Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

HoYoverse Siapkan Investasi Rp230 Triliun untuk AI demi Masa Depan Game yang Lebih Personal

Aldonov Danoza - Kamis, 21 Mei 2026 12:40:08

HoYoverse dilaporkan bakal mengucurkan dana sebesar 100 miliar yuan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) adaptif demi menciptakan ekosistem gim yang sangat personal bagi setiap pemain. (Foto Hoyoverse)

Perusahaan pengembang gim raksasa asal Tiongkok, HoYoverse, dikabarkan tengah menyiapkan strategi investasi masif yang berfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Nilai investasi ini tergolong fantastis, yakni menyentuh angka 100 miliar yuan atau setara dengan 14 miliar dolar AS dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Sebagai nilai referensi utama dari total anggaran aslinya, jumlah tersebut setara dengan kisaran Rp230.000.000.000.000 (asumsi kurs Rp16.400 per USD).

Informasi ini mulai berembus ke publik menyusul laporan dari media lokal terkait rangkaian sesi perekrutan ahli teknis serta presentasi internal korporat yang berlangsung di Beijing pada pertengahan Mei 2026. Dalam pemaparan tersebut, CEO sekaligus co-founder HoYoverse, Liu Wei (yang akrab disapa Da Wei), menjabarkan visi ambisius perusahaan untuk merombak cara pemain berinteraksi di dalam dunia virtual.

Konsep Ragam Wajah dan Dunia Mandiri yang Adaptif

Inti utama dari proyek riset AI skala besar ini bersandar pada konsep filosofis "a thousand people, a thousand faces". Melalui sistem ini, HoYoverse berambisi menciptakan pengalaman bermain yang sepenuhnya unik dan berbeda bagi setiap individu, meskipun mereka memainkan judul gim yang sama.

Pendekatan teknologi ini diadaptasi dari mekanisme kerja algoritma personalisasi yang jamak ditemukan pada platform media sosial modern seperti TikTok, YouTube, hingga Bilibili. Implementasi taktis di dalam gim di masa depan meliputi beberapa poin penting:

Ekspansi Finansial yang Kuat dan Respons Industri

Kesuksesan global dari portofolio gim populer mereka seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, dan Zenless Zone Zero memberikan fondasi finansial yang sangat kokoh bagi HoYoverse untuk memimpin transisi teknologi ini. Industri gim global pun menilai langkah ini sebagai penanda dimulainya era baru, di mana AI diposisikan sebagai pilar fundamental masa depan yang setara pentingnya dengan revolusi open-world atau fitur multipemain daring beberapa tahun lalu.

Meskipun langkah ini menjanjikan tingkat imersif yang belum pernah ada sebelumnya, rencana tersebut tetap memicu kekhawatiran di kalangan komunitas kreatif terkait potensi pengurangan peran tenaga kerja manusia seperti penulis cerita, animator, hingga pengisi suara. Menanggapi risiko tinggi dari proyek ini, Liu Wei menyatakan bahwa jika visi ini berakhir dengan kegagalan, perusahaan akan menganggapnya sebagai sebuah "kembang api besar"—sebuah metafora yang menegaskan keseriusan penuh HoYoverse dalam mengeksplorasi batas baru teknologi hiburan interaktif di tahun 2026.

Baca Artikel Asli