Kekalahan telak 0-3 yang diterima Global Esports dari Paper Rex pada babak final lower bracket VCT Pacific Stage 1 2026 menyisakan banyak pembahasan menarik. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan datang dari pelatih kepala Global Esports, Hector "FrosT" Rosario, yang secara blak-blakan mengkritik kebijakan penyesuaian (balancing) terhadap agen Neon di VALORANT.
Dalam sesi wawancara bersama media kompetitif setelah pertandingan, FrosT mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap arah kebijakan Riot Games. Pernyataan emosional sang pelatih langsung viral dan memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar maupun pemain profesional.
Kritik Keras Terhadap Desain Karakter Neon
FrosT menilai bahwa rangkaian pembaruan (patch) terakhir dari Riot Games telah merusak esensi dasar dari agen Duelist tersebut:
Kehilangan Identitas: Karakter asal Filipina ini dinilai kehilangan keunggulan mobilitas agresifnya setelah kecepatannya diperlambat secara signifikan.
Tuntutan Penghapusan: FrosT menyatakan bahwa daripada mengubah mekanik karakter secara setengah-setengah hingga tidak lagi optimal, Riot Games sebaiknya menghapus agen tersebut sepenuhnya dari taktis permainan.
Perbandingan Vertikalitas: Sang pelatih mengingatkan bahwa VALORANT sudah memiliki kontrol pergerakan yang kuat pada agen seperti Jett dan Raze, sehingga Neon seharusnya dipertahankan pada karakteristik pergerakan horizontal yang cepat.
Dominasi Mutlak Paper Rex di Lower Bracket
Di sisi lain, jalannya pertandingan best-of-five (Bo5) tersebut menjadi bukti nyata keunggulan mentalitas dari skuad Paper Rex. Tim asal Singapura tersebut tampil sangat disiplin dan berhasil mengamankan kemenangan beruntun di peta Haven, Lotus, dan Ascent tanpa memberikan ruang bagi Global Esports untuk mengembangkan strategi.
Hasil ini terasa sangat menyakitkan bagi Global Esports mengingat mereka sempat menundukkan Paper Rex di putaran upper bracket. Namun, dalam laga penentuan yang krusial, ketenangan dan jam terbang tinggi dari para penggawa Paper Rex terbukti masih menjadi momok yang terlalu tangguh untuk dilewati oleh anak-asuh FrosT.
Meskipun gagal melaju ke babak puncak, FrosT tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya dengan menyebut susunan pemain Global Esports saat ini sebagai salah satu komposisi terbaik yang pernah ia tangani. Kini, komunitas VALORANT global terpecah antara mendukung argumen FrosT mengenai pelorotan kemampuan (nerf) yang terlalu berlebihan, atau sepakat dengan keputusan Riot Games demi menjaga keseimbangan kompetisi di tahun 2026.