Bukan Sekedar Transfer Gimmick, Ini Statistik Mentereng Debut POOM di FFWS SEA 2026 Fall
ONIC POOM
Free Fire

Bukan Sekedar Transfer Gimmick, Ini Statistik Mentereng Debut POOM di FFWS SEA 2026 Fall

MikeApalah - Rabu, 26 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kepindahan Rattapoom “POOM” Sunthalunai, yang sebelumnya dikenal sebagai Onemore, ke ONIC menjadi salah satu transfer paling mengejutkan menjelang FFWS SEA 2026 Fall. Ia bahkan tercatat sebagai pemain Thailand pertama yang masuk ke roster kompetitif tim Free Fire Indonesia.

Setelah seluruh 24 pertandingan Phase 1 selesai, kini performa POOM bisa dinilai bukan lagi berdasarkan nama besar atau ekspektasi semata, melainkan melalui data statistik resmi turnamen.

Hasilnya cukup menarik. POOM memang belum menjadi pemain paling eksplosif dalam hal eliminasi, tetapi output damage, knockdown, dan akurasi tembakannya menempatkannya di jajaran sniper terbaik FFWS SEA 2026 Fall.


Statistik Kunci POOM Sepanjang FFWS SEA 2026 Fall

Berdasarkan data yang diperoleh Esports ID, berikut rangkuman capaian POOM selama 24 pertandingan yang dilakoni sepanjang knockout stage phase 1 FFWS SEA 2026 Fall:

StatistikTotalRata-rata per Match
Eliminasi (Elims)492,04
Damage48.2322.009,67
Knockdown773,21
Assists391,63
Headshot200,83
Booyah1
MVP0
Revival (teammate)331,38
Jarak Kill Terjauh129 meter
Waktu Bertahan Hidup5 jam 32 menit~13 menit 52 detik

Damage POOM Masuk Empat Besar Sniper FFWS SEA

Dari 19 sniper yang memenuhi batas minimal 15 pertandingan, POOM menempati peringkat keempat dalam rata-rata damage per match dengan angka 2.009,67.

Ia hanya berada di belakang tiga pemain dari papan atas statistik, yakni Porpor dan Limitx7 dari Team Falcons, serta Moshi dari Buriram United Esports.

Catatan tersebut cukup signifikan karena damage merupakan salah satu indikator utama untuk melihat seberapa besar tekanan yang diberikan seorang pemain sepanjang pertandingan.

Baca Juga :

Bukan Sekedar Transfer Gimmick, Ini Statistik Mentereng Debut POOM di FFWS SEA 2026 Fall

RRQ, BTR, ONIC Lolos Top 12 FFWS SEA 2026, EVOS dan MBR Tertahan

Klasemen FFWS SEA 2026 Fall Memanas, RRQ Kazu dan EVOS Divine Mulai Mengejar Thailand

POOM berarti secara konsisten mampu memberikan sekitar 2.000 damage dalam setiap match yang dimainkannya.

Dengan kata lain, meski tidak selalu menjadi pemain yang mengamankan eliminasi akhir, tembakan POOM tetap memberikan kontribusi besar terhadap proses melemahkan lawan.

Akurasi Tembakan Juga Berada di Papan Atas

Statistik yang tidak kalah menarik adalah On Target.

POOM mencatat angka 31,14 dan menempati peringkat keempat di antara sniper yang memenuhi batas minimal pertandingan.

Ia hanya kalah dari Porpor, Limitx7, dan Ctuan dari P Esports.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan POOM bukan sekadar soal seberapa sering ia menembak, tetapi juga seberapa efektif tembakannya mengenai target.

Sebagai sniper, kemampuan menjaga akurasi menjadi sangat penting. Satu tembakan yang tepat dapat memaksa lawan mengubah posisi, mengganggu rotasi, atau bahkan membuka peluang bagi rekan satu tim untuk melakukan follow-up.

Aktif Membuka Pertempuran: 77 Knockdown Jadi Bukti!

POOM mencatatkan 77 knockdown dari 24 pertandingan atau rata-rata sekitar 3,21 knockdown per match.

