Team Vitality berhasil mengamankan tempat di Grand Final VALORANT Champions 2026 setelah mengalahkan 100 Thieves dengan skor 3-1 pada laga Lower Bracket Final, Sabtu (17/10/2026).
Kemenangan ini membawa tim asal Eropa tersebut kembali berhadapan dengan LOUD untuk memperebutkan gelar juara dunia VALORANT.
Vitality harus bekerja keras untuk memastikan tiket ke partai puncak.
<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="en" >The results from the Lower Final at #VALORANTChampions Shanghai! https://t.co/u43aUZbv6k</p>— VALORANT Champions Tour (@ValorantEsports) <a href="https://x.com/ValorantEsports/status/2111433717587787826?ref_src=twsrc%5Etfw">October 17, 2026</a></blockquote> <script async src="https://platform.x.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
Mereka sempat tertinggal setelah kehilangan map pertama, tetapi mampu bangkit dan memenangi tiga map berikutnya untuk menutup pertandingan.
Hasil ini sekaligus memberikan kesempatan bagi Vitality untuk membalas kekalahan dari LOUD pada Upper Bracket Final sehari sebelumnya.
Kedua tim akan kembali bertemu pada Minggu (18/10/2026) dalam pertandingan yang menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi VALORANT Champions 2026.
Team Vitality Bangkit setelah Ketinggalan Dari 100 Thieves

Pertandingan melawan 100 Thieves tidak berjalan mudah bagi Team Vitality.
Bermain di Split yang merupakan pilihan map Vitality, 100 Thieves justru tampil lebih baik dan berhasil unggul 1-0 dalam seri tersebut.
Namun, Vitality mampu merespons pada peta berikutnya, Summit.
Meski 100 Thieves belum terkalahkan di map tersebut sepanjang turnamen, Vitality berhasil mencuri kemenangan tipis dengan skor 13-10.
Performa Timofey “Chronicle” Khromov menjadi salah satu faktor penting dalam kebangkitan Vitality.
Penggunaan Neon yang ia mainkan kali ini terlihat lebih efektif dibandingkan ketika menghadapi LOUD pada hari sebelumnya.
Vitality kemudian berbalik unggul setelah memenangi Lotus.
Pada map ini, ?tefan “Sayonara” Mîtcu tampil impresif menggunakan Chamber dalam komposisi baru yang diterapkan timnya.
Rookie asal Moldova tersebut menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian berkat kontribusinya sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, Timothée “Timotino” Lavigne Dupont dan Matthew “Cryocells” Panganiban berusaha menjaga peluang 100 Thieves agar tetap bertahan.
Cryocells bahkan berupaya membawa 100 Thieves kembali ke pertandingan di Ascent, map yang juga menjadi salah satu andalan mereka.
Namun, upaya tersebut belum cukup untuk menghentikan Vitality yang akhirnya menutup peta dengan kemenangan 13-9.
Dengan hasil tersebut, Vitality memastikan kemenangan seri 3-1 sekaligus mengakhiri perjalanan 100 Thieves di VALORANT Champions 2026.
Meski gagal melangkah ke Grand Final, 100 Thieves tetap menutup musim dengan pencapaian yang patut diperhitungkan.
Organisasi asal Amerika Serikat itu sebelumnya berhasil menjuarai Esports World Cup dan VCT Americas Stage 2.
Pertemuan Ketiga Team Vitality vs LOUD, Siapa yang Mampu Buktikan Diri?

Grand Final VALORANT Champions 2026 akan mempertemukan kembali Team Vitality dan LOUD untuk ketiga kalinya di turnamen ini.
Kedua tim sebelumnya berada di grup yang sama dan bertemu setelah sama-sama memenangi pertandingan pembuka.
Dalam pertemuan pertama tersebut, Vitality berhasil mengungguli LOUD.
Namun, tim asal Brasil itu membalas kekalahan mereka saat kedua tim bertemu di Upper Bracket Final pada Jumat (16/10/2026).
Kini, keduanya kembali berhadapan di panggung terbesar dengan taruhan yang jauh lebih tinggi.
Vitality datang dengan modal kemenangan atas 100 Thieves, sedangkan LOUD telah lebih dahulu mengamankan tempat di Grand Final melalui jalur Upper Bracket.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Vitality untuk membalas kekalahan sekaligus mengejar gelar Champions pertama mereka.
Jika berhasil menang, tim tersebut juga berpeluang meraih trofi internasional VALORANT pertama dalam sejarah organisasi mereka.
Chronicle turut memiliki motivasi tersendiri. Pemain veteran tersebut akan menjalani Grand Final Champions ketiganya setelah tampil pada edisi 2021 dan 2025.
Kali ini, ia berkesempatan mengakhiri penantian untuk meraih trofi Champions pertamanya.
Di sisi lain, LOUD tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan setelah berhasil mengalahkan Vitality pada pertemuan sebelumnya.
Dengan kedua tim sama-sama mengincar gelar juara, Grand Final ini akan menjadi pembuktian bagi para pemain yang berjuang meraih gelar Champions pertama mereka.
Lantas, siapa yang mampu membuktikan diri sebagai tim terbaik di dunia? Apakah Team Vitality berhasil membalas kekalahan dan mengangkat trofi, atau justru LOUD yang kembali menunjukkan keunggulannya? Jawabannya akan ditentukan dalam Grand Final VALORANT Champions 2026.
Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/g74Tme9MAWo?si=HpRDwzkeV0vlP_Cs" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>