Penampilan FELLOW bersama Bigetron by Vitality mendapat banyak perhatian menjelang Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall. Sejumlah coach bahkan menilai sang pemain mampu menunjukkan performa di atas ekspektasi. Namun, Bigetron tidak ingin pujian tersebut membuat FELLOW berhenti berkembang.
Coach Chrisjo mengungkapkan bahwa tim justru memperketat aturan selama sesi latihan dan membuat proses training semakin berfokus pada aspek gameplay. Langkah tersebut dilakukan agar performa FELLOW tetap stabil ketika memasuki pertandingan penting di Grand Finals.

Profil Bigetron by Vitality Menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall: Roster Baru, Ambisi Lama
Di saat yang sama, Bigetron juga tetap mempersiapkan TIUSZ, pemain yang sejauh ini belum banyak mendapatkan kesempatan tampil di pertandingan resmi.
Bigetron Perketat Training untuk Jaga Konsistensi FELLOW
Menurut Coach Chrisjo, pujian yang datang dari sejumlah pelatih terhadap FELLOW menjadi tanda bahwa perkembangan pemain tersebut mulai terlihat.
Namun, Bigetron melihatnya sebagai bagian dari proses, bukan sebagai hasil akhir.
“Kami menerapkan rules dalam training yang lebih ketat dan berfokus pada gameplay. Pujian menunjukkan FELLOW berkembang, tetapi masih ada hal-hal yang harus diperbaiki agar permainannya lebih mantap.”
Penerapan aturan latihan yang lebih ketat menjadi salah satu cara Bigetron menjaga fokus FELLOW setelah dirinya mulai mendapatkan sorotan lebih besar.
Performa yang baik di fase sebelumnya tentunya perlu dibuktikan kembali di Grand Finals. Karena itu, tim memilih tetap menempatkan evaluasi dan peningkatan kemampuan sebagai prioritas.
Bagi Bigetron, perkembangan seorang pemain tidak cukup hanya dilihat dari satu atau dua pertandingan. Konsistensi menjadi tantangan berikutnya, terutama ketika tekanan kompetisi semakin tinggi.
Pemain Senior Ikut Beri Masukan kepada FELLOW
Bukan hanya coaching staff yang berperan dalam perkembangan FELLOW. Dari sisi pemain, anggota roster yang lebih senior juga terus memberikan masukan kepada sang pemain muda.
Cibenk mengatakan para pemain senior di Bigetron berusaha membagikan pengalaman dan insight yang mereka miliki agar FELLOW dapat terus berkembang.
“Dari sisi pemain, kami yang lebih senior banyak memberi masukan dan insight kepada FELLOW agar ia terus berkembang.”
Dukungan dari pemain senior menjadi bagian penting dalam proses adaptasi FELLOW di level kompetisi internasional.
Selain membantu dari sisi permainan, pengalaman para pemain senior juga dapat menjadi referensi ketika FELLOW menghadapi situasi yang belum pernah ditemuinya sebelumnya di panggung besar.
TIUSZ Tetap Berlatih Meski Kesempatan Bermain Terbatas
Sementara perhatian banyak tertuju kepada FELLOW, Bigetron juga tidak mengabaikan perkembangan TIUSZ.
Coach Chrisjo memastikan TIUSZ tetap menjalani latihan meski sejauh ini belum memperoleh banyak kesempatan tampil dalam pertandingan resmi.
Kondisi tersebut berkaitan dengan format latihan. Menurut Chrisjo, satu room hanya dapat menampung empat pemain dari satu tim. Akibatnya, ketika roster utama sedang menjalani sesi latihan, TIUSZ terkadang harus mencari alternatif agar tetap mendapatkan jam terbang.
“TIUSZ juga tetap berlatih. Karena satu room hanya menampung empat pemain dari satu tim, ia kadang berlatih di tim terpisah atau bergabung dengan Bigetron Academy agar latihannya terus berjalan.”
Dengan cara tersebut, TIUSZ tetap memiliki kesempatan untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan meski belum menjadi pilihan utama dalam pertandingan resmi.
Bigetron Siapkan Dua Jalur Pengembangan Pemain
Situasi FELLOW dan TIUSZ menunjukkan bagaimana Bigetron by Vitality menjalankan pengembangan pemain dari dua sisi.
FELLOW mendapat kesempatan lebih besar untuk tampil sekaligus menghadapi tuntutan menjaga konsistensi performa. Sementara TIUSZ tetap dipersiapkan melalui sesi latihan agar selalu berada dalam kondisi siap ketika dibutuhkan.
Bagi Bigetron, proses tersebut membuat perkembangan pemain tidak hanya bergantung pada menit bermain di pertandingan resmi. Latihan, evaluasi, serta masukan dari rekan setim tetap menjadi bagian penting dari persiapan menuju kompetisi berikutnya.
Kini, tantangan FELLOW adalah membuktikan bahwa performa impresifnya dapat bertahan di panggung Grand Finals. Di sisi lain, TIUSZ harus terus menjaga kesiapan agar peluang yang datang nantinya bisa langsung dimanfaatkan.