RRQ Kazu datang ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall dengan kombinasi yang menarik: statistik kuat, pengalaman panjang di panggung internasional, serta satu target yang hingga kini belum berhasil mereka raih.
Setelah melewati fase Knockout Stage, RRQ menjadi wakil Indonesia dengan performa statistik paling menonjol di Phase 1. Mereka mengakhiri fase tersebut di posisi ketiga dengan 396 poin dari 24 pertandingan, termasuk tiga Booyah dan 267 eliminasi. Jumlah eliminasi itu menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta pada fase tersebut.
RRQ Kazu
Namun, jalan RRQ menuju Surabaya tidak sepenuhnya mulus. Setelah tampil kuat di Phase 1, mereka harus kembali berjuang pada pekan terakhir Knockout Stage sebelum akhirnya finis kelima dan mengamankan tiket Grand Finals.
Kini, Dutzz, Abay, Maal, Ranz, dan Jeek akan membawa RRQ Kazu ke panggung puncak di Surabaya pada 19–20 September 2026.
Roster Baru dengan Jeek sebagai Wajah Baru
Sepanjang 2026, RRQ Kazu relatif stabil dalam mempertahankan fondasi tim. Namun, memasuki FFWS SEA 2026 Fall, mereka melakukan perubahan pada susunan pemain.
Jeek dipromosikan dari RRQ Academy untuk menggantikan 18Deer, yang kemudian melanjutkan perjalanannya bersama divisi akademi RRQ. Dalam daftar roster FFWS SEA 2026 Fall, Jeek tercatat sebagai sniper sementara 18Deer berada dalam daftar pemain yang keluar dari roster utama.
Susunan RRQ Kazu saat ini adalah:
| Pemain | Peran | Catatan |
|---|---|---|
| Dutzz | Bomber | Kapten RRQ Kazu |
| Abay | Rusher | Salah satu sumber eliminasi utama |
| Maal | Sniper | Bagian dari fondasi roster RRQ |
| Ranz | Rusher | Bergabung pada musim 2026 |
| Jeek | Sniper | Promosi dari RRQ Academy |
Dari sisi staf, Adi Gustiawan atau Coach Ady tetap menjadi pelatih, dengan Lorenz sebagai analis.
Perubahan Jeek menjadi menarik karena ia datang dengan karakter role berbeda dari 18Deer. Promosi tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan talenta internal RRQ, bukan sekadar mendatangkan pemain baru dari organisasi lain.
Runner-up Dunia Masih Menjadi Pencapaian Terbesar
RRQ Kazu sudah cukup lama menjadi bagian dari persaingan level tertinggi Free Fire.
Pencapaian terbesar mereka sejauh ini datang dari Esports World Cup 2025, ketika RRQ berhasil finis sebagai runner-up di turnamen Free Fire. Catatan tersebut juga tercatat dalam daftar prestasi resmi RRQ.
Hasil tersebut menempatkan RRQ hanya satu langkah dari trofi dunia. Mereka kemudian terus menjadi peserta reguler di panggung internasional.
Di level FFWS SEA, hasil terbaik RRQ dalam beberapa musim terakhir juga menunjukkan konsistensi, tetapi trofi regional masih belum masuk ke koleksi mereka.
Pada FFWS SEA 2025 Fall, misalnya, RRQ finis di posisi keempat dengan 98 poin setelah sempat masuk ke status Champion Rush pada lima pertandingan pertama.
Setahun kemudian, mereka kembali mencapai Grand Finals dan mengakhiri FFWS SEA 2026 Spring di posisi ketujuh.
Artinya, RRQ sudah beberapa kali berada di dekat puncak, tetapi belum berhasil menyelesaikan perjalanan dengan trofi FFWS SEA.
Statistik Phase 1 Menunjukkan Kekuatan RRQ
Performa RRQ Kazu di fase pertama FFWS SEA 2026 Fall menjadi salah satu cerita terkuat mereka.
Pada Week 2, RRQ tampil sangat agresif. Mereka berhasil mendapatkan dua Booyah beruntun di Purgatory dan Solara pada hari pertama, menghasilkan 111 poin dan 73 eliminasi.
Hasil tersebut membuat RRQ dinobatkan sebagai Team of the Day. Performa mereka kembali terlihat pada hari ketiga ketika RRQ mendapatkan Booyah di Kalahari dan mencatat tambahan 117 poin.
Pada akhir Phase 1, RRQ mengumpulkan:
396 poin — 3 Booyah — 267 eliminasi — 129 placement points.
Catatan 267 eliminasi bahkan menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta Phase 1.
Namun, statistik tersebut tidak otomatis membuat jalan menuju Grand Finals menjadi lebih pendek.
Dari Fase Terbaik Indonesia ke Pekan Penentuan
Setelah finis di posisi ketiga Phase 1, RRQ masuk ke Pool A Phase 2 bersama tim-tim yang berada di 12 besar.
Sayangnya, awal Phase 2 tidak berjalan sesuai momentum sebelumnya.
Pada Week 3 Day 1, RRQ hanya mengumpulkan 56 poin dan finis di peringkat kedelapan pada pertandingan hari tersebut. Mereka belum mampu mengamankan tiket langsung dan harus kembali berjuang pada Week 4.
Tekanan kemudian dijawab di pekan terakhir.

RRQ Kazu merebut tiket Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall
RRQ mengumpulkan total 234 poin, terdiri dari dua Booyah, 123 poin eliminasi, dan 111 poin placement, yang membawa mereka finis di posisi kelima klasemen Week 4 dan mengamankan tiket Grand Finals.
