TYLOO resmi menjadi juara VCT China Stage 2 2026 setelah menundukkan JD Gaming (JDG) dengan skor 3-1 di Grand Final. Hasil ini menjadi trofi regional VCT pertama dalam sejarah TYLOO sekaligus mengantarkan mereka menuju VALORANT Champions 2026 di Shanghai dengan momentum yang sangat positif.
Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena perjalanan TYLOO menuju trofi berlangsung cukup panjang. Sebelum playoff Stage 2, mereka belum pernah finis lebih tinggi dari posisi 5-6 di turnamen yang diselenggarakan VCT.
Kini, setelah melewati perubahan roster, pergantian peran pemain, dan persaingan sengit dengan JDG, TYLOO akhirnya berhasil mengangkat trofi regional pertamanya.

JD Gaming Buka Grand Final dengan Kemenangan di Lotus
JDG memasuki Grand Final melalui Upper Bracket, sehingga mereka memiliki kesempatan memilih map pertama. Lotus menjadi pilihan mereka.
JDG menggunakan komposisi dengan solo Raze dan dua Sentinel, sementara TYLOO menggunakan pendekatan double-Duelist yang lebih umum.
TYLOO berhasil memenangkan pistol round pertama, tetapi gagal mengonversi bonus. JDG memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyamakan kedudukan dan kemudian membangun keunggulan.
Permainan cepat dengan teleport Chamber serta pertahanan Vyse membuat JDG mampu mengontrol pertandingan. Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan 8-4.
JDG kembali memenangkan pistol round setelah Yuicaw dan BerLIN berhasil mempertahankan area C dalam situasi post-plant.
TYLOO sempat mencoba mengejar, tetapi JDG terus menjaga kendali dan akhirnya menutup Lotus dengan skor 13-6.
JDG unggul 1-0 dan tampak berada dalam posisi ideal setelah berhasil memenangkan map pilihannya sendiri.
TYLOO Bangkit di Split
Pertandingan kemudian berpindah ke Split, map pilihan TYLOO.
Kedua tim menggunakan komposisi yang hampir identik dengan double-Duelist dan double-Controller. TYLOO kembali mendapatkan pistol round, tetapi kembali kehilangan bonus.
Bermain dari sisi pertahanan, TYLOO perlahan membangun keunggulan 6-3. JDG kemudian mulai mengejar berkat performa BerLIN dan Yuicaw, yang kembali tampil konsisten seperti di Lotus.
Babak pertama berakhir imbang 6-6.
Namun, setelah berpindah ke sisi menyerang, TYLOO benar-benar mengambil alih permainan. Mereka memenangkan pistol sekaligus bonus dan memanfaatkan momentum tersebut untuk menjauh.
SiuFatBB menjadi salah satu pemain kunci TYLOO dan membantu timnya mengamankan kemenangan 13-7.
Seri pun kembali imbang 1-1.
TYLOO Balik Unggul Lewat Breeze
Map ketiga, Breeze, menjadi pertandingan paling ketat dalam seri.
Kedua tim kembali menggunakan komposisi yang relatif mirip, termasuk variasi Harbor. TYLOO menambahkan KAY/O untuk memanfaatkan karakteristik area terbuka dan jarak pandang panjang di Breeze.
TYLOO kembali memenangkan pistol round, tetapi untuk ketiga kalinya mereka gagal mengonversi bonus.
JDG kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut. jkuro dan zhe tampil kuat dalam gun rounds dan membantu JDG memenangkan duel-duel penting.
JDG menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 7-5.
Namun, babak kedua kembali menjadi milik TYLOO.
Bermain sebagai defender, TYLOO memenangkan pistol dan bonus. Penggunaan utility KAY/O oleh Scales juga berjalan sangat efektif dan membuat JDG kesulitan menemukan celah.
