Dua Pandangan Coach AFM soal Format Free Fire 2027, Kecewa FFWS SEA Berakhir tetapi Dukung Liga Nasional
Coach AFM
Free Fire

Dua Pandangan Coach AFM soal Format Free Fire 2027, Kecewa FFWS SEA Berakhir tetapi Dukung Liga Nasional

MikeApalah - Jumat, 06 November 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Perubahan format kompetisi Free Fire untuk musim 2027 mendapat tanggapan dari pelatih ONIC Esports, Ahmad Masturoh atau Coach AFM. Ia memiliki dua pandangan berbeda terhadap keputusan Garena mengakhiri Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) dan mengembalikan kompetisi ke tingkat nasional (FFWS ID).

Dari sudut pandang sebagai pelatih ONIC yang sebelumnya memiliki slot FFWS SEA, AFM mengaku sedih dan tidak setuju dengan perubahan tersebut. Ia merasa format baru tidak memberikan keuntungan bagi timnya, terutama karena persaingan di liga nasional memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan kompetisi regional.

Baca juga:

Sambut FFWS Global Finals 2026, Free Fire Hadirkan Event Storm Arena Mulai 6 November

Lengkap! Inilah Deretan Juara FFWS Global Finals Sepanjang Masa

FFWS Global Finals 2026: Misi Indonesia Rebut Kembali Gelar Juara Dunia Setelah Terakhir pada 2019

Namun, ketika melihat kebijakan tersebut dari perspektif komunitas Free Fire, AFM justru menyambut positif kembalinya liga nasional. Menurutnya, perubahan ini membuka kesempatan kerja bagi pemain dan pelaku industri esports yang sebelumnya hampir meninggalkan dunia kompetitif.

Dua pandangan tersebut membuat AFM menilai bahwa format baru Free Fire 2027 tetap memiliki kelebihan dan kekurangan.

Baca Juga :

Dua Pandangan Coach FM soal Format Free Fire 2027, Kecewa FFWS SEA Berakhir tetapi Dukung Liga Nasional

Sambut FFWS Global Finals 2026, Free Fire Hadirkan Event Storm Arena Mulai 6 November

Profil ONIC Olympus Menuju FFWS Global Finals 2026: Comeback ONIC dan Kekuatan Baru POOM - Adam

FFWS
FFWS Indonesia 2027

Apa yang Berubah dari Format Kompetisi Free Fire 2027?

Pada Oktober 2026, Garena mengumumkan perubahan jalur kualifikasi Free Fire menuju FFWS Global Finals. Setelah berlangsung selama periode 2024–2026, FFWS SEA tidak lagi menjadi jalur utama untuk memperebutkan tiket ke kejuaraan dunia.

Mulai 2027, kompetisi FFWS kembali digelar di tingkat nasional untuk Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Tim-tim dari masing-masing negara akan bersaing melalui liga domestik sebelum memperebutkan tempat di FFWS Global Finals.

Berikut sejumlah perubahan utama dalam format kompetisi Free Fire 2027:

FFWS SEA berakhir setelah tiga tahun. Kompetisi regional Asia Tenggara yang berlangsung sepanjang 2024–2026 tidak lagi menjadi jalur utama menuju FFWS Global Finals. Selama enam musim penyelenggaraannya, tim Indonesia berhasil meraih dua gelar juara, yaitu ONIC pada FFWS SEA Spring 2025 dan Bigetron by Vitality pada FFWS SEA Fall 2026.

Liga nasional kembali menjadi jalur kualifikasi. Garena akan menggelar kompetisi FFWS di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Hasil kompetisi domestik akan menentukan tim yang berhak mewakili masing-masing negara di panggung global.

Delapan slot menuju Global Finals tetap tersedia. Indonesia, Thailand, dan Vietnam masing-masing mendapatkan dua tiket langsung untuk juara dan runner-up. Malaysia memperoleh satu tiket langsung untuk juara, sedangkan satu tempat tersisa diperebutkan melalui Last Chance Qualifier (LCQ).

LCQ melibatkan 12 tim. Peserta berasal dari peringkat ketiga hingga kelima liga Indonesia, Thailand, dan Vietnam, serta peringkat kedua hingga keempat dari Malaysia. Mereka akan memperebutkan satu tiket terakhir menuju FFWS Global Finals.

Total hadiah meningkat. Gabungan total hadiah FFWS di empat negara mencapai US$1,4 juta untuk dua musim kompetisi 2027, atau sekitar US$700 ribu per musim.

Meski sejumlah perubahan utama sudah diumumkan, Garena belum memberikan rincian mengenai jadwal pertandingan, jumlah peserta, dan format lengkap FFWS Indonesia 2027.

Coach AFM Kecewa FFWS SEA Dihapus, Soroti Risiko Persaingan Liga Nasional

ONIC
ONIC

Sebagai pelatih ONIC yang sebelumnya memiliki tempat di FFWS SEA, AFM mengaku tidak sepenuhnya menerima perubahan format kompetisi tersebut.

Menurutnya, kompetisi regional memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus menghadirkan kualitas persaingan yang berbeda. Karena itu, berakhirnya FFWS SEA membuatnya merasa ONIC tidak mendapatkan keuntungan dari perubahan yang diterapkan Garena.

