Bigetron by Vitality berhasil mempertahankan gelar juara Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) setelah mengalahkan NAVI dengan skor 4-3 di Grand Final Season 18. Duel yang berlangsung sengit hingga tujuh gim tersebut memastikan Moreno dan rekan-rekannya kembali mengangkat trofi tertinggi MPL ID.
Hasil ini menjadi gelar juara kedua secara beruntun bagi Bigetron. Sebelumnya, mereka juga berhasil menjadi kampiun MPL ID pada musim lalu. Keberhasilan mempertahankan gelar semakin istimewa karena NAVI memberikan perlawanan ketat dan sempat membalikkan keadaan hingga unggul 3-2.
Baca juga:
Moreno Percaya Diri Bawa Bigetron by Vitality Back to Back Juara MPL ID
Team Liquid ID Bidik Medali Emas IESF 2026 Usai Tersingkir dari Playoff MPL ID S18!
MPL ID S18: Mampukah NAVI Lanjutkan Tradisi Lahirnya Juara Baru?
Namun, Bigetron mampu bangkit pada dua gim terakhir. Dengan permainan kolektif dan performa impresif para pemainnya, mereka akhirnya menutup seri dengan kemenangan 4-3 sekaligus mempertahankan takhta juara MPL ID.

Bigetron vs NAVI: Drama Tujuh Game di Grand Final MPL ID S18
Pertemuan Bigetron dan NAVI di partai puncak menghadirkan persaingan ketat sejak gim pertama. Kedua tim saling bertukar kemenangan hingga skor mencapai 3-3 sebelum Bigetron memastikan gelar pada gim penentuan.
Berikut jalannya pertandingan Grand Final MPL ID Season 18.
Game 1: Nolan Nnael Tak Terbendung
Meski berstatus juara bertahan, Bigetron tidak terlalu diunggulkan dalam pertandingan Grand Final. Namun, Nnael berhasil memberikan kejutan dengan menggunakan Nolan, salah satu hero andalannya.
Bigetron tampil dominan sejak early game dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. NAVI kesulitan membendung tekanan yang diberikan Moreno dan rekan-rekannya hingga akhirnya harus kehilangan base hanya dalam waktu 14 menit.
Kemenangan cepat tersebut membuat Bigetron unggul 1-0 atas NAVI.
Game 2: Kolektivitas NAVI Samakan Kedudukan
NAVI langsung memberikan respons pada gim kedua dengan mengandalkan kombinasi hero Belerick, Paquito, Lylia, Carmilla, dan Freya.
Pertandingan berlangsung lebih ketat dibandingkan gim pembuka. Namun, NAVI mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan kecil yang dilakukan Bigetron untuk mengambil alih kendali permainan.
Kombinasi hero yang mereka gunakan terbukti efektif dalam menghadapi tekanan Bigetron. NAVI pun berhasil mengamankan kemenangan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Game 3: Shogun Bersinar dengan Yu Zhong
Memasuki gim ketiga, Bigetron kembali menunjukkan kekuatan mereka melalui performa impresif Shogun. Menggunakan Yu Zhong, ia berhasil memberikan tekanan besar kepada NAVI.
Kombinasinya dengan Atlas milik FINN mampu membatasi ruang gerak lawan, terutama di area jungle. Strategi tersebut membuat NAVI kesulitan mengamankan wilayah penting dan mengembangkan permainan.
Emann juga layak mendapatkan apresiasi karena beberapa kali berhasil menghindari upaya pick-off dari NAVI. Kemampuannya bertahan dalam situasi berbahaya membantu Bigetron membalikkan keadaan dan mempertahankan momentum.
Bigetron akhirnya kembali unggul setelah mengamankan gim ketiga.
Game 4: Joshuaa dan Hirara Bawa NAVI Bangkit
NAVI kembali menunjukkan mentalitas pantang menyerah pada gim keempat. Meski harus melewati pertandingan panjang selama 29 menit, Joshuaa dan rekan-rekannya berhasil menemukan celah untuk merebut kemenangan.
Penampilan Joshuaa menggunakan Hirara menjadi salah satu faktor penting kebangkitan NAVI. Mereka mampu mempertahankan permainan hingga menemukan momentum untuk mengakhiri pertandingan.