Angka tersebut juga menempatkannya di peringkat keempat di antara sniper yang dibandingkan.

Statistik ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai fungsi POOM di dalam skuad ONIC.

Ia bukan sekadar pemain yang berada jauh dari zona pertempuran dan menunggu kesempatan mengamankan eliminasi. Sebaliknya, POOM cukup aktif memberikan pressure yang menghasilkan knockdown dan membuka peluang bagi ONIC untuk mengambil keuntungan dalam pertarungan.

Kombinasi damage tinggi + knockdown tinggi menjadi salah satu alasan mengapa kontribusinya tetap terasa meski jumlah eliminasi akhirnya tidak setinggi beberapa sniper lainnya.

Head-to-Head: POOM vs Sniper Rival Top

Berikut perbandingan langsung POOM dengan lima sniper rival dengan performa terbaik di FFWS SEA 2026 Fall:

PemainTimElimsAvg DamageKnockdownBooyahMVPAkurasi Headshot
PorporTeam Falcons822.434,08106426,26%
MoshiBuriram United592.302,2573549,07%
MaaL77RRQ Kazu671.950,2984316,90%
TheGodTeam Flash671.932,1381522,00%
FaizMKSEVOS Divine511.416,3867118,95%
POOMONIC492.009,6777103,92%

Kenapa Eliminasi POOM Belum Setinggi Damage-nya?

Di sinilah statistik POOM menjadi menarik untuk dianalisis.

Ia memiliki rata-rata damage 2.009,67, tetapi hanya mencatatkan 49 eliminasi atau 2,04 per match.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa banyak kontribusinya kemungkinan datang dalam bentuk damage dan knockdown, sementara proses mengamankan eliminasi akhir bisa dilakukan oleh rekan setimnya.

Hal ini sebenarnya tidak otomatis menjadi kelemahan.

Dalam format Battle Royale seperti Free Fire, sebuah knockdown yang tidak berujung eliminasi tetap bisa menghasilkan keuntungan jika rekan setim mampu melakukan follow-up.

Justru, statistik tersebut dapat menjadi indikator bahwa POOM menjalankan peran sebagai pembuka ruang dan pemberi tekanan dari jarak jauh, bukan semata-mata finisher.

POOM Bukan Sekedar Transfer Gimmick

Setelah 24 pertandingan, satu hal mulai terlihat jelas: POOM bukan sekadar transfer untuk menarik perhatian.

Sebagai pemain asing pertama yang masuk ke roster kompetitif tim Free Fire Indonesia, kedatangannya memang membawa ekspektasi besar. Namun statistik menunjukkan bahwa ia benar-benar memberikan kontribusi di level regional.

Empat besar untuk rata-rata damage, On Target, knockdown, dan jarak kill terjauh menunjukkan bahwa POOM mampu bersaing dengan sniper terbaik dari berbagai negara yang tampil di FFWS SEA 2026 Fall.

Yang masih perlu diperbaiki adalah bagaimana angka-angka tersebut bisa diterjemahkan menjadi hasil kolektif.

Phase 2 Jadi Ujian Sesungguhnya

ONIC berhasil mengamankan posisi Top 12 Phase 1, sehingga mereka akan mendapatkan kesempatan bermain lebih awal di Phase 2.

Situasi tersebut memberikan kesempatan baru bagi POOM untuk membuktikan bahwa statistik bagusnya dapat berujung pada pencapaian yang lebih besar.

Jika komunikasi dan chemistry dengan pemain ONIC semakin matang, kontribusi damage dan knockdown POOM bisa menjadi salah satu senjata penting bagi tim untuk mengejar tiket Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.

Sebaliknya, jika ONIC masih kesulitan mengonversi keunggulan individu menjadi Booyah, angka statistik tinggi tersebut akan terasa kurang berarti.

Jadi, seberapa tajam POOM? Data setelah 24 pertandingan memberikan jawaban yang cukup jelas: ia sudah berada di level sniper papan atas SEA. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa ketajaman tersebut bisa membawa ONIC lebih dekat ke trofi.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait