Home

News

Esports

Lifestyle

Other

DOTA 2

Belum Berakhir! Topson Buka Peluang Comeback ke Kompetitif Dota 2 Setelah TI 2026

MikeApalah - Kamis, 20 Agustus 2026 13:29:52

Topson dengan Dua Aegis DOTA 2

Dua kali juara The International, Topias “Topson” Taavitsainen, membuka peluang untuk kembali menjalani satu musim penuh di skena profesional Dota 2 setelah tampil bersama LGD Gaming di The International 2026.

Topson sebenarnya tidak berencana kembali berkompetisi pada tahun ini. Ia awalnya hanya ingin fokus melakukan streaming dan menggelar watch party untuk menyaksikan TI 2026. Namun, tawaran mendadak dari LGD Gaming sebagai pemain pengganti membuatnya kembali merasakan atmosfer kompetisi profesional.

Topson Tampil di TI 2026 Bersama LGD Gaming
Topson Tampil di TI 2026 Bersama LGD Gaming

Meski perjalanan LGD Gaming harus berakhir di posisi ke-12 setelah gagal melewati fase penentuan menuju playoff, pengalaman singkat tersebut justru kembali menumbuhkan keinginan Topson untuk bertanding secara profesional.

Topson Tak Ingin Mengakhiri Karier di Posisi ke-12

Kembali tampil di panggung The International membuat Topson menyadari bahwa dirinya masih memiliki hasrat untuk berkompetisi.

Meski demikian, pemain asal Finlandia tersebut tidak ingin meninggalkan kehidupan sebagai streamer secara permanen hanya untuk bergabung dengan sembarang tim. Saat ini, Topson mengaku memiliki kehidupan yang relatif stabil sebagai kreator konten sehingga tawaran yang datang harus benar-benar menarik.

“Saya tidak ingin mengakhiri karier di posisi ke-12. Rasanya tidak menyenangkan. Saya jelas sedang mempertimbangkan untuk menjalani satu musim lagi dan kemudian melihat bagaimana perkembangannya. Kita lihat saja apakah ada tim bagus yang menginginkan saya. Tawaran tersebut harus benar-benar bagus agar saya mau bermain, karena sebagai streamer saya memiliki kehidupan yang sangat stabil.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa comeback Topson ke skena profesional Dota 2 belum menjadi keputusan final. Ia masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan sambil tetap menikmati kariernya sebagai streamer.

Namun, pintu untuk kembali ke kompetisi jelas masih terbuka.

Ketika ditanya apakah memenangkan The International untuk ketiga kalinya bisa menjadi cara sempurna untuk mengakhiri karier, Topson memberikan jawaban singkat.

“Ya, saya harus memenangkannya lagi.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ambisi untuk mengangkat Aegis of Champions untuk ketiga kalinya masih menjadi motivasi bagi salah satu midlaner paling ikonik dalam sejarah Dota 2 tersebut.

Comeback Topson ke TI 2026 Terjadi Secara Mendadak

Kehadiran Topson bersama LGD Gaming di The International 2026 sebenarnya terjadi di luar rencana.

Sebelum turnamen dimulai, Topson tidak memiliki niat untuk bermain secara kompetitif. Ia bahkan sudah menyiapkan rencana untuk melakukan streaming pertandingan dan menggelar watch party selama TI 2026 berlangsung.

Situasi berubah ketika LGD Gaming menghubunginya pada Sabtu, hanya beberapa saat sebelum pertandingan.

Tim asal China tersebut membutuhkan pemain pengganti dan Topson akhirnya menerima tawaran tersebut. Namun, ia masih harus menghadapi persoalan administratif karena masa berlaku paspornya hampir habis.

Topson pun harus mengurus paspor baru dalam waktu singkat sebelum melakukan perjalanan menuju Shanghai.

“Saya sama sekali tidak menyangka akan bermain. Saya pikir hanya akan melakukan streaming pertandingan dan mengadakan watch party. Kemudian saya mendapat pesan bahwa mereka membutuhkan pemain pengganti. Ternyata paspor saya hampir kedaluwarsa, jadi saya harus segera mendapatkan yang baru. Saya akhirnya tiba di sini sekitar 16 jam sebelum pertandingan kami.”

Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, Topson praktis tidak memiliki kesempatan untuk menjalani latihan panjang bersama LGD Gaming sebelum turun ke pertandingan.

Topson Nilai LGD Gaming Punya Potensi Tembus Delapan Besar

Meski bergabung sebagai pemain pengganti secara mendadak, Topson merasa proses adaptasinya bersama LGD Gaming berjalan cukup lancar.

Menurutnya, tim tersebut menggunakan pendekatan yang cukup umum dalam Dota 2 modern. Setelah memainkan beberapa pertandingan bersama, komunikasi dan pemahaman antarpemain mulai terbentuk.

Topson bahkan menilai LGD Gaming sebenarnya memiliki peluang untuk menembus delapan besar apabila mampu mempertahankan performa mereka.

Namun, perjalanan LGD Gaming akhirnya harus berhenti lebih awal setelah mereka perlu melewati pertandingan tiebreaker untuk mendapatkan tiket menuju playoff.

Bagi Topson, turnamen tersebut menjadi pengalaman kompetitif yang menarik setelah cukup lama tidak menjalani musim profesional secara penuh waktu.