Kemenangan tersebut membuat skor kembali imbang 2-2 dan menjaga persaingan menuju gelar juara tetap terbuka.
Game 5: Zhuxin Jiizee Antar NAVI Berbalik Unggul
Momentum pertandingan kembali berpihak kepada NAVI pada gim kelima. Setelah terus berada dalam tekanan, mereka akhirnya berhasil mengambil keunggulan dalam seri.
Jiizee menjadi salah satu pemain kunci melalui penggunaan Zhuxin. NAVI tampil dominan sejak early game dan tidak memberikan banyak kesempatan bagi Bigetron untuk mengembangkan strategi.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 14 menit, NAVI berhasil mengunci kemenangan dan berbalik unggul 3-2. Hasil tersebut membuat Bigetron berada dalam posisi terdesak karena hanya memiliki satu kesempatan lagi untuk menjaga peluang mempertahankan gelar.
Game 6: Fanny Lepas, Nnael Dominasi Permainan
Bigetron berhasil menjaga asa mereka pada gim keenam setelah mendapatkan Fanny dalam fase draft. Keputusan NAVI membiarkan hero tersebut lepas menjadi salah satu faktor yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Bigetron.
Nnael tampil sangat dominan dan berhasil menutup pertandingan dengan KDA 8/0/2. Di sisi lain, Joshuaa yang menggunakan Nolan kesulitan memberikan perlawanan dan harus mengakhiri gim dengan catatan 0/5/0.
Perbedaan kontribusi kedua pemain tersebut terlihat jelas sepanjang pertandingan. Bigetron berhasil memaksimalkan keunggulan draft dan permainan Nnael untuk mengamankan kemenangan.
Hasil ini membuat kedudukan kembali imbang 3-3. Gelar juara MPL ID Season 18 pun harus ditentukan melalui gim ketujuh.
Game 7: Kolektivitas Bigetron Pastikan Gelar Juara
Gim ketujuh menjadi penentuan bagi kedua tim. Bigetron memilih kombinasi Sora, Hirara, Zhuxin, Gloo, dan Chou. Sementara itu, NAVI mengandalkan Obsidia, Paquito, Atlas, Carmilla, dan Lylia dengan komposisi yang dirancang untuk lebih kuat pada fase late game.
Bigetron tampil lebih agresif sejak early game dan berhasil menguasai sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka mampu mempertahankan tekanan sekaligus membatasi ruang gerak NAVI untuk mengembangkan strategi.
Meski NAVI berusaha bertahan dan mencari kesempatan membalikkan keadaan, tekanan Bigetron semakin sulit dibendung. Momentum penentuan terjadi ketika Bigetron berhasil membawa Lord melalui jalur top lane.
NAVI gagal menghentikan laju Lord tersebut hingga akhirnya harus menyerah pada menit ke-23. Kemenangan ini memastikan Bigetron menutup Grand Final dengan skor 4-3 sekaligus mempertahankan gelar juara MPL ID.

Bigetron Pertahankan Takhta Juara MPL ID
Kemenangan atas NAVI menjadi pencapaian penting bagi Bigetron by Vitality. Mereka berhasil membuktikan konsistensi sebagai salah satu tim terbaik di Indonesia dengan meraih gelar MPL ID untuk dua musim secara beruntun.
Perjalanan menuju trofi Season 18 juga tidak mudah. NAVI memberikan perlawanan sengit dan sempat berada di atas angin setelah unggul 3-2. Namun, Bigetron mampu menunjukkan ketahanan mental dan kualitas permainan untuk memaksakan gim ketujuh.
Performa Nnael, Shogun, Emann, FINN, serta kontribusi seluruh pemain menjadi bagian penting dalam keberhasilan tersebut. Kini, Bigetron kembali berdiri sebagai juara MPL ID dan siap membawa momentum positif mereka menghadapi tantangan berikutnya di panggung internasional.
Sementara itu, NAVI harus puas mengakhiri perjalanan mereka sebagai runner-up setelah gagal mempertahankan keunggulan pada dua gim terakhir. Meski demikian, perjuangan hingga tujuh pertandingan memperlihatkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan serius kepada sang juara bertahan.