Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang esports internasional. International Esports Federation (IESF) resmi mengumumkan Banten sebagai lokasi penyelenggaraan World Esports Championship 2026 (WEC26), yang akan berlangsung pada 15–20 Desember 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.
Memasuki edisi ke-18, WEC26 diperkirakan menghadirkan perwakilan dari 101 negara, lebih dari 160 tim nasional, dan lebih dari 400 atlet esports dari berbagai penjuru dunia. Selama enam hari, para peserta akan bersaing membawa nama negara masing-masing dalam salah satu kejuaraan esports internasional yang diselenggarakan oleh IESF.
Baca juga:
IESF WEC 2026 Digelar di Indonesia, Ini Jadwal Lengkap, Nomor Game dan Negara yang Bertanding
Penunjukan Banten memperpanjang rekam jejak Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi tersebut. Sebelumnya, Indonesia pernah menyelenggarakan World Esports Championship di Jakarta pada 2016 dan Bali pada 2022.

IESF WEC 2026
WEC26 Digelar di ICE BSD City, Hadirkan Kompetisi Esports Internasional
ICE BSD City akan menjadi pusat pertandingan WEC26 pada Desember mendatang. Berlokasi di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, kawasan ini merupakan salah satu pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia, dengan luas bangunan sekitar 220.000 meter persegi di atas lahan seluas 22 hektare dan memiliki 10 gedung pameran.
Fasilitas tersebut akan menampung atlet, perwakilan federasi esports nasional, serta komunitas esports internasional selama penyelenggaraan kejuaraan.
Berdasarkan laman resmi WEC26, pertandingan mencakup enam kompetisi yang melibatkan Counter-Strike 2, Dota 2, Mobile Legends: Bang Bang, dan PUBG MOBILE. Sejumlah nomor pertandingan khusus perempuan juga akan digelar untuk Counter-Strike 2 dan Mobile Legends: Bang Bang.
Kehadiran berbagai judul tersebut memberikan kesempatan bagi atlet dari sejumlah disiplin esports untuk bersaing dalam satu panggung internasional. Selain perebutan gelar juara dunia, WEC26 juga menjadi ajang bagi federasi nasional untuk menunjukkan perkembangan esports di negara masing-masing.
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Tuan Rumah Esports Dunia
Penyelenggaraan WEC26 turut memperkuat hubungan jangka panjang antara IESF dan Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah menjadi tuan rumah kejuaraan ini di Jakarta pada 2016 dan Bali pada 2022. WEC26 akan menjadi kunjungan ketiga kejuaraan tersebut ke Indonesia, kali ini dengan Banten sebagai tuan rumah.
Dukungan terhadap perkembangan esports nasional juga diperkuat melalui pelantikan kepengurusan baru Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) periode 2026–2030 pada Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menempatkan esports dalam struktur olahraga nasional sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kompetitif di Tanah Air.
Bagi Banten, penyelenggaraan WEC26 turut membuka kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada delegasi dan pengunjung internasional. Selain memiliki fasilitas untuk acara berskala besar, provinsi ini juga dikenal dengan kekayaan budaya, bentang alam, serta komunitas lokal yang beragam.
Presiden IESF Sambut Kembalinya WEC ke Indonesia
Presiden IESF, Vlad Marinescu, menyambut positif penyelenggaraan kembali World Esports Championship di Indonesia. Menurutnya, dukungan terhadap esports terlihat melalui keterlibatan masyarakat hingga kebijakan yang mendorong perkembangan industri tersebut.
“Kami sangat senang dapat membawa World Esports Championship kembali ke Indonesia. Negara ini memiliki komitmen terhadap pengembangan esports dalam berbagai aspek, dan energi tersebut terasa di mana-mana, mulai dari masyarakat hingga kebijakannya,” ujar Marinescu.
Ia juga menyoroti rekam jejak Indonesia yang telah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia tersebut sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun.
“Tiga kali menjadi tuan rumah World Championship dalam sepuluh tahun menunjukkan besarnya komitmen tersebut dan kekuatan PB ESI. Kini, kami membawa dunia ke Banten dengan fasilitas berstandar tinggi dan keramahan yang luar biasa. WEC26 tentu akan memberikan panggung yang layak bagi para tim nasional untuk menunjukkan kemampuan mereka,” lanjutnya.
Menurut IESF, World Esports Championship merupakan bagian penting dari misi organisasi untuk mengembangkan esports secara global melalui kerja sama internasional, kesempatan berkompetisi, serta keterlibatan federasi nasional anggota.
WEC26 Jadi Panggung Atlet Esports dari Berbagai Negara
Dengan jadwal pertandingan pada 15–20 Desember 2026, WEC26 akan mempertemukan atlet dari berbagai negara dalam kompetisi yang membawa identitas nasional masing-masing. Ajang ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga memperkuat kerja sama antar-federasi dan memperluas jangkauan esports di tingkat internasional.
Indonesia kini bersiap menyambut komunitas esports dunia di Banten. Melalui WEC26, penyelenggaraan esports internasional kembali hadir di Tanah Air, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam perkembangan ekosistem esports global.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, peserta, dan format pertandingan dapat dipantau melalui laman resmi World Esports Championship 2026.