Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Free Fire

Grand Final FFWS SEA 2026: Indonesia, "Rumah" yang Nyaman untuk Buriram United

MikeApalah - Senin, 14 September 2026 18:53:28

Buriram Juara FFWS Global Finals 2025

Ada satu fakta menarik yang kembali mencuat menjelang Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall. Sepanjang kiprahnya di panggung FFWS, Buriram United Esports telah mengoleksi dua gelar juara utama, dan keduanya diraih ketika pertandingan berlangsung di Indonesia.

Gelar pertama lahir di Surabaya pada 2024, sedangkan trofi keduanya datang setahun kemudian di Jakarta dalam ajang FFWS Global Finals 2025.

Kini, Buriram kembali ke Surabaya. Kota yang sama tempat mereka pertama kali mengangkat trofi FFWS Asia Tenggara.

Akankah sejarah kembali berpihak kepada wakil Thailand tersebut?

Trofi Pertama Buriram Lahir di Surabaya

Buriram Juara FFWS SEA 2024 Fall
Buriram Juara FFWS SEA 2024 Fall

Buriram United Esports mencatat sejarah pada 13 Oktober 2024 ketika memenangkan FFWS SEA 2024 Fall di Surabaya Convention Center, Pakuwon Mall.

Saat itu, Buriram tampil sebagai salah satu tim terkuat sepanjang turnamen dan menutup Grand Finals dengan 100 poin, hasil dari satu Booyah, 34 poin placement, dan 49 poin eliminasi. Mereka mengungguli Team Falcons yang finis kedua dengan 89 poin.

Gelar tersebut memiliki arti khusus karena menjadi trofi pertama Buriram United Esports di kompetisi Free Fire tingkat Asia Tenggara.

Sebelumnya, Buriram memang sudah menunjukkan potensi dengan finis di posisi ketiga pada FFWS SEA Spring 2024 di Vietnam. Namun, trofi baru benar-benar mereka amankan ketika panggung berpindah ke Surabaya.

Dengan kata lain, Indonesia menjadi saksi lahirnya Buriram sebagai juara regional Free Fire.

Setahun Kemudian, Gelar Dunia Juga Datang di Indonesia

FFWS Global Finals 2025
FFWS Global Finals 2025

Kisah tersebut ternyata belum selesai.

Pada 15 November 2025, Buriram kembali tampil di Indonesia. Kali ini panggungnya jauh lebih besar: FFWS Global Finals 2025 di Indonesia Arena, Jakarta.

Buriram kembali berhasil keluar sebagai juara setelah melewati tujuh pertandingan Grand Finals. Mereka mengumpulkan 103 poin, hanya unggul satu angka dari Fluxo yang finis dengan 102 poin.

Format Champion Rush menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut. Buriram akhirnya mengunci gelar dunia setelah mendapatkan Booyah yang memastikan mereka melewati pertandingan terakhir sebagai juara.

Lebih istimewa lagi, Wassana dinobatkan sebagai Grand Finals MVP sekaligus Predator setelah tampil sebagai salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang pertandingan.

Artinya, dua gelar terbesar Buriram di era FFWS—gelar regional 2024 dan gelar dunia 2025—sama-sama diraih di Indonesia.

Dua Gelar, Dua Kota, Satu Negara

Jika melihat kembali perjalanan tersebut, muncul pola yang sulit diabaikan.

Pada 2024, Buriram menjadi juara di Surabaya.

Pada 2025, mereka kembali menjadi juara di Jakarta.

Keduanya merupakan gelar yang sangat penting dalam sejarah organisasi. Yang pertama merupakan trofi regional pertama, sedangkan yang kedua merupakan gelar juara dunia pertama mereka.

Namun, menariknya, Buriram tidak selalu berada di puncak setiap kali mengikuti kompetisi.

Pada FFWS SEA 2026 Spring, misalnya, mereka hanya finis di posisi kelima. Gelar tersebut justru dimenangkan Secret WAG di Vietnam.

Karena itu, hubungan Buriram dengan Indonesia lebih tepat disebut sebagai sebuah pola unik pada dua gelar FFWS yang mereka menangi, bukan bukti bahwa mereka selalu menjadi juara setiap kali bermain di Indonesia.

Kembali ke Surabaya, Tempat Sejarah Dimulai

Kini Buriram kembali mendapatkan kesempatan bermain di Surabaya dalam Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.

Menariknya, venue kali ini memang berbeda dari 2024. Jika dua tahun lalu mereka tampil di Surabaya Convention Center, kali ini Grand Finals berlangsung di Tunjungan Plaza Convention Hall pada 19–20 September 2026.

Namun, kotanya tetap sama.

Bagi Buriram, hal tersebut tentu membawa memori tersendiri. Mereka kembali ke kota tempat trofi regional pertama dalam sejarah organisasi lahir.

Lebih dari sekadar faktor nostalgia, tantangan kali ini juga jauh lebih berat. Buriram harus menghadapi tim-tim kuat dari Thailand, Vietnam, dan Indonesia yang sama-sama datang dengan target mengangkat trofi.

Indonesia Punya Empat Wakil untuk Menghentikan Pola

Jika Buriram ingin memperpanjang kisah sukses mereka di Indonesia, ada empat tim tuan rumah yang siap menjadi penghalang.

Bigetron by Vitality, ONIC Olympus, RRQ Kazu, dan MBR Omega akan tampil di hadapan pendukung sendiri.

Keempat tim tersebut tentu tidak ingin sejarah 2024 kembali terulang ketika trofi justru dibawa pulang oleh wakil Thailand.

Apalagi, Grand Finals tahun ini menghadirkan persaingan yang cukup beragam. Selain Buriram, ada All Gamers Global, Team Falcons, Twisted Minds, tiga wakil Vietnam, serta tim-tim Indonesia yang akan berjuang di kandang sendiri.

Dengan format Point Rush pada hari pertama dan Champion Rush pada hari kedua, setiap keputusan sejak fase awal pertandingan berpotensi menentukan siapa yang mampu bertahan sampai perebutan gelar.

Apakah Surabaya Kembali Membawa Keberuntungan?

Pertanyaan terbesar menjelang Grand Finals kini cukup sederhana.

Apakah Surabaya akan kembali menjadi kota keberuntungan bagi Buriram United Esports?

Dua tahun lalu, kota ini menjadi saksi gelar pertama mereka di FFWS SEA. Setahun kemudian, mereka melanjutkan kisah tersebut dengan menjadi juara dunia di Jakarta.

Kini mereka kembali ke Indonesia untuk mengejar gelar regional berikutnya.

Namun, kali ini para pesaing sudah mengetahui kualitas Buriram. Indonesia juga memiliki empat wakil yang punya kepentingan langsung untuk menghentikan dominasi tersebut.

Jika Buriram berhasil kembali menjadi juara, cerita tentang hubungan mereka dengan Indonesia akan semakin sulit dianggap sebagai kebetulan.

Sebaliknya, jika tim lain berhasil memutus tren tersebut, Surabaya justru akan menjadi tempat lahirnya cerita baru.

Dua gelar FFWS Buriram lahir di Indonesia. Grand Finals 2026 akan menentukan apakah cerita itu berlanjut atau akhirnya berakhir di Surabaya.

Baca Artikel Asli