Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

Gears of War E-Day Disebut Habiskan Rp6,5 Triliun, Jadi Salah Satu Game Termahal Sepanjang Masa

Aldonov Danoza - Senin, 15 Juni 2026 18:45:49

Proyek ambisius Gears of War: E-Day dikabarkan menelan biaya pengembangan fantastis hingga menembus angka USD 400 juta demi menghadirkan kualitas visual generasi terbaru. (Foto Xbox)

Industri game modern kembali dihebohkan oleh kabar mengenai membengkaknya biaya pengembangan sebuah judul gim skala besar (AAA). Kali ini, sorotan tajam tertuju pada proyek Gears of War: E-Day, gim terbaru dari waralaba fiksi ilmiah populer yang dikabarkan memiliki anggaran pengembangan fantastis lebih dari USD 400 juta atau setara dengan Rp6,5 triliun menggunakan patokan kurs terbaru.

Jika angka tersebut terbukti benar, maka E-Day otomatis akan langsung masuk ke dalam daftar elite video game dengan biaya produksi terbesar sepanjang sejarah industri hiburan modern. Informasi ini pertama kali mencuat ke publik melalui laporan serta komentar dari jurnalis industri game ternama, Tom Henderson, yang menyebut bahwa biaya pengembangan proyek ini telah mencapai angka yang luar biasa besar.

Pembangunan Aset dari Nol Menggunakan Keunggulan Unreal Engine 5

Meskipun hingga saat ini pihak Microsoft maupun studio pengembang The Coalition belum memberikan konfirmasi resmi terkait nominal anggaran tersebut, bocoran ini langsung memicu diskusi luas di kalangan gamer dan analis industri global. Besarnya biaya tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika melihat skala proyek masif yang sedang dikerjakan di balik layar.

Gim Gears of War: E-Day sendiri dibangun sepenuhnya menggunakan fondasi teknologi mutakhir Unreal Engine 5 dan dikembangkan sebagai prekuel yang menceritakan peristiwa Emergence Day, yaitu momen krusial ketika bangsa monster Locust pertama kali muncul menginvasi permukaan planet Sera. Pihak The Coalition bahkan mengungkapkan bahwa hampir seluruh aset penting di dalam game sengaja dibangun kembali dari nol demi menghadirkan kualitas visual generasi terbaru yang belum pernah ada sebelumnya.

Kembalinya Duo Ikonik dan Kampanye Cerita Terpanjang Sejarah Waralaba

Gim ini juga menandai kembalinya dua karakter ikonik legendaris seri Gears, yaitu Marcus Fenix dan Dominic Santiago, yang akan ditampilkan dalam versi usia yang jauh lebih muda. Alur cerita utama akan berfokus penuh pada kepanikan massal selama tiga hari pertama invasi Locust yang mengubah tatanan dunia Sera selamanya.

Melalui implementasi pendekatan yang lebih sinematik, teknologi animasi pergerakan wajah yang ditingkatkan, lingkungan peta yang jauh lebih detail, serta sistem pertarungan yang diperbarui, tidak heran jika biaya pengembangannya terus melonjak selama proses produksi berjalan. Selain faktor kualitas visual, skala pemenuhan konten game juga menjadi salah satu faktor utama yang membuat anggaran membengkak, dengan rincian durasi sebagai berikut:

Keterlibatan Studio Veteran dan Strategi Ekosistem Xbox Game Pass

Proses pengembangan proyek berskala raksasa ini juga dilaporkan melibatkan bantuan dari studio veteran People Can Fly, tim pengembang yang sebelumnya sudah sering berkontribusi pada beberapa seri gim Gears terdahulu. Kehadiran studio tambahan berskala besar ini biasanya menjadi indikasi kuat bahwa proyek yang sedang digarap memiliki cakupan yang sangat luas dan membutuhkan pasokan sumber daya manusia yang jauh lebih banyak.

Di sisi lain, laporan mengenai anggaran fantastis USD 400 juta ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan pengamat mengenai potensi profitabilitas dari game tersebut di masa depan. Beberapa analis menilai angka itu membuat E-Day wajib meraih angka penjualan unit yang sangat tinggi untuk sekadar mencapai titik impas, terlebih karena Microsoft saat ini sangat mengandalkan ekosistem Xbox dan sistem layanan langganan Xbox Game Pass sebagai bagian penting dari strategi distribusinya.

Meski demikian, Microsoft tampaknya sangat percaya diri terhadap potensi magis dari waralaba legendaris ini. Gears of War masih memegang status sebagai salah satu merek dagang terbesar yang dimiliki oleh Xbox, dan E-Day sengaja diposisikan sebagai proyek ambisius yang diharapkan mampu mengembalikan seri tersebut ke puncak popularitas tertingginya setelah tujuh tahun lamanya tanpa kehadiran gim utama baru sejak Gears 5 dirilis pada 2019 silam.

Dengan dukungan teknologi terbaru, skala produksi yang masif, serta fokus pada kisah paling penting dalam sejarah lore Gears of War, E-Day berpotensi kuat menjadi salah satu peluncuran gim terbesar dan paling meledak pada tahun ini. Kini, para penggemar di seluruh dunia tinggal menunggu apakah investasi raksasa bernilai triliunan rupiah tersebut benar-benar akan terbayar lunas ketika gim ini resmi dirilis ke pasar global pada tanggal 6 Oktober 2026 mendatang.

Baca Artikel Asli