Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

Evil Geniuses Tutup Operasi 2 November 2026, Akhiri Perjalanan Lebih dari 25 Tahun di Esports

MikeApalah - Rabu, 21 Oktober 2026 11:19:45

Evil Geniuses Resmi Mundur dari Esports

Organisasi esports asal Amerika Utara, Evil Geniuses (EG), resmi mengumumkan penghentian seluruh aktivitas kompetitif dan operasional harian mulai 2 November 2026. Keputusan ini mengakhiri perjalanan salah satu organisasi paling dikenal dalam sejarah esports yang telah membangun reputasi melalui berbagai kompetisi dan generasi pemain selama lebih dari 25 tahun.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui situs resmi organisasi dan pernyataan CEO Evil Geniuses, Chris DeAppolonio, di LinkedIn pada 20 Oktober 2026. Menurut manajemen, keputusan ini diambil setelah upaya panjang untuk menemukan model bisnis yang berkelanjutan di tengah tantangan industri esports.

Baca juga:

REKONIX Resmi Bubarkan Tim, Akhiri Perjalanan 13 Bulan di Dota 2

Perombakan Besar di LPL: JD Gaming Selesaikan Roster 2026, Ninjas in Pyjamas (NiP) Bubar Tim Lama

NAVI Bubarkan Roster Tekken 8, Kkokkoma dan AK Berstatus Free Agent

EG menyebut terbatasnya peluang sponsor dan investasi, ditambah meningkatnya biaya untuk bersaing di level tertinggi, sebagai faktor utama di balik keputusan tersebut. Meski telah melakukan investasi dan pembenahan operasional, organisasi menilai bisnisnya tidak dapat dijalankan secara bertanggung jawab dalam kondisi industri saat ini.

Penghentian operasi ini juga berdampak langsung terhadap para pemain, pelatih, kreator konten, serta staf yang masih berada di bawah naungan EG. Organisasi menyatakan akan menjalankan proses penutupan secara teratur dan membantu pihak-pihak yang terdampak dalam mencari kesempatan berikutnya.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="zxx" >https://t.co/cInzqC4zvx</p>&mdash; Evil Geniuses (@EvilGeniuses) <a href="https://x.com/EvilGeniuses/status/2112668963222302788?ref_src=twsrc%5Etfw">October 20, 2026</a></blockquote> <script async src="https://platform.x.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

Evil Geniuses Hentikan Operasi karena Tantangan Industri Esports

Dalam pernyataan resminya, Evil Geniuses menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan operasi bukan diambil secara tiba-tiba. Manajemen mengaku telah menghabiskan beberapa tahun untuk membangun kembali cara organisasi beroperasi dan mencari jalan agar bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.

Namun, tekanan terhadap industri esports menjadi tantangan yang semakin sulit diatasi. Keterbatasan sponsor dan investasi, serta tingginya biaya untuk mempertahankan tim kompetitif di level tertinggi, membuat keberlanjutan bisnis menjadi semakin sulit.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah membangun kembali cara organisasi ini beroperasi dan berusaha keras untuk membawanya kembali ke jalur yang tepat. Kami menstabilkan operasional, memulihkan kepercayaan publik, serta meningkatkan keterlibatan dan keluaran konten, sembari memperluas partisipasi ke judul game baru dan membangun jajaran kreator konten,” tulis EG dalam pernyataannya.

Organisasi tersebut kemudian menjelaskan alasan di balik keputusan penutupan.

“Sayangnya, industri esports terus menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk terbatasnya peluang sponsor serta meningkatnya biaya untuk berkompetisi di tingkat tertinggi. Terlepas dari investasi berkelanjutan dan dedikasi tim EG, kami menyimpulkan bahwa bisnis ini tidak dapat dijalankan secara bertanggung jawab dalam kondisi saat ini.”

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pembenahan internal dan upaya memperluas aktivitas bisnis belum cukup untuk menjamin kelangsungan organisasi. EG akhirnya memilih menghentikan operasional kompetitif dan harian daripada melanjutkan bisnis dalam kondisi yang dinilai tidak berkelanjutan.

