Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
dbrand Batalkan Casing Companion Cube Steam Machine Akibat Masalah IP
dbrand resmi membatalkan produksi dan penjualan casing Steam Machine bertema Companion Cube setelah menerima teguran hak cipta langsung dari Valve.
Other

dbrand Batalkan Casing Companion Cube Steam Machine Akibat Masalah IP

Aldonov Danoza - Rabu, 01 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

dbrand resmi membatalkan penjualan casing Companion Cube untuk Steam Machine setelah menerima permintaan langsung dari Valve untuk menghentikan distribusi produk tersebut. Keputusan pahit ini sekaligus mengakhiri kelanjutan salah satu proyek aksesori gaming yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa bulan terakhir di ruang siber.

Padahal sebelum pembatalan terjadi, produk modifikasi ini sempat mencatatkan rekor sebagai salah satu item dengan angka penjualan tercepat dalam sejarah perusahaan. Proyek ini awalnya berangkat dari sebuah konsep visual yang dipublikasikan dbrand tak lama setelah Valve memperkenalkan lini mesin Steam Machine generasi terbaru ke publik.

Antusiasme Tinggi Komunitas dan Rekor Penjualan Tercepat Kedua

Desain casing tersebut terinspirasi langsung dari objek Weighted Companion Cube yang sangat ikonis dari seri game legendaris Portal. Antusiasme komunitas ternyata jauh melampaui ekspektasi awal di mana puluhan ribu pemain langsung mendaftarkan minat mereka sejak purwarupa pertama kali dipamerkan di media sosial.

Selama sekitar tujuh bulan, perusahaan mengaku telah menghabiskan lebih dari seribu jam kerja untuk proses rekayasa desain, pengembangan, hingga pembuatan 44 cetakan injeksi plastik terpisah. Saat masa pre-order resmi dibuka, produk ini langsung meroket menjadi komoditas dengan penjualan tercepat kedua di dbrand, hanya kalah dari aksesori Killswitch untuk Nintendo Switch 2.

Teguran Hukum Valve dan Penolakan Pengajuan Lisensi Resmi

Namun di balik kesuksesan komersial tersebut, dbrand terbukti tidak pernah mengantongi izin atau lisensi resmi dari Valve untuk mengomersialkan aset kekayaan intelektual (intellectual property/IP) tersebut. Tim hukum Valve bergerak cepat menghubungi dbrand untuk menuntut penghapusan seluruh halaman penjualan, materi promosi, hingga video peluncuran produk.

Meskipun proses pendekatan hukum dari Valve berlangsung sangat profesional dan lugas, mereka tetap bersikap tegas bahwa produk tersebut tidak boleh didistribusikan. dbrand sempat bernegosiasi agar proyek ini bisa dialihkan menjadi produk kerja sama berlisensi resmi, namun usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak Valve.

Proses Pengembalian Dana Penuh dan Rekam Jejak Perselisihan dbrand

Akibat penolakan tersebut, dbrand menghentikan total lini produksi, membatalkan semua pesanan, dan langsung memproses pengembalian dana penuh (full refund) ke seluruh akun pembeli. Pihak manajemen dbrand juga merilis surat terbuka untuk mengakui kesalahan fatal mereka dan meminta maaf secara terbuka kepada para pelanggan serta Valve.

Baca Juga :

5 Cerita Besar yang Wajib Diikuti di The International 15 Dota 2

Shuhei Yoshida Kritik Harga Mahal Steam Machine Terbaru Buatan Valve

Cara Cepat Cuan di Task Bar Hero, Tips Farming Loot untuk Dijual di Steam Market

Insiden ini menjadi lembaran hitam baru bagi dbrand yang memang terkenal sering bersinggungan dengan masalah hak cipta perusahaan raksasa. Beberapa tahun silam, mereka sempat berselisih dengan Sony Interactive Entertainment terkait produk Darkplates untuk konsol PlayStation 5, serta sempat menerima surat keberatan serupa dari pihak Nintendo.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait