Kabar kurang menyenangkan datang dari Ubisoft.
Perusahaan di balik sejumlah game populer seperti Assassin's Creed dan Far Cry ini kembali melakukan efisiensi dengan mengusulkan penutupan satu studio pengembang game di Finlandia serta memangkas puluhan posisi di Singapura.
Secara keseluruhan, langkah tersebut berpotensi berdampak pada hingga 122 posisi di kedua negara.
Informasi ini dilaporkan oleh GamesIndustry.biz pada 14 Oktober 2026.
Ubisoft menyebut bahwa rencana penutupan studionya di Finlandia masih harus melewati proses negosiasi setempat, sedangkan 70 posisi di studio Singapura telah terdampak penyesuaian kebutuhan produksi.
Langkah terbaru ini menambah daftar perubahan besar yang dilakukan Ubisoft sepanjang 2026.
Sebelumnya, perusahaan tersebut juga menutup sejumlah studio, membatalkan beberapa proyek game, dan mengurangi tenaga kerja di berbagai wilayah.
Ubisoft Kembali Pangkas Karyawan, Studio Pengembang Game Ikut Terdampak

Studio yang terancam ditutup adalah RedLynx, pengembang di balik seri game Trials. Ubisoft mengakuisisi studio asal Finlandia tersebut pada 2011 setelah kesuksesan Trials 2 dan Trials HD.
Seiring waktu, RedLynx lebih banyak berperan membantu pengembangan game dari studio Ubisoft lainnya.
Pada 2025, studio ini juga telah melakukan pengurangan tenaga kerja dan mengalihkan fokusnya ke pengembangan game untuk perangkat mobile.
Sementara itu, sebanyak 70 posisi di Ubisoft Singapore terdampak pemangkasan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperlima dari total 350 karyawan yang bekerja di studio tersebut.
Ubisoft Singapore dikenal sebagai studio yang mengembangkan Skull and Bones, game bertema bajak laut yang akhirnya dirilis pada 2024 setelah mengalami berbagai penundaan.
Sebelum mengembangkan game tersebut, tim Singapura juga terlibat dalam pengerjaan fitur pertempuran laut di sejumlah seri Assassin's Creed.
Ubisoft menyatakan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan kebutuhan produksi mendatang.
Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada para karyawan yang terdampak dan berkomitmen memberikan dukungan selama proses berlangsung.
Bukan Kali Pertama, Ubisoft Sudah Tutup Sejumlah Studio pada 2026

Penutupan studio dan pengurangan karyawan ini merupakan bagian dari upaya Ubisoft untuk menekan biaya operasional serta merombak struktur pengembangan game mereka.
Sepanjang 2026, Ubisoft telah menutup studio di Stockholm, Halifax, Winnipeg, dan Belgrade. Perusahaan juga membatalkan enam game sebagai bagian dari langkah efisiensi yang lebih luas.
Ubisoft kini tengah menata ulang organisasinya menjadi enam divisi yang disebut Creative Houses.
Setiap divisi akan menaungi sejumlah studio dan merek game untuk mengatur pengembangan proyek-proyek perusahaan.
Meski demikian, status penutupan RedLynx masih berupa usulan dan bergantung pada proses negosiasi di Finlandia.
Sementara itu, pemangkasan 70 posisi di Singapura telah diumumkan sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan produksi.
Dengan langkah terbaru ini, Ubisoft kembali menghadapi perubahan besar di tengah upayanya merampingkan operasional.
Bagi para pekerja industri game, situasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa bahkan studio di balik game populer tidak sepenuhnya terhindar dari dampak restrukturisasi perusahaan.
Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/g74Tme9MAWo?si=HpRDwzkeV0vlP_Cs" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>