T1 berhasil mengalahkan Karmine Corp dengan skor 3-1 pada babak perempat final League of Legends World Championship 2026. Kemenangan ini memastikan langkah wakil Korea Selatan tersebut ke semifinal sekaligus mengakhiri perjalanan Karmine Corp sebagai harapan terakhir tim-tim Barat di turnamen tahun ini.
Hasil tersebut juga menjadi ajang pembalasan bagi T1 setelah sebelumnya kalah dari Karmine Corp pada semifinal Esports World Cup (EWC) 2026. Kini, T1 kembali memiliki kesempatan untuk melangkah ke partai puncak Worlds dan mempertahankan catatan penampilan di final selama empat edisi terakhir.
Baca juga:
Worlds 2026: Jadwal, Tim, Format, Pick'Ems, dan Semua Hal yang Wajib Kamu Ketahui!
Polisi Amankan Terduga Pelaku Hate Speech terhadap Oner T1, Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan
Mengapa T1 Tak Selalu Berjaya di EWC, tetapi Nyaris Selalu Mengancam di Worlds?
Pertandingan berlangsung dalam empat gim. Meski Karmine Corp sempat mencuri satu kemenangan, T1 mampu menunjukkan keunggulan melalui permainan makro, penguasaan objektif, dan performa sejumlah pemain kuncinya.

T1 Unggul 2-0 Berkat Performa Peyz dan Keria
Karmine Corp memulai seri dengan cukup baik pada gim pertama. Kim “Canna” Chan-dong, mantan pemain T1 yang kini memperkuat Karmine Corp, berhasil mendapatkan first blood dengan menumbangkan Choi “Doran” Hyun-jun.
Namun, T1 perlahan mampu mengejar ketertinggalan melalui permainan lane Kim “Peyz” Su-hwan dan Ryu “Keria” Min-seok. Kesalahan Alan “Busio” Zwalina kemudian dimanfaatkan T1 untuk mengambil alih inisiatif permainan.
Dengan permainan makro yang disiplin, T1 berhasil membuka keunggulan dalam seri. Meski Peyz harus tumbang pada pertarungan terakhir, T1 tetap mengamankan kemenangan gim pertama.
Memasuki gim kedua, T1 tampil jauh lebih agresif. Moon “Oner” Hyun-jun dan Lee “Faker” Sang-hyeok berhasil membangun keunggulan sejak awal pertandingan. Kemenangan dalam pertarungan 5v4 di area top lane semakin memperkuat posisi T1.
Karmine Corp sempat berusaha memperlambat tempo permainan, tetapi T1 tetap mampu mempertahankan kendali. Keria kemudian menjadi pembeda lewat penampilan impresif menggunakan Nautilus dalam pertarungan tim penting di area mid lane.
Kemenangan tersebut membuat T1 unggul 2-0 dan hanya membutuhkan satu gim lagi untuk memastikan tiket semifinal.
Karmine Corp Bangkit, Yike dan Kyeahoo Curi Gim Ketiga
Meski tertinggal dua gim, Karmine Corp belum menyerah. Wakil Prancis tersebut berhasil memaksakan pertarungan dan menemukan celah untuk memperkecil ketertinggalan.
Salah satu momen penting terjadi ketika Karmine Corp berhasil mengamankan Baron tanpa terdeteksi oleh T1. Mereka juga mampu melakukan pertukaran objektif dengan baik sehingga pertandingan kembali berjalan seimbang.
Pertarungan krusial kemudian terjadi ketika kedua tim memperebutkan Elder Dragon. Martin “Yike” Sundelin berhasil menjauhkan Faker dari area pertarungan, sementara Kang “Kyeahoo” Ye Hu mampu menghalangi Peyz.
Situasi tersebut memberikan ruang bagi Karmine Corp untuk memenangkan pertarungan dan mengamankan gim ketiga. Skor berubah menjadi 2-1, sekaligus menjaga peluang mereka untuk membalikkan keadaan.
T1 Tutup Seri 3-1 dan Singkirkan Wakil Terakhir LEC
Pada gim keempat, Karmine Corp memberikan kesempatan bagi Oner dan Keria untuk menggunakan hero andalan mereka, yakni Nocturne dan Neeko. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang kemudian dimanfaatkan T1 untuk kembali mengendalikan permainan.
Canna sekali lagi berhasil mendapatkan first blood. Namun, Peyz mengambil alih momentum dalam pertarungan penting di sekitar objektif Dragon dan membawa T1 berada di posisi yang lebih menguntungkan.
Momen penentuan terjadi ketika Karmine Corp mencoba melakukan pengejaran dalam kondisi terdesak. Keria berhasil melancarkan serangan balasan dengan sempurna dan membalikkan situasi pertarungan.
T1 pun menuntaskan gim keempat dengan kemenangan 26-6, sekaligus memastikan hasil akhir 3-1. Kemenangan ini mengakhiri langkah Karmine Corp dan menjadikan T1 salah satu tim yang melaju ke babak semifinal Worlds 2026.
T1 Tantang Bilibili Gaming di Semifinal Worlds 2026
Pada Senin mendatang, T1 akan menghadapi Bilibili Gaming (BLG), unggulan kedua dari wilayah League of Legends Pro League (LPL) China. Pertandingan ini akan menjadi ujian berikutnya bagi T1 dalam upaya mencapai final Worlds untuk kelima kalinya secara beruntun.
BLG bukan lawan yang mudah. Tim asal China tersebut sebelumnya berhasil mengalahkan T1 pada dua turnamen besar tahun ini, yakni Mid-Season Invitational (MSI) dan EWC 2026. Hasil tersebut membuat pertemuan di semifinal Worlds kali ini semakin menarik.
Secara catatan pertemuan, kedua tim memiliki rekor kemenangan seri yang seimbang, yaitu 5-5. Namun, T1 sedikit lebih unggul dalam jumlah gim yang dimenangkan dengan catatan 17-16.
Salah satu sorotan utama dalam pertandingan nanti adalah rekor Faker ketika menghadapi tim LPL di babak playoff. Berdasarkan catatan yang disertakan dalam laporan pertandingan, pemain legendaris tersebut belum pernah kalah dalam seri playoff melawan tim dari wilayah tersebut.
Dengan modal kemenangan atas Karmine Corp dan motivasi untuk membalas kekalahan dari BLG di turnamen sebelumnya, T1 kini memiliki kesempatan untuk kembali membuktikan dominasinya di panggung internasional. Sementara itu, BLG akan berusaha mempertahankan keunggulan mereka atas wakil Korea Selatan tersebut dan menghentikan langkah T1 menuju final.