Dota 2 harus menghadapi penurunan jumlah pemain setelah menikmati pertumbuhan selama tiga bulan berturut-turut. Berdasarkan data Steam Charts, rata-rata pemain online Dota 2 sepanjang September 2026 berada di angka 571,2 ribu pemain, turun sekitar 45,9 ribu dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada saat yang sama, jumlah pemain online tertinggi atau peak player tercatat sekitar 919 ribu pengguna. Angka tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan Agustus yang mencapai 981,1 ribu pemain.
Secara persentase, rata-rata pemain bulanan Dota 2 turun sekitar 7,4 persen dari Agustus ke September. Penurunan ini sekaligus mengakhiri tren pertumbuhan yang sebelumnya berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.

Tiga Bulan Bertumbuh, September Justru Berbalik Turun
Sebelum memasuki September, Dota 2 sedang berada dalam momentum positif.
Steam Charts mencatat rata-rata pemain pada Mei berada di sekitar 422,7 ribu, kemudian meningkat menjadi 466 ribu pada Juni, 545,5 ribu pada Juli, dan akhirnya mencapai 617,1 ribu pemain pada Agustus.
Artinya, dalam tiga bulan sejak Mei hingga Agustus, rata-rata jumlah pemain Dota 2 terus bertambah secara berurutan.
Agustus bahkan menjadi salah satu periode paling kuat Dota 2 dalam beberapa tahun terakhir. Rata-rata pemain mencapai sekitar 617.077, dengan peak 981.123 pemain. Data tersebut juga menunjukkan pertumbuhan sekitar 13,12 persen dibandingkan Juli.
Namun, momentum tersebut tidak berlanjut pada September.
Rata-rata pemain kembali turun ke kisaran 571,2 ribu. Sementara itu, peak player juga turun sekitar 62,1 ribu dari bulan sebelumnya.
Baca juga:
Skena Toxic DOTA 2: Coach Astini Klaim Lebih dari 40 Pemain Terlibat Jaringan Match-Fixing di Peru
Popularitas Honor of Kings Disebut Jadi Salah Satu Kompetitor Baru Dota 2 di China
Peak Dota 2 Kembali di Bawah Satu Juta Pemain
Selain penurunan rata-rata pemain, angka peak juga menjadi perhatian.
Pada Agustus, Dota 2 hampir menyentuh angka 1 juta pemain secara bersamaan dengan 981.123 pengguna. Sebulan kemudian, angka tersebut turun menjadi sekitar 919 ribu.
Dengan demikian, September menjadi periode ketika Dota 2 kembali berada cukup jauh dari ambang satu juta pemain secara bersamaan.
Meski demikian, angka sekitar 919 ribu tetap menunjukkan bahwa Dota 2 masih mampu menarik ratusan ribu pemain pada waktu yang sama. Karena Steam Charts mengukur pengguna secara bersamaan di Steam, data ini tidak menggambarkan seluruh basis pemain aktif Dota 2 secara keseluruhan.
September Minim Update Besar dari Valve
Salah satu hal yang terlihat sepanjang September adalah minimnya konten besar yang berpotensi mendorong pemain kembali ke dalam game.
Valve memang merilis Patch 7.41f pada 15 September 2026, tetapi pembaruan tersebut lebih berfokus pada perubahan gameplay dan keseimbangan hero maupun item, ditambah sejumlah perbaikan bug. Valve sendiri mencatat beberapa perubahan seperti penyesuaian Lina, Bounty Hunter, Lifestealer, serta perbaikan berbagai interaksi item dan skill.
Patch semacam ini tetap penting bagi ekosistem kompetitif Dota 2. Namun, dari sisi daya tarik terhadap pemain secara luas, pembaruan keseimbangan kecil tidak selalu menghasilkan lonjakan aktivitas seperti event besar atau perubahan gameplay berskala besar.
Karena itu, minimnya konten utama pada September menjadi salah satu konteks yang relevan ketika melihat penurunan jumlah pemain bulan tersebut. Meski begitu, data Steam Charts sendiri tidak dapat membuktikan bahwa absennya update besar merupakan satu-satunya penyebab penurunan.
Dark Carnival dan The International Sempat Dorong Aktivitas
Penurunan September juga menjadi lebih menarik ketika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.
