Home

News

Esports

Lifestyle

Other

DOTA 2

Team Spirit Juara The International 2026, Cetak Sejarah dengan Torehan Aegis Ketiga

MikeApalah - Senin, 24 Agustus 2026 00:02:42

Team Spirit Juara The International 2026

Team Spirit resmi menjadi juara The International 2026 (TI 2026) setelah menundukkan TEAM VISION dengan skor dramatis 3-2 di Grand Final. Kemenangan tersebut mengukuhkan Spirit sebagai organisasi pertama dalam sejarah Dota 2 yang berhasil mengoleksi tiga Aegis of Champions.

Tidak hanya organisasi, dua pemain Spirit, Illya “Yatoro” Mulyarchuk dan Magomed “Collapse” Khalilov, juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang berhasil memenangkan tiga gelar The International sepanjang karier mereka.

Grand Final yang berlangsung di Oriental Sports Center, Shanghai, bahkan harus ditentukan melalui Game 5 yang berlangsung lebih dari satu jam.

The International 2026 - source:
The International 2026 - source: "X" Dota2ti

Game 5 Jadi Penentu Gelar Juara

Pertandingan penentuan menjadi puncak dari seri Grand Final yang berlangsung ketat.

Team Spirit dan TEAM VISION saling bertukar kemenangan hingga kedudukan mencapai 2-2. Game kelima kemudian berlangsung sangat panjang dan melewati 60 menit, sebelum akhirnya Spirit mampu menemukan momentum penentu.

Salah satu momen terpenting terjadi ketika rue melakukan penyelamatan krusial menggunakan Bane terhadap Yatoro yang memainkan Lifestealer.

Penyelamatan tersebut membuat Spirit mampu mempertahankan salah satu pemain terpenting mereka dalam team fight. Momentum kemudian berbalik sepenuhnya ke kubu Spirit.

VISION kehilangan beberapa pemain dalam pertarungan tersebut, termasuk Satanic dengan Juggernaut yang tumbang dalam situasi penting. Bahkan, Satanic harus kehilangan nyawa dua kali dalam rangkaian pertarungan yang menentukan arah pertandingan.

Spirit akhirnya mengamankan Game 5 sekaligus menutup Grand Final dengan kemenangan 3-2.

Spirit Jadi Organisasi Pertama Raih Tiga Aegis

Sebelum TI 2026, belum ada satu pun organisasi yang berhasil memenangkan tiga gelar The International.

Team Spirit kini menjadi pengecualian.

Mereka sebelumnya memenangkan TI pada 2021 dan 2023. Gelar 2026 kemudian melengkapi koleksi mereka menjadi tiga Aegis of Champions.

Pencapaian tersebut menempatkan Spirit sendirian dalam sejarah Dota 2 sebagai organisasi dengan tiga gelar TI.

Team Spirit -source: "x" Team Spirit
Team Spirit -source: "x" Team Spirit

Yatoro dan Collapse Cetak Rekor Individu

Keberhasilan Team Spirit juga menghadirkan catatan individual yang tidak kalah bersejarah.

Yatoro dan Collapse menjadi pemain pertama dalam sejarah Dota 2 yang memenangkan tiga Aegis of Champions.

Yatoro yang kini berusia 23 tahun dan Collapse yang berusia 24 tahun sebelumnya menjadi bagian dari dua gelar Spirit pada 2021 dan 2023.

Kini, keduanya kembali berdiri di panggung terbesar Dota 2 dan menambahkan gelar ketiga.

Sementara itu, Denis “Larl” Sigitov meraih Aegis keduanya.

Bagi Yaroslav “Miposhka” Naidenov, gelar ini memiliki makna berbeda. Ia memenangkan The International untuk pertama kalinya sebagai pelatih, setelah sebelumnya meraih dua gelar sebagai pemain bersama organisasi yang sama.

Trofi Spirit Semakin Penuh

Tiga Aegis bukan satu-satunya pencapaian besar Team Spirit.

Inti roster mereka juga telah memenangkan sejumlah turnamen premier lain secara bersama-sama. Di antaranya adalah PGL Arlington Major 2022, Esports World Cup Dota 2 2025, PGL Wallachia Season 1, dan DreamLeague Season 25.