“Sebagai pelatih ONIC yang memiliki slot SEA, saya merasa sedih, tidak setuju, dan merasa tidak mendapatkan keuntungan dari SEA itu sendiri,” ujar AFM.

Salah satu kekhawatiran utamanya berkaitan dengan dinamika pertandingan dalam liga nasional yang melibatkan banyak peserta. AFM menyoroti kemungkinan adanya tim-tim yang tidak memiliki organisasi esports profesional di baliknya, sehingga persaingan dapat berlangsung dengan pendekatan yang sulit diprediksi.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat tim unggulan kehilangan poin ketika menghadapi lawan yang berada jauh di bawah posisi klasemen.

AFM mengaku pernah mengalami situasi serupa ketika masih berkompetisi di Free Fire Master League (FFML). Saat itu, ia pernah berada di posisi pertama klasemen, tetapi justru mendapatkan tekanan dari tim yang menempati peringkat ke-12.

“Saya pernah merasakan permainan diacak-acak di Liga Indonesia. Saat saya di FFML berada di peringkat pertama, tiba-tiba ditabrak oleh tim peringkat ke-12, dan itu sangat menghancurkan. Itu yang tidak saya sukai dari Liga Indonesia,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan AFM kurang setuju dengan kembalinya sistem liga nasional. Ia menilai konsistensi permainan tim dapat menghadapi tantangan lebih besar ketika harus berhadapan dengan banyak peserta yang memiliki pendekatan bermain berbeda.

Kembalinya Liga Nasional Buka Peluang bagi Pemain Free Fire

Berbeda dengan pandangannya sebagai pelatih ONIC, AFM justru memberikan respons positif ketika melihat perubahan format dari perspektif komunitas Free Fire.

Menurutnya, kembalinya kompetisi nasional membuka kesempatan bagi lebih banyak pemain untuk kembali berkarier di industri esports. Ia melihat sejumlah pemain yang sebelumnya hampir pensiun kini mendapatkan kesempatan untuk direkrut kembali oleh organisasi profesional.

“Sebagai aset komunitas, saya suka jika liganya kembali ke Indonesia,” kata AFM.

Ia menilai perkembangan tersebut menjadi kabar baik bagi ekosistem kompetitif Free Fire. Semakin terbukanya kesempatan berkompetisi di tingkat nasional memberikan ruang bagi pemain untuk kembali menunjukkan kemampuan dan mendapatkan tempat di tim esports.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemain, tetapi juga pelaku industri yang terlibat dalam kompetisi. Kembalinya liga nasional dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja serta memperkuat aktivitas ekosistem Free Fire di Indonesia.

Dari sudut pandang tersebut, AFM melihat perubahan format sebagai kesempatan baru bagi komunitas, meskipun ia tetap memiliki kekhawatiran terhadap kualitas persaingan di dalam liga.

Apa Dampak Format Baru Free Fire 2027 bagi ONIC dan Tim Indonesia?

Perubahan jalur kualifikasi menuju FFWS Global Finals juga akan memengaruhi strategi tim-tim Indonesia, termasuk ONIC.

Pada FFWS Global Finals 2026, Indonesia berhasil mengirimkan tiga wakil, yakni Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, dan ONIC melalui jalur FFWS SEA.

Namun, mulai 2027, setiap tim harus kembali bersaing di liga nasional untuk mendapatkan tiket menuju kejuaraan dunia. Indonesia memiliki dua tempat langsung melalui posisi juara dan runner-up, sementara satu kesempatan tambahan tersedia melalui LCQ.

Artinya, tim yang gagal finis di dua posisi teratas masih memiliki peluang untuk lolos apabila berhasil menempati peringkat ketiga hingga kelima dan melanjutkan persaingan di LCQ.

Bagi ONIC, perubahan ini membuat persiapan menuju musim 2027 menjadi semakin penting. Tim tidak lagi dapat mengandalkan sistem kompetisi regional seperti sebelumnya dan harus mampu menjaga konsistensi sepanjang liga nasional.

Meski Coach AFM belum mengungkap langkah yang akan diambil ONIC menghadapi perubahan tersebut, kekhawatirannya memberikan gambaran mengenai tantangan yang mungkin dihadapi organisasi pemegang slot FFWS SEA ketika kembali bersaing di tingkat domestik.

Format Free Fire 2027 Punya Kelebihan dan Kekurangan

Tanggapan Coach AFM memperlihatkan bahwa perubahan kompetisi Free Fire 2027 memiliki dampak berbeda bagi setiap pihak.

Dari sisi tim profesional seperti ONIC, berakhirnya FFWS SEA menjadi perubahan besar karena menghilangkan panggung kompetisi regional yang selama ini menjadi jalur menuju kejuaraan dunia.

Sementara itu, bagi pemain dan komunitas di Indonesia, kembalinya liga nasional dapat membuka kesempatan baru untuk berkarier, memperkuat roster, dan mendapatkan tempat di organisasi esports.

Efektivitas format baru nantinya akan bergantung pada bagaimana Garena mengelola kompetisi nasional, mulai dari jumlah peserta, sistem pertandingan, hingga mekanisme kualifikasi menuju FFWS Global Finals.

Untuk saat ini, detail lengkap FFWS Indonesia 2027 masih dinantikan. Namun, satu hal yang sudah terlihat adalah perubahan tersebut akan membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi ekosistem kompetitif Free Fire di Tanah Air.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait