemampuan ULF untuk bersaing hingga pertandingan terakhir dalam turnamen internasional berformat panjang.
Pada PMGO S2 2026, ULF juga menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.
Mereka berhasil mengamankan tiket Grand Final melalui Group Stage Grup B, sehingga tidak perlu melewati Survival Stage.
Catatan ini menjadi modal bagi ULF untuk kembali bersaing memperebutkan gelar.
Setelah dua kali finis sebagai runner-up di turnamen besar, PMGO S2 2026 menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengubah pencapaian tersebut menjadi gelar juara.
S2G Esports - Turki
S2G Esports memasuki PMGO S2 2026 dengan status juara PMWC 2026 yang berlangsung di Paris pada Agustus lalu.
Tim asal Turki itu berhasil mengamankan gelar setelah mengumpulkan 154 poin, sekaligus memastikan tempat di PMGC 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa S2G mampu tampil kompetitif menghadapi persaingan internasional.
Performa mereka di PMGO S2 juga cukup meyakinkan.
S2G memuncaki Grup A dengan 60 poin, terdiri dari 43 poin eliminasi dan 17 placement points, untuk langsung lolos ke Grand Final.
Mereka mengakhiri fase grup tanpa meraih WWCD, tetapi tetap mampu unggul berkat kontribusi eliminasi yang tinggi.
Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa S2G punya potensi untuk bersaing melalui permainan agresif sekaligus pengumpulan poin yang konsisten.
Dengan gelar PMWC sebagai bekal, mereka menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengangkat trofi di Lahore.
Bigetron by Vitality - Indonesia

Bigetron by Vitality menjadi wakil Indonesia berikutnya yang patut diperhatikan.
Berbeda dengan Alter Ego Ares, BTR mampu menunjukkan performa stabil sejak Group Stage PMGO S2 2026.
BTR mengakhiri persaingan Grup A di posisi kedua dengan total 59 poin dari enam pertandingan.
Mereka mengumpulkan satu WWCD, 22 placement points, dan 37 eliminations untuk memastikan tiket langsung ke Grand Final.
Hasil ini menjadi modal penting bagi BTR untuk menghadapi babak puncak.
Mereka tidak perlu menghabiskan tenaga di Survival Stage dan bisa mempersiapkan diri untuk persaingan selama dua hari Grand Final.
Meski begitu, BTR masih memiliki pekerjaan rumah jika melihat hasil pada PMGO Season 1 2026.
Saat itu, mereka finis di posisi ke-14 Grand Final dengan 53 poin dari 10 pertandingan.
Perbedaan hasil antara kedua edisi tersebut membuat PMGO S2 menjadi kesempatan bagi BTR untuk memperbaiki pencapaian sebelumnya.
Dengan modal finis sebagai runner-up Grup A, mereka berpeluang memberikan perlawanan jika mampu mempertahankan konsistensi permainan hingga pertandingan terakhir.
Selain itu, BTR juga memiliki pengalaman bersaing dengan tim-tim papan atas Indonesia, termasuk Alter Ego Ares dan AK Gold Esports.
Pengalaman dari persaingan domestik tersebut akan kembali diuji ketika mereka menghadapi tim internasional di Lahore.
Alpha7 - Brasil
Alpha7 Esports datang ke PMGO S2 2026 dengan reputasi besar sebagai juara PMGC 2025.
Tim asal Brasil tersebut juga pernah menjuarai PMWC 2024 dan menjadi runner-up PMGO 2024, sehingga sempat dipandang sebagai salah satu kekuatan utama di skena PUBG Mobile dunia.
Namun, status sebagai juara dunia tidak menjamin perjalanan yang mulus.
Pada PMGO Season 1 2026 di Jakarta, Alpha7 justru tersingkir di Group Stage setelah hanya mengumpulkan 19 poin dari enam pertandingan dan finis di posisi ke-15 Grup A.
Hasil tersebut menjadi kejutan mengingat mereka datang dengan status juara bertahan PMGC.
Alpha7 gagal melaju ke babak berikutnya dan harus menerima kenyataan tersingkir lebih awal.
Pada PMGO S2 2026, tantangan serupa kembali menghampiri.
Alpha7 tidak berhasil mengamankan tiket langsung melalui Group Stage dan harus melewati Survival Stage untuk mempertahankan peluang menuju Grand Final.
Kali ini, mereka mampu memberikan respons yang lebih baik.
Alpha7 mengakhiri Survival Stage di posisi kedua dengan total 60 poin, termasuk satu WWCD, dan memastikan diri sebagai salah satu dari empat tim yang lolos ke babak puncak.
Peningkatan tersebut menjadi modal bagi Alpha7 untuk kembali membuktikan kualitasnya.
Setelah gagal total di PMGO S1, mereka kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki hasil sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman sebagai juara dunia masih relevan dalam persaingan di Pakistan.
Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/g74Tme9MAWo?si=HpRDwzkeV0vlP_Cs" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>