Kombinasi panjang antara pemain yang sama, chemistry yang telah terbentuk, serta kemampuan beradaptasi membuat roster Spirit menjadi salah satu skuad dengan koleksi trofi paling lengkap dalam sejarah Dota 2.

Gelar TI 2026 kini semakin memperkuat status mereka sebagai salah satu dinasti terbesar di scene kompetitif Dota 2.

Spirit Mengalahkan Favorit Utama Turnamen

Menariknya, TEAM VISION datang ke Grand Final sebagai salah satu favorit terbesar, bahkan sempat terlihat sangat sulit dihentikan sepanjang turnamen.

VISION telah mengalahkan Team Spirit dua kali sebelum Grand Final. Pertemuan pertama terjadi di Group Stage, sementara kemenangan kedua mereka datang di semifinal Upper Bracket.

Kondisi tersebut membuat VISION memasuki final dengan keunggulan psikologis.

Namun, Spirit memiliki satu kelebihan: mereka sudah terbiasa bermain dalam situasi penuh tekanan.

Spirit harus melewati Lower Bracket untuk mencapai Grand Final. Sepanjang perjalanan tersebut, mereka mengalahkan Iron Wing, Team Liquid, BoomBoys, dan Team Yandex.

Dengan demikian, Spirit harus mengalahkan VISION untuk ketiga kalinya di turnamen — kali ini dengan trofi Aegis sebagai taruhannya.

Satanic dan Puppey Kembali Gagal Raih Aegis

Bagi TEAM VISION, hasil runner-up tentu menjadi pencapaian besar, tetapi sekaligus menyisakan kekecewaan karena gelar pertama organisasi tersebut masih belum berhasil diraih.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Alan “Satanic” Gallyamov, yang tampil sebagai salah satu carry paling menonjol sepanjang turnamen.

VISION juga dipimpin oleh Clement “Puppey” Ivanov, juara The International pertama dalam sejarah bersama Natus Vincere pada 2011.

Namun, keduanya masih harus menunggu lebih lama untuk kembali mengangkat Aegis.

Bagi VISION, perjalanan hingga Grand Final tetap menjadi fondasi penting untuk membangun kekuatan mereka pada musim berikutnya.

TI 2026 Penuh Cerita Besar

Kemenangan Team Spirit sekaligus menutup salah satu edisi The International yang penuh drama.

Team Falcons, juara bertahan, harus tersingkir di Lower Bracket setelah mengalami kekalahan mengejutkan dari Nigma Galaxy. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan Falcons mempertahankan gelar.

Setelah kekalahan tersebut, Cr1t- bahkan memberikan sinyal bahwa TI 2026 bisa menjadi penampilan terakhirnya di The International.

Nigma Galaxy sendiri juga memiliki perjalanan menarik. Kembalinya SumaiL setelah sempat berada di bangku cadangan menjadi salah satu cerita utama turnamen.

Namun, perjalanan mereka berakhir setelah dikalahkan BoomBoys. Dalam wawancara emosional setelah pertandingan, SumaiL juga mengisyaratkan bahwa TI 2026 kemungkinan menjadi turnamen terakhirnya bersama Nigma Galaxy.

Pada akhirnya, seluruh cerita tersebut bertemu di satu titik: Team Spirit mengangkat Aegis of Champions untuk ketiga kalinya.

Era Baru Team Spirit di Puncak Dota 2?

Dengan tiga gelar The International, Spirit kini memiliki pencapaian yang belum pernah diraih organisasi lain.

Lebih menarik lagi, dua pemain inti mereka, Yatoro dan Collapse, juga telah mencatat rekor individu yang kemungkinan sulit ditandingi dalam waktu dekat.

Kemenangan atas VISION membuktikan bahwa meski sempat harus berjuang dari Lower Bracket, Spirit mampu menemukan bentuk terbaik mereka ketika tekanan berada di titik tertinggi.

Team Spirit kini bukan hanya juara The International 2026. Mereka telah menciptakan sejarah baru sebagai organisasi pertama dengan tiga Aegis of Champions.

Baca Artikel Asli