Perjalanan ini membuat RRQ menjadi salah satu tim yang menarik untuk diamati di Surabaya. Mereka memiliki kemampuan menghasilkan eliminasi dalam jumlah besar, tetapi juga harus mampu menjaga konsistensi ketika format pertandingan memasuki fase penentuan.
Dutzz Masih Menjadi Poros Tim
Di tengah perubahan roster, Dutzz tetap menjadi salah satu figur sentral RRQ Kazu.
Selain menjalankan tugas sebagai kapten, ia memiliki pengalaman panjang bersama organisasi tersebut. Peran Dutzz juga tidak sebatas memberikan kontribusi dalam pertarungan.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/Dc33Z0lvqZZ/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/Dc33Z0lvqZZ/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank">Sebagai kapten, ia harus menjadi salah satu penghubung antara strategi pelatih dengan keputusan yang terjadi di dalam permainan.
Di sisi lain, Abay menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam urusan eliminasi. Karakter agresifnya membuat RRQ memiliki pemain yang dapat membuka pertarungan dan menciptakan peluang ketika tim membutuhkan momentum.
Kombinasi pengalaman Dutzz dan agresivitas Abay menjadi bagian dari fondasi lama RRQ yang tetap dipertahankan meski komposisi pemain mengalami perubahan.
Jeek Jadi Wildcard RRQ
Pemain yang paling menarik untuk diamati tentu saja Jeek.
Promosi dari RRQ Academy ke tim utama membuat Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall menjadi salah satu panggung terbesar dalam perjalanan kariernya.
Jeek juga membawa karakter berbeda karena berposisi sebagai sniper. Perubahan tersebut memberikan RRQ tambahan opsi dalam mengatur komposisi dan jarak pertarungan.
Masuknya Jeek menunjukkan bahwa RRQ tidak sepenuhnya meninggalkan struktur yang sudah terbentuk. Mereka justru mencoba menambahkan variasi baru dengan memanfaatkan talenta yang telah berkembang di dalam organisasi.
Grand Finals akan menjadi ujian sesungguhnya apakah perubahan tersebut sudah cukup matang untuk berjalan dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.
Dua Wajah Gameplay RRQ Kazu
Identitas RRQ Kazu selama ini tidak lepas dari permainan agresif. Mereka memiliki pemain yang mampu membuka duel dan menghasilkan eliminasi dengan cepat.
Namun, komposisi dengan tambahan pemain berkarakter sniper memberi RRQ opsi berbeda.
Mereka dapat bermain lebih fleksibel dalam mengatur jarak pertarungan sekaligus mempertahankan kemampuan agresif dari lini depan. Kombinasi tersebut menjadi semakin relevan dalam format Champion Rush, ketika tim harus mampu mengumpulkan poin sekaligus memilih momen yang tepat untuk mengambil risiko.
RRQ telah memperlihatkan kemampuan mendapatkan eliminasi dalam jumlah besar. Tantangannya adalah menjaga agar agresivitas tersebut tetap menghasilkan placement yang konsisten ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Grand Finals Bukan Sekadar Soal Statistik
Inilah bagian paling menarik dari perjalanan RRQ Kazu.
Di atas kertas, mereka memiliki angka yang sangat kuat. Phase 1 menghasilkan 396 poin dan 267 eliminasi, sementara Week 4 membawa tambahan 234 poin untuk mengunci tiket Grand Finals.
Namun, pengalaman sebelumnya memperlihatkan bahwa performa fase panjang belum tentu berujung pada trofi.
RRQ pernah menjadi runner-up dunia pada 2025. Mereka juga beberapa kali finis di papan atas FFWS SEA, termasuk posisi keempat pada Fall 2025.
Kini mereka kembali membawa pengalaman tersebut ke Surabaya.
Perbedaannya adalah RRQ datang dengan roster yang memiliki satu wajah baru. Jeek mendapatkan kesempatan tampil di panggung besar, sementara pemain senior seperti Dutzz dan Abay tetap menjadi bagian dari fondasi tim.
Ambisi yang Belum Selesai
RRQ Kazu sudah memiliki koleksi prestasi internasional, termasuk runner-up Esports World Cup 2025. Namun, gelar Internasional, khususnya FFWS SEA masih menjadi bagian yang belum mereka raih.
Itulah yang membuat Grand Finals di Surabaya memiliki arti khusus.
RRQ tidak hanya datang untuk mengulang performa statistik mereka di fase Knockout. Mereka harus mengubah catatan tersebut menjadi performa konsisten dalam dua hari pertandingan.
Pada 19 September, 12 tim akan menjalani enam pertandingan Point Rush dan membawa Headstart Point ke hari berikutnya. Kemudian pada 20 September, kompetisi memasuki Champion Rush dengan ambang 110 poin. Tim yang mencapai status Champion Rush Eligible harus mendapatkan Booyah setelahnya untuk mengunci gelar.
Bagi RRQ Kazu, format tersebut kembali menghadirkan tantangan yang sudah pernah mereka hadapi di panggung internasional.
Statistik sudah ada. Pengalaman juga sudah menumpuk. Kini yang belum dimiliki RRQ Kazu adalah trofi FFWS SEA.
Surabaya menjadi kesempatan berikutnya bagi Sang Raja untuk mencoba menyelesaikan cerita yang selama ini belum tuntas.