Topson Kembali Tunjukkan Keunikan Pilihan Hero Midlane

Salah satu hal yang kembali menarik perhatian dari penampilan Topson adalah pilihan hero yang tidak selalu mengikuti meta populer.

Di TI 2026, ia menggunakan sejumlah hero yang cukup tidak biasa untuk posisi midlane, termasuk Dragon Knight dan Gyrocopter.

Topson menjelaskan bahwa ide untuk menggunakan hero tertentu sering kali muncul dari pengalamannya bermain matchmaking. Ia melihat bagaimana pemain lain menggunakan sebuah hero, menganalisis kesalahan serta potensinya, kemudian mencoba mengadaptasinya ke dalam gaya bermain sendiri.

“Saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan apa yang dianggap orang lain sebagai hero terbaik. Kalau saya punya pengalaman memainkan sebuah hero, itu tidak menjadi masalah bagi saya. Saya akan menggunakannya jika menurut saya hero tersebut bagus.”

Pendekatan tersebut memang sudah menjadi salah satu karakteristik Topson sejak dirinya memasuki level tertinggi kompetitif Dota 2. Ia dikenal berani menggunakan hero dan strategi yang tidak selalu menjadi pilihan utama pemain lain.

Topson juga mengungkapkan bahwa Pugna merupakan salah satu hero yang sebenarnya ingin ia gunakan di TI 2026.

Ia cukup sering memainkan Pugna dalam pertandingan pub, tetapi situasi yang tepat untuk memilih hero tersebut tidak pernah muncul selama turnamen.

Topson Kritik Tempo Permainan Dota 2 Modern

Meski kembali menikmati atmosfer kompetisi profesional, Topson ternyata memiliki sejumlah kritik terhadap perkembangan Dota 2 saat ini.

Menurutnya, permainan Dota 2 modern terasa cukup lambat dan tidak mengalami perubahan fundamental jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

Perbedaan terbesar, menurut Topson, lebih banyak terlihat pada hero yang sedang kuat dalam meta. Sementara itu, strategi dan tempo permainan secara keseluruhan masih terasa serupa.

“Rasanya seperti saya bermain di patch yang sama, hanya saja hero yang lebih kuat berbeda. Gameplay, strategi, dan semuanya hampir sama. Dalam hal ini, rasanya sedikit membosankan. Saya hanya akan bilang: kecilkan lagi map-nya dan kembalikan satu courier.”

Komentar tersebut menggambarkan pandangan Topson terhadap arah perkembangan Dota 2. Pemain yang dikenal dengan gaya bermain eksperimental itu tampaknya menginginkan perubahan yang lebih signifikan terhadap struktur permainan.

No[o]ne dan Nisha Jadi Midlaner Favorit Topson

Topson juga memberikan penilaiannya mengenai pemain midlane terbaik yang tampil di The International 2026.

Ia menempatkan No[o]ne sebagai pemain nomor satu. Nisha juga mendapat apresiasi tinggi dan ditempatkan di dua posisi teratas versinya.

Untuk posisi ketiga, Topson memilih Lorenof.

Menariknya, ia tidak memasukkan Malr1ne ke dalam tiga besar. Topson bahkan menyampaikan pilihannya dengan nada bercanda setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Malr1ne.

“No[o]ne harus menjadi yang pertama, itu sudah pasti. Sayang saya tidak bisa bermain melawan No[o]ne dan Nisha, tetapi saya akan menempatkan mereka di dua besar. Biarkan Lorenof menjadi yang ketiga.”

Pilihan tersebut menunjukkan apresiasi Topson terhadap kemampuan mekanik dan pengambilan keputusan para midlaner papan atas yang tampil di TI 2026.

Topson Prediksi PARIVISION vs Team Liquid di Grand Final

Untuk babak akhir The International 2026, Topson memilih PARIVISION dan Team Liquid sebagai dua tim yang menurutnya akan bertemu di Grand Final.

Ia juga secara khusus mengaku menikmati gaya bermain Team Liquid.

Prediksi tersebut menarik karena Topson sendiri baru saja merasakan persaingan di TI 2026 bersama LGD Gaming. Dari pengalamannya secara langsung di turnamen, ia dapat melihat performa tim-tim papan atas yang bersaing untuk memperebutkan Aegis of Champions.

Akankah Topson Benar-Benar Comeback ke Dota 2?

Untuk saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai masa depan Topson di skena kompetitif Dota 2.

Ia masih menikmati kehidupan sebagai streamer dan tidak memiliki alasan untuk meninggalkannya kecuali mendapatkan tawaran yang benar-benar menarik. Namun, pengalaman singkat bersama LGD Gaming di TI 2026 tampaknya kembali membangkitkan ambisinya untuk berkompetisi.

Dengan dua gelar The International yang sudah dimilikinya, motivasi untuk mengejar Aegis of Champions ketiga juga masih ada.

Jika benar kembali ke kompetitif, Topson tentu akan menjadi salah satu nama paling menarik untuk diikuti pada musim Dota 2 berikutnya.

Satu hal yang pasti, Topson belum menganggap perjalanan profesionalnya benar-benar berakhir. Setelah comeback mendadak di TI 2026, bukan tidak mungkin kita kembali melihat sang juara The International dua kali tersebut beraksi di panggung kompetitif secara penuh pada musim berikutnya.

Baca Artikel Asli