Buriram United Esports kembali datang ke Indonesia dengan satu target besar: mengangkat trofi FFWS SEA 2026 Fall.
Kehadiran tim Thailand tersebut di Surabaya membawa cerita tersendiri. Indonesia bukan tempat yang asing bagi Buriram. Justru, dua gelar juara yang mereka raih sebelumnya lahir di Tanah Air.
Situasi tersebut membuat pertandingan Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya semakin menarik. Dalam wawancara eksklusif bersama Esports ID, pemain Buriram United Esports, Joena, mengungkap harapan timnya untuk kembali meraih gelar di Indonesia sekaligus memburu sejarah baru.

Joena Ingin Buriram Juara untuk Ketiga Kalinya di Indonesia
Buriram United Esports memiliki kenangan manis setiap kali bertanding di Indonesia. Setelah sebelumnya sukses menjadi juara, Joena mengaku senang bisa kembali ke negara yang memiliki sejarah penting bagi timnya.
Bukan sekadar nostalgia, Buriram datang dengan ambisi untuk mengulang kesuksesan tersebut.
“Sebuah kenangan yang indah bisa kembali bertanding di Indonesia lagi, karena kita sudah dua kali memenangkan kejuaraan di sini. Kita berharap bisa menang untuk ketiga kalinya,” ujar Joena kepada Esports ID.
Pernyataan tersebut membuat Grand Finals kali ini memiliki makna tersendiri bagi Buriram.
Mereka bukan hanya berusaha mendapatkan gelar FFWS SEA berikutnya, tetapi juga ingin memperpanjang rekor sempurna mereka ketika meraih trofi di Indonesia.
Setelah sukses di Surabaya pada 2024 dan Jakarta pada 2025, kini Surabaya kembali menjadi panggung bagi Buriram untuk mengejar gelar ketiga mereka di Tanah Air.
Buriram Tak Mau Remehkan Empat Tim Indonesia
Pada Grand Finals kali ini, Buriram akan berhadapan dengan empat wakil tuan rumah, yakni Bigetron by Vitality, ONIC, RRQ Kazu, dan MBR Omega.
Dengan pengalaman menghadapi skena Free Fire Indonesia, Buriram tentu memiliki gambaran mengenai karakter permainan tim-tim Tanah Air. Namun, Joena tidak ingin memilih satu nama sebagai lawan yang paling berbahaya.
Menurutnya, seluruh tim Indonesia memiliki kekuatan masing-masing sehingga Buriram harus memberikan perhatian penuh kepada semuanya.
“Kita harus waspada pada setiap tim karena mereka semua sangat kuat,” kata Joena.
Jawaban tersebut menunjukkan bahwa Buriram tidak ingin fokus hanya kepada satu lawan. Setiap tim memiliki potensi mengubah jalannya pertandingan, terlebih Grand Finals menggunakan format yang membuat konsistensi dan keputusan cepat sangat menentukan.
Bagi Buriram, pendekatan tersebut berarti mereka harus siap menghadapi berbagai gaya permainan sejak pertandingan pertama.
Bagaimana Penilaian Joena terhadap Poom di ONIC?

ONIC POOM
Satu nama lain yang turut menarik perhatian Joena adalah Poom.
Pemain asal Thailand tersebut kini memperkuat ONIC dan menjadi bagian dari kekuatan tim Indonesia yang akan tampil di Grand Finals. Kehadiran Poom tentu memberikan perspektif berbeda bagi Joena karena keduanya sama-sama berasal dari Thailand.
Ketika ditanya mengenai performa Poom bersama ONIC, Joena memberikan jawaban yang cukup singkat tetapi menarik.
“Saya rasa biasa saja, tapi performa dia terlihat lebih baik,” ujar Joena.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa Joena melihat adanya perkembangan dalam permainan Poom sejak memperkuat ONIC.
Meski demikian, ia tidak memberikan penilaian berlebihan terhadap performa rekan senegaranya tersebut. Fokus Buriram tetap berada pada persaingan sebagai sebuah tim ketika mereka menghadapi ONIC dan para peserta Grand Finals lainnya.
Buriram Punya Beban Sejarah di Surabaya
Kembalinya Buriram ke Surabaya membuat mereka membawa beban sejarah sekaligus pengalaman.
Pada 2024, Surabaya menjadi tempat mereka memenangkan trofi FFWS SEA pertama. Setahun kemudian, mereka kembali menjadi juara di Indonesia ketika memenangkan FFWS Global Finals di Jakarta.
Kini, mereka kembali ke kota yang sama untuk mengejar gelar lainnya.
Bagi Joena, pengalaman tersebut tentu menjadi modal penting. Namun, sejarah tidak akan memenangkan pertandingan dengan sendirinya. Buriram tetap harus menghadapi tim-tim yang datang dengan target serupa.
Terlebih, kali ini terdapat empat tim Indonesia yang akan bertanding di hadapan pendukung sendiri. Mereka tentu memiliki motivasi tambahan untuk menghentikan langkah Buriram sekaligus merebut trofi di kandang.
Misi Ketiga Buriram Dimulai di Surabaya
Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall akhirnya menjadi pertemuan antara dua cerita besar.
Di satu sisi, ada empat tim Indonesia yang ingin merebut gelar di hadapan publik sendiri. Di sisi lain, ada Buriram United Esports yang ingin memperpanjang catatan istimewa mereka di Indonesia.
Joena sendiri sudah menyampaikan targetnya dengan jelas: juara untuk ketiga kalinya di Indonesia.
Kini tinggal menunggu apakah Buriram kembali menemukan formula yang sama seperti dua perjalanan sebelumnya, atau justru tim Indonesia berhasil menghentikan kisah mereka di Surabaya.
Satu hal yang pasti, Grand Finals kali ini akan menjadi babak baru bagi hubungan Buriram United Esports dengan Indonesia.