Perjalanan Dewa United Esports di MPL Indonesia Season 18 harus berakhir pada babak regular season. Anak Dewa menutup kompetisi di peringkat ketujuh klasemen akhir, sehingga gagal mengamankan tiket menuju playoff untuk pertama kalinya sejak berada di bawah arahan Coach Right.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Dewa United. Dalam dua musim sebelumnya, tim berjuluk Anak Dewa tersebut selalu berhasil melaju ke babak playoff. Namun, berbagai perubahan komposisi pemain dan tantangan menjaga konsistensi sepanjang MPL ID S18 membuat mereka gagal mengulangi pencapaian tersebut.
Baca juga:
MPL ID 18: Dewa United Gagal Lolos Playoff Usai Tiga Kekalahan Beruntun
MPL ID S18: Dewa United Esports Kalah 0-2 dari NAVI, Peluang Lolos Kian Menipis
Bagi Hazle, jungler yang bergabung dengan Dewa United pada musim ini, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan karier profesionalnya. Meski gagal mencapai target tim, ia tetap optimistis menghadapi kompetisi musim mendatang bersama Anak Dewa.

Dewa United Hadapi Perubahan Roster di MPL ID S18
Dewa United menjalani MPL ID S18 dengan perubahan komposisi roster setelah berpisah dengan dua pemain penting, Dolynn dan Muezza, yang memiliki kontribusi besar pada musim sebelumnya.
Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan, tim memberikan kesempatan kepada Itoshi Kesuu dan Kayn, yang sebelumnya menjadi pemain pelapis pada MPL ID S17. Perubahan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Dewa United dalam membangun kembali koordinasi dan menemukan komposisi paling efektif.
Sayangnya, performa pada awal musim belum sesuai harapan. Hasil yang kurang maksimal mendorong manajemen melakukan penyesuaian kembali untuk meningkatkan daya saing tim.
Dewa United kemudian mempromosikan Shanee untuk mengisi posisi roamer dan merekrut Hazle guna memperkuat sektor jungler. Perombakan tersebut menjadi upaya tim untuk menemukan keseimbangan baru dalam permainan dan memperbaiki hasil pada sisa kompetisi.
Hazle Bawa Gaya Agresif untuk Memperkuat Jungler Dewa United
Kehadiran Hazle memberikan warna baru dalam permainan Dewa United. Jungler berusia 19 tahun tersebut dikenal dengan gaya bermain agresif serta kemampuan menggunakan beragam hero untuk menyesuaikan kebutuhan strategi tim.
Dalam beberapa penampilannya, Hazle mampu memberikan kontribusi melalui eliminasi lawan dan efektivitas dalam mengamankan objektif. Kemampuannya tersebut menjadi salah satu modal bagi Anak Dewa untuk membangun tekanan terhadap lawan, terutama ketika tim berusaha mengendalikan tempo permainan.
Meski demikian, peningkatan performa secara individu belum cukup untuk membawa Dewa United mempertahankan konsistensi hasil hingga akhir musim. Ketatnya persaingan MPL ID S18 membuat setiap kekalahan berpengaruh terhadap peluang memperbaiki posisi klasemen.
Dewa United akhirnya harus menerima kenyataan bahwa hasil sepanjang regular season tidak mencukupi untuk membawa mereka masuk ke zona playoff.
Hazle Akui MPL ID S18 Jadi Musim yang Penuh Pelajaran
Bagi Hazle, MPL ID S18 memiliki arti tersendiri dalam perjalanan kariernya. Selain menjadi kesempatan untuk kembali bermain di panggung MPL Indonesia, musim ini juga menjadi pengalaman pertamanya gagal melaju ke babak playoff.
Ia mengakui banyak hal yang dapat dipelajari selama memperkuat Dewa United, baik dari sisi permainan maupun pengalaman beradaptasi dengan rekan setim, staf pelatih, dan manajemen organisasi.
“Menurut aku ini season yang berkesan, khususnya buat aku sendiri, karena ini pertama kalinya aku tidak lolos playoff dan banyak banget pelajaran yang aku dapat,” tutur Hazle.
Hazle juga mengungkapkan rasa syukurnya karena kembali mendapat kesempatan bersaing di MPL Indonesia. Baginya, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertandingan, tetapi juga hubungan dan proses belajar bersama orang-orang baru di dalam tim.
“Aku bersyukur juga bisa kembali di scene MPL ID dan bertemu dengan teman-teman baru, coaching staff, dan jajaran manajemen. Perjalanan kami masih akan berlanjut, dan kami akan berusaha yang terbaik untuk musim depan,” pungkasnya.
Dewa United Siapkan Evaluasi untuk Musim Mendatang
Kegagalan lolos ke playoff MPL ID S18 menjadi bahan evaluasi besar bagi Dewa United Esports. Perubahan roster yang dilakukan sepanjang musim menunjukkan upaya organisasi untuk menemukan komposisi terbaik, tetapi konsistensi permainan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan.
Pengalaman Hazle dan para pemain lainnya dapat menjadi bekal untuk memperbaiki koordinasi, memperkuat strategi, serta meningkatkan pengambilan keputusan dalam pertandingan penting. Proses evaluasi juga diperlukan agar tim mampu mengantisipasi tekanan kompetisi yang semakin ketat pada musim berikutnya.
Bagi Hazle sendiri, musim ini menjadi bagian penting dari perkembangan kariernya sebagai pemain profesional. Ia telah merasakan tantangan bermain di level tertinggi, beradaptasi dengan tim baru, dan menghadapi hasil yang tidak sesuai target.
Kini, Dewa United harus mengalihkan perhatian pada persiapan musim mendatang. Dengan evaluasi yang tepat dan perbaikan secara menyeluruh, Anak Dewa diharapkan dapat kembali bersaing dan berusaha merebut tiket playoff pada kompetisi berikutnya.