MPL ID S18 : Dewa United Tutup Musim dengan Kekalahan dari ONIC, Coach Right Minta Maaf Gagal ke Playoff
Dewa United Esports
Mobile Legends

MPL ID S18 : Dewa United Tutup Musim dengan Kekalahan dari ONIC, Coach Right Minta Maaf Gagal ke Playoff

MikeApalah - Minggu, 18 Oktober 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dewa United Esports harus mengakhiri perjalanan mereka di Regular Season MPL Indonesia Season 18 dengan kekalahan dari ONIC. Dalam pertandingan pekan terakhir yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), Anak Dewa takluk dengan skor 1-2 setelah gagal mempertahankan keunggulan pada gim kedua dan kehilangan momentum di gim penentuan.

Pelatih Dewa United Esports, Coach Right, menurunkan Itoshi Kesuu, Maybee, Octa, QINN, dan Hazle sebagai susunan pemain utama untuk menghadapi ONIC. Salah satu perubahan yang menarik perhatian adalah kembalinya Kesuu ke posisi roamer, menggantikan Shanee yang mengisi peran tersebut sejak pekan keempat.

Baca juga:

MPL ID 18: Dewa United Gagal Lolos Playoff Usai Tiga Kekalahan Beruntun

MPL ID S18: Dewa United Esports Kalah 0-2 dari NAVI, Peluang Lolos Kian Menipis

Hasil MPL ID S18: Dewa United Esports Kalah 1-2 dari EVOS, Langkah Menuju Playoff Kian Terjal!

Meski mampu membuka pertandingan dengan kemenangan pada gim pertama, Dewa United gagal menjaga konsistensi hingga akhir seri. Hasil ini menjadi penutup perjalanan Anak Dewa di MPL ID S18, setelah sebelumnya dipastikan tidak lolos ke babak playoff.


Baca Juga :

MPL ID S18 : Dewa United Tutup Musim dengan Kekalahan dari ONIC, Coach Right Minta Maaf Gagal ke Playoff

MPL ID S18: NAVI Kalahkan RRQ Hoshi, Kokoh di Puncak Klasemen

MPL ID 18: Dewa United Gagal Lolos Playoff Usai Tiga Kekalahan Beruntun

Dewa United Unggul di Game Pertama Berkat Agresivitas dan Inisiasi QINN

Dewa United mengawali pertandingan dengan permainan agresif. Anak Dewa mampu mengarahkan serangan secara efektif kepada hero core ONIC, sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan dengan leluasa.

QINN yang menggunakan Kalea menjadi salah satu kunci permainan Dewa United. Kemampuannya dalam membuka pertarungan membantu tim mengamankan momentum saat perebutan objektif dan teamfight.

Inisiasi yang tepat membuat Dewa United mampu menjalankan strategi dengan lebih terarah. Mereka berhasil memanfaatkan celah dalam formasi ONIC untuk mengamankan kemenangan pada gim pembuka.

Hasil tersebut memberikan harapan bagi Anak Dewa untuk menutup musim dengan kemenangan. Namun, ONIC menunjukkan kemampuan beradaptasi pada gim berikutnya dan mengubah jalannya pertandingan.

Kesalahan Saat Menyerang Base Membuat ONIC Samakan Skor

Memasuki gim kedua, Dewa United kembali menggunakan pendekatan draft yang tidak jauh berbeda dari pertandingan sebelumnya. Anak Dewa mampu mengendalikan permainan sejak fase early game hingga mid game dan memiliki peluang untuk mengakhiri gim lebih cepat.

Namun, situasi berubah ketika Dewa United mencoba menghancurkan base ONIC. Perhitungan yang kurang tepat membuat seluruh pemain Anak Dewa tereliminasi sebelum mereka berhasil menuntaskan serangan.

ONIC langsung memanfaatkan momentum tersebut untuk membalikkan keadaan. Kesempatan yang terbuka setelah eliminasi seluruh pemain Dewa United membantu ONIC mengamankan kemenangan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kekalahan pada gim kedua menjadi pukulan penting bagi Dewa United. Keunggulan permainan yang mereka bangun sejak awal tidak cukup untuk memastikan kemenangan karena satu kesalahan dalam eksekusi akhir mengubah momentum pertandingan.

ONIC Hentikan Perlawanan Dewa United di Game Penentuan

Pada gim ketiga, Dewa United berusaha kembali mengambil inisiatif melalui permainan agresif sejak awal. Akan tetapi, ONIC mampu merespons dengan counter-inisiasi yang lebih disiplin dan membatasi ruang gerak para pemain Anak Dewa.

Penargetan terhadap QINN dan Octa menjadi salah satu kendala bagi Dewa United untuk menjalankan strategi mereka. Ketika dua pemain tersebut kesulitan memberikan kontribusi optimal, Anak Dewa kehilangan sebagian kemampuan untuk membuka pertarungan dan mengembangkan serangan.

ONIC pun berhasil mempertahankan kendali permainan hingga gim penentuan berakhir. Dewa United harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor akhir seri 1-2.

Kekalahan ini sekaligus memastikan Anak Dewa menutup pekan terakhir Regular Season MPL ID S18 tanpa tambahan kemenangan.

Laga Kontra ONIC Jadi Pertandingan Terakhir Dewa United di MPL ID S18

Pertandingan melawan ONIC menjadi laga terakhir Dewa United Esports di MPL ID S18. Perolehan poin sepanjang musim reguler tidak cukup untuk membawa mereka menembus babak playoff, sehingga perjalanan tim harus berakhir sebelum memasuki fase gugur.

Hasil tersebut menutup musim yang penuh tantangan bagi skuad asuhan Coach Right. Dewa United sempat menunjukkan potensi melalui sejumlah permainan agresif, tetapi konsistensi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki untuk musim mendatang.

Dalam pertandingan terakhir ini, perubahan posisi Kesuu menjadi roamer juga menjadi bagian dari upaya tim mencari pendekatan permainan yang sesuai. Namun, hasil akhir belum berpihak kepada Anak Dewa.

Coach Right Minta Maaf kepada Pendukung Dewa United

Setelah berakhirnya pertandingan, Coach Right menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Dewa United Esports yang terus memberikan dukungan sepanjang musim. Ia juga meminta maaf karena tim belum berhasil mencapai target untuk lolos ke playoff MPL ID S18.

“Untuk semua Anak Dewa, terima kasih sudah terus mendukung kami meskipun kami masih belum konsisten di musim ini,” ujar Coach Right.

Ia mengakui bahwa perjalanan musim ini menghadirkan banyak tantangan yang harus dihadapi tim. Meski gagal melangkah ke babak playoff, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Kami juga meminta maaf karena musim ini harus gagal ke playoff. Ada banyak tantangan di musim ini, tetapi kami belajar banyak agar musim depan bisa lebih baik,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penutup perjalanan Dewa United di MPL ID S18. Bagi Coach Right dan para pemain, evaluasi terhadap konsistensi permainan, pengambilan keputusan pada momen krusial, serta koordinasi dalam teamfight akan menjadi aspek penting untuk diperbaiki.

Meski harus mengakhiri musim dengan kekalahan, dukungan para penggemar tetap menjadi bagian dari perjalanan Anak Dewa. Kini, Dewa United perlu memanfaatkan pengalaman sepanjang MPL ID S18 sebagai bekal untuk kembali bersaing pada musim berikutnya.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait