Xbox Ubah Perspektif: Kompetisi Utama Bukan Console, Tapi Waktu dan Perhatian Pemain
Other

Xbox Ubah Perspektif: Kompetisi Utama Bukan Console, Tapi Waktu dan Perhatian Pemain

Aldonov Danoza - Senin, 27 Oktober 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dalam sebuah wawancara bersama The New York Times, Matt Booty—Presiden Xbox Game Content & Studios—mengungkap perubahan besar dalam pandangan bisnis di balik merek Xbox. Booty menyatakan bahwa pesaing utama Xbox bukanlah console lain, melainkan segala bentuk hiburan yang merebut perhatian pengguna, mulai dari aplikasi seperti TikTok hingga film dan serial.

Kami semua berusaha untuk menemui orang di tempat mereka berada. Kompetisi terbesar kami bukan console lain… Kami semakin banyak bersaing dengan segala sesuatu dari TikTok hingga film,

ungkap Booty.

Pergeseran Strategi: Dari Console Eksklusif ke Multiplatform

Pernyataan ini muncul bersamaan dengan pengumuman bahwa franchise andalan Xbox, Halo, akan hadir di platform saingan, yakni PlayStation 5, untuk pertama kalinya. Langkah ini mengonfirmasi bahwa Xbox tidak lagi memandang satu merek console rival sebagai musuh utama.

Booty menjelaskan bahwa keterikatan pengguna terhadap perangkat kini melemah, di mana pemain dapat beralih antar platform (console, PC, cloud gaming, atau smartphone). Oleh karena itu, Xbox memilih strategi multiplatform: hadir di mana pun pemain berada, tidak eksklusif hanya untuk perangkat mereka sendiri.

Strategi ini juga didukung oleh fokus besar Xbox pada layanan langganan seperti Game Pass, yang memungkinkan akses ke banyak game lewat berbagai perangkat. Sejalan dengan ini, sejumlah game eksklusif Xbox era sebelumnya—seperti Forza Horizon 5 dan Gears of War: Reloaded—telah mulai hadir di console milik kompetitor.

Tantangan dan Masa Depan Bisnis

Meskipun strateginya berani, Xbox menghadapi tantangan, termasuk pemutusan hubungan kerja massal (PHK) hingga sekitar 9.000 karyawan yang dilakukan Microsoft tahun ini sebagai bagian dari upaya efisiensi.

Bagi pengamat industri, pergeseran fokus Xbox dari melawan pesaing console ke bersaing dengan “waktu dan perhatian” pemain mencerminkan evolusi besar industri game. Masa depan Xbox akan banyak ditentukan oleh bagaimana mereka mengoptimalkan layanan lintas platform dan model langganan—bukan sekadar siapa yang menjual console terbanyak, melainkan siapa yang menjadi bagian dari rutinitas hiburan pemain sehari-hari.

Baca Juga :

Kepemilikan Penuh Saudi Bikin Khawatir Karyawan EA, Kenapa?

Debut Global HoK: ACE di gamescom 2026, Bareng HoK World dan AoV! Sudah Siap?

PlayStation 6 Belum Punya Tanggal Rilis, Sony Masih Hadapi Krisis Komponen

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait