Perjalanan EVOS Divine di ajang Free Fire World Series (FFWS) SEA 2026 Fall sejauh ini belum berjalan sesuai harapan. Sebagai salah satu tim esports Free Fire terbesar dari Indonesia, Macan Putih masih kesulitan menemukan performa terbaiknya di tengah persaingan ketat musim ini.
Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah Rasyah dan Reyyy tidak lagi berada dalam roster utama EVOS Divine. Perubahan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan penggemar: apakah permainan EVOS selama ini terlalu bergantung pada sosok Rasyah?
Coach Leem
Namun, anggapan tersebut langsung dibantah oleh jajaran tim. Coach Leem menilai keterpurukan EVOS Divine bukan disebabkan oleh absennya satu pemain, melainkan karena seluruh elemen tim sedang mengalami penurunan performa.
Menurut saya tidak. Memang kami sedang underperform semuanya. Yang under bukan satu orang saja, semua juga under. Jadi bukan persoalan satu individu,
ujar Coach Leem.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa EVOS Divine melihat persoalan mereka sebagai masalah kolektif, bukan akibat hilangnya satu pemain dari komposisi utama.
Coach Leem Bantah EVOS Divine Terlalu Rasyah-sentris
Perubahan roster EVOS Divine memang membuat Rasyah menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan. Sebelumnya, pemain muda tersebut menjadi salah satu figur penting dalam permainan EVOS sehingga absennya dari roster utama secara otomatis menimbulkan spekulasi mengenai ketergantungan tim.
Meski demikian, Coach Leem tidak melihat kondisi tersebut sebagai persoalan Rasyah-sentris. Menurutnya, pemain EVOS Divine lainnya juga belum mampu menunjukkan performa maksimal sehingga penurunan hasil tidak dapat dibebankan kepada satu individu.
Pandangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa EVOS saat ini membutuhkan perbaikan secara menyeluruh. Permasalahan tidak hanya berada pada komposisi pemain, tetapi juga menyangkut bagaimana seluruh anggota tim bermain dan berkomunikasi ketika pertandingan berlangsung.
EVOS Divine Kesulitan Beradaptasi dengan META Dua Sniper
Sementara itu, Abaax secara terbuka menjelaskan dua persoalan yang saat ini paling menghambat permainan EVOS Divine, yaitu perubahan gaya bermain dan chemistry tim yang belum sepenuhnya terbentuk.
Salah satu tantangan terbesar datang dari META dua sniper yang digunakan dalam persaingan FFWS SEA 2026 Fall. Gaya bermain tersebut membuat ruang gerak EVOS semakin terbatas dan menyulitkan mereka menjalankan rotasi seperti yang diinginkan.
Dalam kondisi permainan yang menuntut pergerakan lebih disiplin, kehadiran dua sniper dapat memberikan tekanan sejak jarak jauh. EVOS pun harus menemukan cara baru untuk membuka ruang, menentukan timing rotasi, sekaligus menghindari kehilangan pemain terlalu awal.
Namun, adaptasi terhadap META tersebut belum berjalan maksimal karena EVOS juga masih menghadapi masalah internal di dalam permainan.
Chemistry Belum Menyatu, Komunikasi Jadi Masalah
Abaax menyebut persoalan chemistry sebagai salah satu pekerjaan rumah terbesar EVOS Divine setelah perubahan roster.
Kami belum nyatu secara in-game. Kami masih sering shock setiap kali terjadi peperangan, jadi komunikasinya belum benar-benar berjalan baik.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kendala EVOS bukan hanya soal strategi sebelum pertandingan, tetapi juga bagaimana pemain mengambil keputusan secara spontan ketika pertempuran terjadi.
Dalam Free Fire kompetitif, komunikasi menjadi aspek yang sangat menentukan karena keputusan harus dibuat dalam waktu singkat. Ketika koordinasi belum berjalan secara otomatis, satu kesalahan kecil dapat membuat formasi tim berantakan dan berujung pada hilangnya pemain.
Kondisi tersebut juga diakui oleh Coach Leem yang menyebut miss communication masih menjadi salah satu masalah EVOS Divine saat menghadapi situasi krusial di dalam pertandingan.
Pergantian Roster Membutuhkan Waktu untuk Menemukan Chemistry
Perubahan susunan pemain memang selalu membawa konsekuensi terhadap permainan sebuah tim. Setiap pemain membutuhkan waktu untuk memahami gaya bermain rekan satu tim, kebiasaan dalam mengambil keputusan, hingga pola komunikasi ketika berada di situasi sulit.
Bagi EVOS Divine, proses tersebut menjadi semakin menantang karena adaptasi harus dilakukan di tengah kompetisi dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Artinya, EVOS tidak hanya dituntut menemukan cara untuk menghadapi META dua sniper, tetapi juga harus membangun kembali fondasi permainan mereka. Ketika komunikasi dan chemistry mulai terbentuk, tim diharapkan dapat menjalankan rotasi dan eksekusi strategi dengan lebih konsisten.
EVOS Divine Bukan Sekadar Mencari Pengganti Rasyah
Situasi yang dihadapi EVOS Divine akhirnya menunjukkan bahwa persoalan mereka jauh lebih kompleks daripada sekadar mencari pengganti Rasyah.
Coach Leem menilai semua pemain saat ini perlu meningkatkan performanya, sementara Abaax menyoroti chemistry dan komunikasi yang belum menyatu sebagai salah satu faktor utama.
Di saat yang sama, EVOS juga harus menemukan formula yang tepat untuk menghadapi META dua sniper yang membuat ruang gerak mereka semakin terbatas.

FFWS SEA 2026 Fall
Dengan perjalanan FFWS SEA 2026 Fall yang masih berlangsung, EVOS Divine masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Namun, perbaikannya tidak cukup hanya melalui pergantian nama di roster.
Macan Putih perlu menyatukan kembali visi lima pemain di dalam pertandingan, memperbaiki komunikasi ketika team fight terjadi, serta menemukan strategi yang mampu menjawab perkembangan META.
Pada akhirnya, tantangan terbesar EVOS Divine saat ini bukanlah membuktikan bahwa mereka bisa bermain tanpa Rasyah. Tantangan sebenarnya adalah membangun tim yang mampu bekerja sebagai satu kesatuan dan kembali menemukan identitas permainan mereka di tengah persaingan FFWS SEA 2026 Fall.