Royal Derby ke-41 kembali mempertemukan RRQ Hoshi dan ONIC di MPL Indonesia Season 18. Namun, duel kali ini membawa tekanan berbeda bagi Sang Raja. RRQ harus memutus tujuh kekalahan beruntun dari ONIC jika ingin mengembalikan supremasi mereka dalam rivalitas yang selama beberapa musim terakhir dikuasai Landak Kuning.
Kemenangan terakhir RRQ atas ONIC terjadi pada MPL ID Season 15 Leg 1. Sejak saat itu, ONIC selalu menjadi penghalang bagi Sang Raja dalam setiap pertemuan.
Kini RRQ hadir dengan komposisi baru, termasuk Arthur, gold laner yang langsung menunjukkan performa impresif pada awal musim. Pertemuannya dengan Kelra pun berpotensi menjadi salah satu duel individu paling menentukan dalam Royal Derby kali ini.
Arthur Jadi Senjata Baru RRQ
Salah satu perubahan paling menarik di kubu RRQ Hoshi musim ini adalah kehadiran Arthur sebagai gold laner.
Pada awal MPL ID Season 18, Arthur langsung menunjukkan kontribusi signifikan. Ia tercatat sebagai pemimpin statistik Gold per Game dan Damage per Game, memperlihatkan betapa besar perannya dalam membangun kekuatan ofensif RRQ.
Performa tersebut juga terlihat ketika RRQ berhadapan dengan Dewa United Esports.
Dalam game penentuan, permainan Moskov milik Arthur menjadi salah satu faktor penting di balik comeback RRQ. Ketika Sang Raja berada dalam posisi tertekan, Arthur mampu memanfaatkan momentum untuk memberikan damage dan membantu tim membalikkan keadaan.
Kemampuan tersebut membuat Arthur menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan dalam Royal Derby ke-41.
Kelra Menjadi Ujian Terbesar Arthur
Namun, lawan Arthur kali ini bukan gold laner sembarangan.
Di sisi ONIC, ada Kelra, salah satu pemain yang selama ini dikenal sebagai ancaman besar di posisi gold lane.
Duel Arthur vs Kelra menarik karena keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam membangun sumber damage tim. Siapa yang mampu mendapatkan farming lebih cepat dan memperoleh ruang lebih besar berpotensi memberikan dampak besar pada keseluruhan pertandingan.
Arthur datang dengan momentum statistik yang positif. Sementara Kelra memiliki pengalaman dalam pertandingan-pertandingan besar dan sudah terbiasa menghadapi tekanan Royal Derby.
Pertarungan di gold lane pun bisa menjadi salah satu kunci utama dalam menentukan siapa yang menguasai pertandingan.
Tujuh Kekalahan Beruntun Jadi Beban RRQ
Secara historis, Royal Derby kali ini jelas lebih menguntungkan ONIC.
Landak Kuning berhasil memenangkan tujuh pertemuan terakhir melawan RRQ. Rentetan tersebut membuat Sang Raja berada dalam posisi yang harus mengejar.
Namun, sejarah juga memberikan motivasi tambahan.
RRQ tentu ingin membuktikan bahwa roster baru mereka mampu mengubah tren tersebut. Kemenangan atas ONIC bukan hanya akan memberikan tambahan penting di klasemen, tetapi juga dapat menjadi suntikan kepercayaan diri bagi komposisi baru RRQ.
Terlebih, mereka sudah mendapatkan kemenangan setelah mengalahkan Dewa United. Artinya, RRQ memiliki momentum yang bisa dibawa menuju Royal Derby.
Arthur Bisa Jadi Pembeda Baru Royal Derby
Dalam dua musim terakhir, ONIC relatif mampu menjaga kendali atas rivalitas tersebut. Namun, kehadiran Arthur memberikan variabel baru yang belum dimiliki RRQ pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Gold laner muda tersebut sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi sumber damage sekaligus pemain yang menentukan ketika pertandingan memasuki situasi sulit.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah performa tersebut dapat diterjemahkan ketika menghadapi lawan dengan kualitas seperti ONIC.
Arthur tidak hanya harus berhadapan dengan Kelra, tetapi juga harus menghadapi tekanan dari seluruh pemain ONIC yang tentu akan memahami pentingnya membatasi ruang geraknya.
Jika Arthur mampu mendapatkan farming dan menjaga posisi dengan baik, RRQ memiliki peluang untuk mengubah pola permainan Royal Derby.
RRQ Perlu Memutus Ketergantungan pada Satu Pemain
Meski duel Arthur dan Kelra menjadi sorotan utama, hasil Royal Derby tidak akan ditentukan oleh satu pemain saja.
RRQ harus mampu membangun permainan kolektif dan memastikan Arthur mendapatkan ruang tanpa membuat lini lainnya kehilangan pengaruh.
Sebaliknya, ONIC juga memiliki banyak opsi untuk memberikan tekanan jika mereka berhasil membaca pola permainan RRQ.
Karena itu, draft, objektif, rotasi, dan kemampuan melakukan team fight akan sama pentingnya dengan duel mekanik antar-gold laner.
Akankah Royal Derby Berubah Arah?
Royal Derby ke-41 membawa dua cerita besar.
Di satu sisi, ONIC memiliki catatan dominan dengan tujuh kemenangan beruntun atas RRQ. Kelra juga memiliki kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu gold laner yang sulit dihentikan di panggung MPL ID.
Namun di sisi lain, RRQ memiliki Arthur.
Statistik awal musim dan performanya ketika menghadapi Dewa United memberikan alasan bagi Sang Raja untuk percaya bahwa mereka memiliki pembeda baru yang mampu mengubah rivalitas ini.
Kini semuanya akan diuji di panggung Royal Derby.
Mampukah Arthur membawa RRQ mengakhiri tujuh kekalahan beruntun sekaligus mengembalikan kemenangan Sang Raja atas ONIC, atau Kelra dan Landak Kuning kembali mempertahankan kendali atas Royal Derby?