Pada akhir Juni, Valve menghadirkan Dark Carnival, sebuah event yang memberikan sejumlah aktivitas dan hadiah tambahan bagi pemain. Valve kemudian terus melakukan penyesuaian terhadap event tersebut melalui sejumlah update.
Tidak lama setelahnya, Dota 2 memasuki periode kompetisi besar dengan digelarnya The International 2026 pada Agustus. Turnamen tersebut menjadi salah satu agenda terbesar dalam kalender kompetitif Dota 2 dan berlangsung pada bulan yang sama ketika rata-rata pemain mencapai 617,1 ribu.
Kehadiran event dan turnamen besar tersebut berdekatan dengan periode pertumbuhan pemain pada Juni, Juli, dan Agustus. Namun, hubungan antara kedua hal tersebut tetap tidak dapat dianggap sebagai hubungan sebab-akibat langsung hanya berdasarkan data bulanan.
Yang terlihat jelas adalah September tidak memiliki pemicu besar dengan skala serupa.
Dota 2 Kehilangan Momentum Setelah TI 2026
The International 2026 menjadi salah satu titik penting dalam kalender Dota 2 tahun ini. Setelah turnamen selesai pada akhir Agustus, September menjadi bulan pertama yang relatif lebih sepi dari sisi event besar.
Pada saat yang sama, kompetisi profesional tetap berjalan. Turnamen seperti PGL Wallachia Season 9 berlangsung pada September, tetapi skala dan dampaknya terhadap basis pemain umum tentu berbeda dibandingkan The International.
Kombinasi antara berakhirnya TI, tidak adanya event besar baru, serta hanya hadirnya patch 7.41f dapat menjadi konteks yang membantu menjelaskan mengapa aktivitas pemain mengalami penurunan.
Namun, perlu dicatat bahwa Steam Charts hanya menunjukkan perubahan jumlah pemain concurrent, bukan alasan langsung di balik perilaku pemain tersebut.
Seberapa Besar Penurunannya?
Jika dibandingkan secara langsung, perubahan Dota 2 dari Agustus ke September dapat dilihat cukup jelas.
Rata-rata pemain turun dari sekitar 617,1 ribu menjadi 571,2 ribu, atau berkurang sekitar 45,9 ribu pemain.
Sementara peak player turun dari 981.123 menjadi sekitar 919 ribu, atau berkurang sekitar 62,1 ribu pemain.
Penurunan tersebut memang cukup terasa, tetapi belum menghapus pertumbuhan yang terjadi sepanjang musim panas. Rata-rata pemain pada September masih lebih tinggi dibandingkan Mei, ketika Dota 2 berada di kisaran 422,7 ribu pengguna.
Dengan kata lain, September lebih tepat dibaca sebagai koreksi setelah pertumbuhan panjang, bukan sekadar kembalinya Dota 2 ke titik terendah tahun ini.
Masa Depan Jumlah Pemain Dota 2 Masih Menarik Dipantau
Pertanyaan berikutnya adalah apakah penurunan September akan berlanjut atau hanya menjadi jeda sementara.
Jawabannya akan sangat bergantung pada konten yang disiapkan Valve pada bulan-bulan berikutnya. Kehadiran major update, event baru, perubahan gameplay besar, maupun agenda kompetitif dengan daya tarik tinggi dapat kembali meningkatkan aktivitas pemain.
Steam Charts sendiri menunjukkan bahwa jumlah pemain Dota 2 dapat berubah cukup signifikan ketika momentum baru muncul. Sepanjang Juni hingga Agustus 2026 saja, rata-rata pemain meningkat dari 466 ribu menjadi lebih dari 617 ribu.
Karena itu, data September belum cukup untuk menunjukkan arah jangka panjang Dota 2.
Yang sudah pasti, tren kenaikan tiga bulan berturut-turut kini terhenti. Setelah menikmati peningkatan aktivitas yang cukup signifikan sepanjang musim panas, Dota 2 harus menghadapi September dengan jumlah pemain yang lebih rendah dan peak yang kembali berada di bawah satu juta.
Kini perhatian tertuju pada Valve dan konten berikutnya. Apakah Dota 2 akan kembali mendapatkan momentum pada Oktober, atau penurunan September justru menjadi awal tren baru, masih akan ditentukan oleh apa yang hadir di dalam game pada bulan-bulan berikutnya.