Nasib Pemain dan Roster Evil Geniuses Setelah Penutupan

Penutupan Evil Geniuses membawa dampak langsung bagi seluruh roster yang berada di bawah organisasi tersebut. CEO Chris DeAppolonio menyatakan bahwa semua pemain dari seluruh roster diperbolehkan berbicara dengan organisasi esports lain sejak pengumuman disampaikan pada 20 Oktober 2026.

Ketentuan ini membuka kesempatan bagi para pemain untuk mencari tim baru sebelum kompetisi musim berikutnya dimulai. Mereka dapat mulai menjajaki peluang transfer atau membicarakan kemungkinan bergabung dengan organisasi lain.

Namun, terdapat ketentuan khusus untuk divisi VALORANT. Para pemain dan pelatih VALORANT Evil Geniuses baru diperbolehkan menandatangani kontrak dengan tim baru setelah musim kompetitif 2026 berakhir pada 2 November 2026.

Tanggal tersebut sekaligus menjadi hari ketika EG menghentikan operasionalnya. Ketentuan ini berkaitan dengan jadwal akhir musim dan periode perpindahan pemain menjelang musim kompetitif 2027.

Bagi roster VALORANT EG, situasi ini menjadi titik penting dalam perjalanan karier mereka. Para pemain dan staf pelatih harus mempersiapkan langkah berikutnya setelah masa kontrak dan aktivitas organisasi berakhir, sementara tim lain mulai mengevaluasi peluang untuk merekrut pemain baru.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/g74Tme9MAWo?si=d-_w0JPp8Y1LB0iW" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

CEO EG Siap Membantu Pemain dan Staf Mencari Tim Baru

DeAppolonio juga secara terbuka meminta organisasi esports dan perusahaan yang sedang membuka lowongan untuk mempertimbangkan para pemain, kreator konten, serta staf Evil Geniuses.

Ia menegaskan kesediaannya untuk memberikan rekomendasi pribadi kepada seluruh anggota organisasi yang terdampak.

“Saya secara pribadi akan memberikan rekomendasi bagi setiap pemain, kreator, dan staf yang pernah bekerja di sini,” tulis DeAppolonio.

Ia turut membagikan alamat email langsungnya, deapps@evilgeniuses.gg, bagi pihak yang memiliki lowongan pekerjaan atau membutuhkan referensi mengenai anggota tim EG. Menurutnya, tujuan utama selama beberapa bulan mendatang adalah membantu sebanyak mungkin orang yang terdampak agar dapat menemukan pekerjaan baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transisi yang dijanjikan organisasi. EG menyatakan akan bekerja sama dengan para pemain, pelatih, dan staf untuk membantu mereka menghadapi perubahan setelah penghentian operasi.

Evil Geniuses dan Warisan Besar di Dunia Esports

Kepergian Evil Geniuses menjadi kehilangan besar bagi industri esports, mengingat organisasi ini telah menjadi salah satu nama paling dikenal di Amerika Utara selama lebih dari 25 tahun.

Sepanjang perjalanannya, EG tampil dalam berbagai ekosistem kompetitif dan membangun reputasi melalui pemain, pelatih, kreator konten, serta staf yang pernah menjadi bagian dari organisasi tersebut. Basis penggemar yang mengikuti perjalanan mereka juga menjadi salah satu bagian penting dari warisan EG.

Salah satu pencapaian paling bersejarah datang dari divisi Dota 2. Evil Geniuses menjuarai The International 2015, salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender esports global. Kemenangan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah organisasi dan kompetisi Dota 2.

EG juga mencatatkan prestasi besar di VALORANT. Pada 2023, mereka menjuarai VALORANT Champions, sekaligus menjadi organisasi Amerika Utara pertama yang meraih gelar juara dunia dalam era kemitraan VCT.

Prestasi tersebut memperkuat posisi EG sebagai organisasi yang mampu bersaing di berbagai era dan judul game. Namun, pencapaian di tingkat kompetitif tidak otomatis menjamin keberlanjutan bisnis ketika sumber pendanaan dan biaya operasional menjadi tantangan.

Dalam pernyataannya, EG memberikan penghormatan kepada semua pihak yang membangun perjalanan organisasi tersebut.

