Esports Integrity Commission (ESIC) resmi menyelesaikan investigasi terhadap mantan pemain PlayTime, Oswaldo “DarkMago” Herrera, dan pelatih tim Juan “Vintage” Angulo terkait kasus integritas yang terjadi pada Esports World Cup (EWC) 2026.
Hasil investigasi berujung pada dua jenis sanksi berbeda. DarkMago menerima larangan bertanding selama lima tahun, sedangkan Vintage dijatuhi ban seumur hidup dari kompetisi esports. Keputusan tersebut menggantikan suspensi sementara yang sebelumnya diberlakukan ESIC pada Juli 2026.

DarkMago Dihukum Lima Tahun
Berdasarkan keputusan akhir ESIC, DarkMago mendapatkan sanksi selama lima tahun, berlaku sejak 14 Juli 2026 hingga 13 Juli 2031.
Kasus DarkMago memiliki konteks yang berbeda dari pelanggaran yang dilakukan Vintage. Dalam temuan ESIC, DarkMago diketahui terlibat dalam pembicaraan mengenai dugaan match-fixing dan kemudian mengetahui adanya pesan yang mengindikasikan tindakan koruptif.
Namun, DarkMago tidak menyampaikan informasi tersebut kepada ESIC sebagaimana diwajibkan dalam regulasi. Kegagalan untuk melaporkan informasi tersebut menjadi dasar utama hukuman lima tahunnya.
Dengan demikian, penting untuk membedakan sanksi tersebut dari tuduhan bahwa DarkMago secara langsung mengatur hasil pertandingan. Dalam keputusan akhirnya, ESIC tidak melanjutkan dakwaan alternatif mengenai keterlibatan langsung dalam manipulasi pertandingan maupun menerima imbalan atas manipulasi tersebut.

Vintage Dijatuhi Ban Seumur Hidup
Sementara itu, hukuman terhadap Vintage jauh lebih berat.
ESIC menyatakan Vintage terbukti bersalah atas seluruh enam dakwaan yang diajukan dalam investigasi. Temuan tersebut mencakup keterlibatannya dalam kesepakatan atau upaya untuk membuat PlayTime sengaja kalah dalam pertandingan melawan Team Liquid.
Selain itu, Vintage juga dinyatakan telah menyetujui penerimaan kompensasi finansial terkait dugaan manipulasi hasil pertandingan serta mendorong atau membantu keterlibatan pihak lain dalam skema tersebut.
Atas keseluruhan pelanggaran tersebut, ESIC memberikan larangan seumur hidup kepada Vintage untuk berpartisipasi dalam kompetisi esports.
Sanksi tersebut juga berlaku efektif sejak 14 Juli 2026, sama seperti hukuman terhadap DarkMago.
Kasus Bermula dari Esports World Cup 2026
Perkara ini bermula ketika PlayTime tampil di Dota 2 Esports World Cup 2026 di Paris.
Pada 14 Juli 2026, ESIC mengeluarkan suspensi sementara terhadap DarkMago dan Vintage setelah melakukan penilaian awal terhadap informasi yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Anti-Corruption Code dan Player Code of Conduct. Pada saat itu, ESIC menegaskan bahwa suspensi tersebut bersifat sementara dan belum merupakan keputusan bersalah.
Akibat suspensi tersebut, keduanya tidak dapat melanjutkan partisipasi di EWC 2026. PlayTime kemudian tidak dapat memenuhi persyaratan untuk melanjutkan turnamen dan akhirnya dikeluarkan dari kompetisi.
Kasus tersebut menjadi sorotan karena terjadi di salah satu turnamen esports terbesar tahun ini dan langsung berujung pada penghentian perjalanan PlayTime di EWC 2026.
Perbedaan Hukuman Menunjukkan Hasil Investigasi ESIC
Keputusan akhir ESIC memperlihatkan adanya perbedaan tingkat pelanggaran antara DarkMago dan Vintage.
DarkMago dijatuhi hukuman lima tahun terutama karena gagal melaporkan informasi mengenai dugaan tindakan manipulasi pertandingan yang diketahuinya.
Sementara Vintage dinyatakan secara langsung terbukti atas seluruh dakwaan yang dibebankan kepadanya, termasuk keterlibatan dalam upaya memanipulasi hasil pertandingan dan persoalan kompensasi finansial.
Perbedaan tersebut menjadi alasan mengapa ESIC menjatuhkan sanksi yang berbeda kepada keduanya.
PlayTime dan Kasus Integritas Dota 2
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya integritas kompetitif dalam ekosistem Dota 2 profesional.
ESIC sebagai badan yang menangani persoalan integritas esports memiliki kewenangan untuk melakukan investigasi dan menjatuhkan sanksi terhadap peserta yang terbukti melanggar regulasi kompetisi. Dalam perkara PlayTime, investigasi yang sebelumnya dimulai sebagai suspensi sementara kini telah menghasilkan keputusan final.
Bagi DarkMago, hukuman tersebut membuatnya harus absen dari kompetisi hingga Juli 2031. Sementara untuk Vintage, larangan seumur hidup secara efektif menutup jalannya untuk kembali berpartisipasi dalam kompetisi esports yang berada dalam cakupan sanksi ESIC.
Kasus PlayTime pun menjadi salah satu contoh terbaru mengenai bagaimana dugaan pelanggaran integritas kompetitif dapat berujung pada konsekuensi panjang bagi karier pemain maupun pelatih.