Federasi Esports Ukraina (UESF) merilis daftar terbaru pemain yang dijatuhi sanksi. Salah satu nama paling mencolok dalam pembaruan tersebut adalah Oleksandr "s1mple" Kostyliev, legenda Counter-Strike asal Ukraina yang kini resmi masuk dalam daftar pemain yang dilarang mengikuti kompetisi di bawah naungan UESF.
Selain s1mple, daftar tersebut juga mencakup sejumlah pemain ternama dari skena Counter-Strike 2 (CS2) dan Dota 2, dengan alasan pelanggaran yang beragam, mulai dari bermain bersama rekan setim asal Rusia hingga mewakili organisasi esports Rusia.

s1mple dan Sejumlah Pemain Dijatuhi Larangan Selama 12 Bulan
UESF menjelaskan bahwa s1mple masuk dalam kategori pemain yang berpartisipasi dalam pertandingan resmi bersama pemain asal Rusia. Untuk kategori ini, federasi menjatuhkan sanksi berupa larangan bertanding selama 12 bulan, yang berlaku hingga Juni 2027.
Federasi juga menegaskan bahwa masa hukuman tersebut akan diperpanjang satu tahun setiap kali pemain kembali tampil dalam pertandingan resmi bersama rekan setim asal Rusia.
Sebelumnya, s1mple belum pernah menerima sanksi dari UESF.
Daftar Pemain yang Masuk Sanksi UESF
Bermain Bersama Rekan Setim Asal Rusia
Kategori ini menjadi yang paling banyak diisi pemain profesional, di antaranya:
- s1mple
- bodyaN
- s-chilla
- baz
- zont1x
- SynyX
- s1zzi
- sFade8
- Rulik
- Mira
- lorenof
- Yatoro
- Yuragi
- dualazee
- Norma
- Resolut1on
- yowaIi
- laise
- Darklord
- Kidaro
- niche
- fortniteMan
- Shigetsu
- No[o]ne
- Batyuk
Mewakili Organisasi Esports Rusia
Pemain yang masuk kategori ini meliputi:
- nifee
- str
- lif3
- flee
- MOV
Pelanggaran Aturan Perlintasan Perbatasan
UESF juga menjatuhkan sanksi kepada beberapa pemain karena dianggap melanggar regulasi terkait penyeberangan perbatasan, yaitu:
- Polbandana
- but9
- Andriy Zdrok (MLBB)
- Qweall
Selain kategori di atas, daftar tersebut turut memuat pemain yang menerima hukuman akibat praktik cheating, match-fixing, dan berbagai pelanggaran disiplin lainnya.
Beberapa Nama Sudah Pernah Disanksi Sebelumnya
Beberapa pemain seperti Mira dan Yatoro sebenarnya telah lebih dahulu masuk daftar sanksi UESF pada periode sebelumnya.
Di sisi lain, nama w0nderful justru tidak lagi tercantum dalam daftar terbaru. Sang AWPer sebelumnya mendapat sanksi pada 2023 karena sempat memperkuat Team Spirit pada periode 2022–2023. Penghapusan namanya diduga karena sudah lama tidak bermain bersama pemain asal Rusia.
Dampak Larangan UESF Dinilai Terbatas
Meski melibatkan sejumlah pemain papan atas dunia, sanksi dari UESF diperkirakan tidak akan memberikan dampak besar terhadap karier profesional mereka.
Pasalnya, UESF hanya mengatur kompetisi nasional Ukraina dengan skala yang relatif kecil dan berada di bawah level turnamen tier-2 internasional. Federasi tersebut sebelumnya juga terlibat dalam penyelenggaraan seri kompetisi IESF yang kini telah dihentikan.
Meski demikian, larangan ini berpotensi memengaruhi kesempatan para pemain untuk tampil di Esports Nations Cup, turnamen antarnegara yang bekerja sama dengan berbagai federasi esports nasional. Bagi pemain yang masuk daftar sanksi, ajang tersebut kemungkinan menjadi kompetisi paling bergengsi yang tidak dapat mereka ikuti selama masa hukuman berlaku.