>T1 sepertinya mengambil pelajaran berharga pasca kekalahan mereka di final upper bracket melawan VP. Saat itu, Kuku cs kalah dengan skor 2-1. Untungnya, T1 berhasil melaju dari lower bracket dengan mengalahkan Alliance 2-0. T1 tak larut dengan gaya main VP yang agresif dan mencoba melambatkan tempo permainan agar 23savage bisa farming dengan nyaman. T1 juga kompak dalam menyiapkan jebakan dan mengeksekusi teamfight yang matang.? #ESLOne Summer 2021 champions, @T1 ?
— ESL Dota2 ? (@ESLDota2) June 20, 2021
GGWP to both the teams as we loved this Grand Final that went all the way to a game FIVE! ?
Good luck to you both at TI10! ? pic.twitter.com/JzvmZCfPrJ
>Satu momen di game kelima ketika Xepher berhasil mendapatkan Aghamin Scepter untuk Nyx Assassin berperan besar menyerap serangan yang dimiliki VP. Whitemon tak tinggal diam melihat Xepher "membatu", ia memberi heal dari jauh untuk menjaga Xepher tetap hidup selagi dipukuli 5 pemain VP.>T1 tahu betul cara mengeksploitasi damage reduction dan skillset Nyx Assassin dengan Aghanimnya. Situasi perang pun berbalik setelah VP menyadari kalau menyerang Xepher adalah tindakan sia-sia. Kemenangan di ESL One Summer jadi trofi luar negeri pertama bagi T1, mereka berhak membawa pulang hadiah senilai $175.000 USD atau sekitar 2,5 miliar Rupiah.>?? GG'S ARE CALLED! @T1 WINS THE ESL One Summer 2021 GRAND FINAL 3-2 VS @virtuspro! ??#ESLOne pic.twitter.com/6a1otBlQOn
— ESL Dota2 ? (@ESLDota2) June 20, 2021
Euforia gembira tak dapat ditutupi pemain T1 setelah VP mengangkat bendera putih tanda perlawanan berakhir. T1 bisa melangkah lega karena petualangan mereka di Eropa berbuah manis. Pastinya, gelar juara ESL One Summer jadi pertanda kalau mereka bukan peserta sembarangan di The International 10 nanti.
Bagaimana pendapat kalian dengan performa T1? Kira-kira, bakal finish di peringkat berapa yah di TI10 nanti?