“Selama lebih dari 25 tahun, Evil Geniuses telah menjadi salah satu merek esports paling dikenal di Amerika Utara, dengan warisan yang dibangun oleh para pemain, pelatih, kreator, dan staf yang mewakili organisasi ini, serta komunitas penggemar yang terus mendukung kami di setiap era. EG dan para pemiliknya berterima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” tulis organisasi.

Pembenahan Internal Tak Cukup Menyelamatkan Evil Geniuses

Dalam pernyataan terpisah, DeAppolonio menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir dihabiskan untuk memperbaiki fondasi bisnis EG. Upaya tersebut mencakup stabilisasi operasional, pemulihan sentimen publik, peningkatan aktivitas konten, ekspansi ke judul game baru, dan pengembangan jajaran kreator.

Menurutnya, tim telah bekerja keras untuk membangun kembali organisasi dan memperkuat keterlibatan komunitas. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemain, staf, mitra, serta penggemar yang mendukung proses tersebut.

Namun, kondisi industri yang semakin berat membuat berbagai upaya tersebut tidak cukup untuk mempertahankan operasi dalam jangka panjang.

DeAppolonio menutup pernyataannya dengan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang telah bekerja bersama EG.

“Kepada para pemain, staf, dan semua orang yang telah mencurahkan hati serta tenaga mereka untuk EG selama beberapa tahun terakhir, kalian semua luar biasa. Kami telah memberikan segalanya untuk organisasi ini. Saya tidak bisa meminta tim yang lebih baik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menempatkan keputusan penghentian operasi dalam konteks yang lebih luas: bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga tentang kemampuan organisasi esports untuk membangun model bisnis yang dapat bertahan.

Masa Depan Merek Evil Geniuses Masih Belum Jelas

Meski EG telah memastikan penghentian aktivitas kompetitif dan operasional harian pada 2 November 2026, organisasi belum menjelaskan secara terperinci apakah merek Evil Geniuses, hak kekayaan intelektual, atau jajaran kreatornya akan tetap berjalan setelah tanggal tersebut.

Pengumuman resmi hanya menjelaskan bahwa proses penutupan akan dilakukan secara teratur dan pihak-pihak yang terdampak akan mendapatkan dukungan selama transisi.

Karena itu, belum dapat dipastikan bagaimana nasib seluruh aset organisasi setelah operasional berhenti. Informasi mengenai kemungkinan kelanjutan merek atau aktivitas lain di luar operasional yang diumumkan masih menunggu kejelasan lebih lanjut.

Bagi para penggemar, akhir perjalanan EG di panggung kompetitif menandai penutupan satu babak penting dalam sejarah esports. Sementara itu, bagi para pemain dan staf, perhatian kini tertuju pada kesempatan baru untuk melanjutkan karier bersama organisasi lain.

Penutupan Evil Geniuses Jadi Pengingat Tantangan Bisnis Esports

Keputusan Evil Geniuses memperlihatkan bahwa reputasi, sejarah prestasi, dan basis penggemar yang besar tidak selalu menjamin kelangsungan sebuah organisasi esports.

Persaingan untuk membangun tim yang kompetitif membutuhkan biaya besar, sementara pendapatan dari sponsor dan investasi tidak selalu mampu mengimbangi kebutuhan operasional. Situasi ini menjadi tantangan bagi organisasi yang ingin mempertahankan kehadiran di berbagai judul game sekaligus memperluas bisnis konten dan komunitas.

Bagi Evil Geniuses, 2 November 2026 akan menjadi akhir dari aktivitas kompetitif dan operasional hariannya setelah lebih dari dua dekade berkiprah. Organisasi yang pernah mengangkat trofi The International dan VALORANT Champions itu kini bersiap memasuki fase penutupan.

Warisan EG akan tetap menjadi bagian dari sejarah esports melalui para pemain, staf, dan pencapaian yang pernah mereka raih. Sementara itu, nasib individu yang terdampak dan kemungkinan kelanjutan merek organisasi menjadi hal yang masih perlu ditunggu setelah penghentian operasi resmi dilakukan.

Baca Artikel Asli