JDG sempat mengancam setelah skor mencapai 9-9, tetapi TYLOO berhasil menjaga keunggulan.
splash kemudian tampil menentukan pada penghujung map dan membantu TYLOO menutup Breeze dengan skor 13-10.
TYLOO berbalik unggul 2-1 dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk merebut trofi.
Summit Jadi Panggung Penobatan TYLOO
Map keempat, Summit, menjadi kesempatan terakhir bagi JDG untuk memperpanjang seri.
Sebagai map terbaru VALORANT, Summit masih menjadi ruang eksperimen bagi banyak tim. Hal tersebut terlihat dari perbedaan komposisi kedua tim, terutama dengan penggunaan empat Duelist berbeda secara keseluruhan.
TYLOO kembali memulai dengan kemenangan pistol dan kali ini mereka akhirnya berhasil mengonversi bonus.
Keunggulan tersebut berkembang sangat cepat.
TYLOO mampu memimpin 6-0 sebelum JDG mendapatkan ronde pertamanya. slowly tampil luar biasa dengan Waylay, sementara splash kembali memperlihatkan performa impresif menggunakan Phoenix.
TYLOO menutup babak pertama dengan keunggulan telak 10-2.
JDG membutuhkan keajaiban untuk melakukan comeback, tetapi TYLOO tidak memberikan kesempatan.
Setelah kembali memenangkan pistol dan mengatasi force buy lawan, Scales mengamankan dua kill terakhir untuk menutup pertandingan.
Summit berakhir dengan skor 13-2.
TYLOO pun menang 3-1 dan resmi menjadi juara VCT China Stage 2 2026.
Splash Jadi Motor Utama TYLOO
Salah satu pemain yang paling menonjol dalam Grand Final adalah splash.
Ia menyelesaikan seri dengan 61 kills, 15 first kills, serta rating 1.13.
Menariknya, seluruh pemain TYLOO mengakhiri seri dengan match rating di atas 1.07. Statistik tersebut menunjukkan bahwa kemenangan mereka bukan hanya bergantung pada satu pemain, tetapi lahir dari performa kolektif yang sangat solid.
Meski demikian, konsistensi splash tetap menjadi salah satu pembeda utama.
Dari map ke map, ia terus memberikan kontribusi dalam pembukaan ronde dan situasi krusial, termasuk ketika TYLOO mulai mengambil alih permainan di Breeze dan Summit.
Dari Underdog hingga Juara VCT China
Kesuksesan TYLOO terasa semakin spesial jika melihat perjalanan mereka sepanjang Stage 2.
Mereka sebenarnya sudah mengalahkan JDG 2-0 pada awal fase grup, tetapi kemudian kalah dari lawan yang sama pada semifinal Upper Bracket.
Kekalahan tersebut memaksa TYLOO mencari jalan lain untuk mencapai Grand Final.
Ketika mendapatkan kesempatan bertemu kembali, mereka akhirnya menyelesaikan pekerjaan dengan kemenangan 3-1.
Di sisi lain, JDG harus puas sebagai runner-up setelah sebelumnya berhasil melangkah melalui Upper Bracket.
Bagi TYLOO, trofi ini menjadi pembuktian bahwa perubahan roster dan proses pembangunan tim akhirnya mulai membuahkan hasil.
Menuju Champions Shanghai
Selain trofi regional pertama, kemenangan di VCT China Stage 2 juga memberikan TYLOO momentum penting menuju VALORANT Champions 2026.
Turnamen dunia tersebut akan digelar di Shanghai, sehingga TYLOO kini memiliki kesempatan tampil di panggung global setelah menjadi juara di wilayahnya sendiri.
Perjalanan mereka di Champions tentu akan jauh lebih berat. Namun, jika melihat performa di Grand Final Stage 2, TYLOO memiliki alasan untuk percaya diri.
Mereka datang ke Champions bukan lagi sekadar tim yang mencari pengalaman, melainkan sebagai juara regional VCT China.