Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Xbox Tegaskan Investasi Game Tetap Stabil di Tengah Gelombang PHK
Microsoft memastikan total anggaran pendanaan game mereka tidak berkurang meski divisi Xbox bersiap menghadapi restrukturisasi dan PHK besar-besaran.
Industry

Xbox Tegaskan Investasi Game Tetap Stabil di Tengah Gelombang PHK

Aldonov Danoza - Rabu, 01 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Microsoft kembali menjadi sorotan tajam setelah muncul berbagai laporan mengenai rencana gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di divisi Xbox. Di tengah kekhawatiran publik tersebut, pihak perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak mengurangi total nilai investasi untuk pengembangan judul game baru di industri.

Pernyataan resmi ini diturunkan oleh juru bicara Xbox setelah muncul kabar putusnya kemitraan penerbita bersama IO Interactive untuk proyek Project Fantasy. Spekulasi pemotongan anggaran game pihak ketiga (third-party) langsung dibantah dengan dalih bahwa Microsoft hanya mengalihkan fokus pendanaan ke sektor proyek yang jauh lebih strategis.

Evaluasi Portofolio Proyek dan Ancaman Penutupan Studio Internal

Langkah efisiensi keuangan ini diambil sebagai bagian dari upaya memusatkan sumber daya pada prioritas utama di tengah kondisi kompetisi industri yang kian memanas. Kebijakan ini bergulir tepat beberapa hari sebelum rencana restrukturisasi besar yang dijadwalkan mulai berjalan pada awal Juli 2026 ini.

Laporan internal menyebutkan bahwa restrukturisasi masif ini tidak hanya berdampak pada pengurangan karyawan, melainkan berpotensi memicu pembatalan proyek rahasia hingga pembubaran tim. Beberapa studio internal raksasa seperti Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, Undead Labs, hingga Arkane Studios kini dilaporkan berada dalam posisi yang rawan.

Penurunan Pendapatan Berdasarkan Memo Internal CEO Asha Sharma

Urgensi pemulihan bisnis pun dirasakan oleh Asha Sharma ketika hadir di Xbox. (Foto Threads @qndzy)

Kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi Xbox sebenarnya sudah terendus sejak CEO Xbox, Asha Sharma, berbicara mengenai urgensi melakukan pemulihan (reset) bisnis. Melalui bocoran memo internal kepada staf, Sharma mengakui bahwa kondisi jaringan studio mereka saat ini sudah terlalu besar untuk bisa dikelola secara efisien.

Faktor pemicu utama lainnya adalah catatan penurunan pendapatan tahunan Xbox yang merosot sekitar setengah miliar dolar AS dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kondisi pelik tersebut semakin diperparah dengan lonjakan biaya produksi pengembangan perangkat keras konsol yang justru membengkak hingga empat kali lipat.

Respons Serikat Pekerja dan Tren Efisiensi Pasar Global

Rencana pengurangan tenaga kerja ini otomatis memicu gelombang protes dan kekhawatiran dari kalangan internal pengembang. Serikat pekerja yang mewakili staf Xbox secara vokal menyatakan bahwa para kreator tidak ingin diperlakukan sebagai komoditas aset yang mudah digantikan, dan menuntut komitmen perlindungan dari Microsoft.

Meskipun situasi internal tengah memanas, Microsoft berkilah bahwa langkah selektif ini sejalan dengan tren global di mana para penerbit besar mulai berhati-hati mendanai proyek baru. Perusahaan tetap berkomitmen di industri gaming dengan tujuan akhir membangun portofolio produk jangka panjang yang jauh lebih sehat serta berkelanjutan bagi kamu ke depannya.

Baca Juga :

Petisi 'Don't Kill the Disc' Tembus 165 Ribu Tanda Tangan

Xbox Game Pass Tambah 11 Game Baru pada Juli 2026

Sony Investasikan US$35 Juta untuk Transformasi Pabrik PlayStation, Siapkan Era Game Digital Mulai 2028

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait