UniPin turut meramaikan gelaran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 melalui kehadiran UniPin Gaming Pavilion yang berkolaborasi dengan Axioo Pongo. Berlangsung di MGP Space, kawasan SCBD, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026, paviliun ini menghadirkan berbagai pengalaman bermain gim dan hiburan digital bagi pengunjung.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat mencoba sejumlah gim dan menikmati konten hiburan digital dari Point Blank, Top Eleven, ASBAK, Need For Seat, dan Catchplay+. Dukungan perangkat dari Axioo Pongo turut melengkapi pengalaman interaktif yang ditawarkan selama rangkaian WCCE 2026.
Baca juga:
Ribuan Pelajar Ikuti Kejuaraan Esports DKI Jakarta 2026, UniPin Dukung Regenerasi Atlet
Kehadiran UniPin Gaming Pavilion menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menunjukkan potensi industri gim dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Selain menghadirkan hiburan, UniPin juga terlibat dalam sejumlah diskusi yang membahas perlindungan kekayaan intelektual (intellectual property/IP), pengembangan komunitas, dan peluang industri gim Indonesia untuk bersaing di pasar global.

UniPin Gaming Pavilion Hadirkan Beragam Pengalaman Bermain
Paviliun UniPin menjadi salah satu ruang interaktif dalam rangkaian WCCE 2026 di MGP Space, SCBD. Melalui kolaborasi dengan Axioo Pongo, pengunjung memperoleh kesempatan untuk mencoba berbagai gim sekaligus menikmati pengalaman hiburan digital di tengah pameran ekonomi kreatif.
Salah satu pengunjung, Jonathan, mencoba Point Blank dan ASBAK selama mengunjungi paviliun tersebut. Baginya, kesempatan memainkan Point Blank kembali membangkitkan ketertarikan terhadap gim yang sudah lama tidak ia mainkan. Sementara itu, ASBAK menjadi pengalaman baru yang ingin ia eksplorasi setelah acara.
“Sudah lama banget saya nggak main Point Blank. Setelah mencoba di sini, saya jadi tertarik main lagi. ASBAK juga menarik perhatian saya, jadi nanti mau saya unduh di rumah,” ujar Jonathan.
Pengalaman seperti ini menunjukkan bagaimana aktivitas bermain dapat menjadi sarana untuk mempertemukan kembali pemain dengan gim favorit mereka, sekaligus memperkenalkan judul baru kepada audiens yang lebih luas.
Melalui paviliun tersebut, UniPin juga menghadirkan gim sebagai bagian dari pengalaman ekonomi kreatif yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Pendekatan interaktif ini memberi pengunjung kesempatan untuk berpartisipasi, bukan sekadar melihat produk yang dipamerkan.
GameHers Dorong Kreator Memahami Perlindungan IP dan Legalitas Bisnis
Partisipasi UniPin dalam WCCE 2026 tidak terbatas pada penyediaan pengalaman bermain. Perusahaan juga mendukung pengembangan kreator dan komunitas melalui sejumlah sesi diskusi yang membahas tantangan serta peluang di industri kreatif digital.
Melalui GameHers, UniPin mendukung talkshow bertajuk Create It. Claim It. Slay It yang mengangkat pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan legalitas bisnis bagi kreator.
Diskusi ini menghadirkan Andhika P. Herzani, S.H., M.H., Managing Partner Herzani Law Firm, serta Debora Imanuella, Senior Vice President Community & Media Networks UniPin Global sekaligus pendiri Luna Nera dan GameHers.
Pembahasan mengenai perlindungan IP menjadi relevan bagi kreator yang ingin mengembangkan karya menjadi aset bisnis berkelanjutan. Dalam industri gim dan konten digital, pemahaman tentang kepemilikan karya, perlindungan hukum, dan legalitas usaha dapat membantu pelaku kreatif mengelola serta mengembangkan hasil karya mereka.
Melalui sesi tersebut, UniPin turut membuka ruang diskusi agar kreator dapat memahami aspek bisnis dan hukum yang mendukung keberlanjutan karier maupun usaha mereka.
UniPin Bahas Tantangan Game Indonesia Bersaing di Pasar Global
Selain mendukung GameHers, Debora Imanuella juga menjadi moderator dalam diskusi Creating Together, Competing Globally. Sesi ini menghadirkan Aswin Atonie dari HoYoverse, Mahawira Singh Dillon dari APBGI, Yudi Tukiaty selaku CBO Separuh Interactive, dan Zinna Nizar, Head of Apple Developer Institute for Games.
Diskusi tersebut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri gim Indonesia untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas produk, pemahaman terhadap kebutuhan pemain, serta penguatan pemasaran, distribusi, dan kolaborasi antar pelaku industri.
Persaingan global tidak hanya menuntut pengembang menghasilkan gim dengan kualitas yang baik. Pelaku industri juga perlu memahami karakteristik pasar, membangun strategi distribusi, dan mengembangkan komunitas yang dapat mendukung pertumbuhan produk dalam jangka panjang.
Kolaborasi antara pengembang, penerbit, platform teknologi, dan komunitas menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat daya saing tersebut. Melalui diskusi ini, para pelaku industri memperoleh ruang untuk bertukar pandangan mengenai peluang pengembangan gim Indonesia di tengah persaingan internasional.
UniPin Community dan Unity Student Warchief Bahas Keberlanjutan Komunitas
UniPin Community turut berpartisipasi dalam WCCE 2026 melalui kolaborasi dengan Unity Student Warchief (USW). Keduanya menghadirkan sesi UNITY bertajuk From Campus to Legacy, yang membahas keberlanjutan komunitas mahasiswa serta potensinya dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif.
Sesi tersebut menghadirkan Aurelle Khadeeja, Project Manager UI Cyber Games 2026 sekaligus President UI Esports 2023; M. Rizky Ramadhani, President UI Esports 2025; Kevin Prasetya, Community Project Manager UniPin; serta Jose Rizal, Esports Team Manager EVOS Esports.
Diskusi ini menyoroti peran komunitas mahasiswa sebagai ruang untuk mengembangkan minat, membangun jejaring, dan memperoleh pengalaman yang relevan dengan industri. Komunitas yang dikelola secara berkelanjutan juga dapat menjadi tempat bagi talenta muda untuk belajar berorganisasi, menjalankan program, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Bagi industri esports dan gim, komunitas kampus memiliki potensi untuk menjadi titik awal pengembangan talenta. Melalui kegiatan yang konsisten dan keterhubungan dengan pelaku industri, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat jalur karier sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional.
UniPin Dorong Pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia
General Manager Business UniPin Global, Poeti Fatima, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan dalam WCCE 2026 merupakan kesempatan untuk menunjukkan kontribusi industri gim terhadap ekonomi kreatif Indonesia.
“Melalui partisipasi UniPin di WCCE 2026, kami ingin menunjukkan bahwa industri gim memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini kami wujudkan melalui pengalaman bermain gim yang interaktif, edukasi mengenai perlindungan karya kreatif, serta pengembangan komunitas sebagai ruang untuk berkolaborasi dan menciptakan peluang baru,” ujar Poeti.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan UniPin yang menggabungkan pengalaman bermain, pengembangan komunitas, dan edukasi industri dalam satu rangkaian kegiatan.
Kehadiran UniPin Gaming Pavilion bersama Axioo Pongo memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan gim dan hiburan digital. Sementara itu, keterlibatan GameHers dan UniPin Community memperluas pembahasan ke aspek perlindungan IP, pengembangan bisnis, serta keberlanjutan komunitas.
Melalui partisipasinya di WCCE 2026, UniPin menegaskan komitmen untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia melalui kolaborasi dengan kreator, komunitas, pengembang, dan pelaku industri. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi talenta lokal untuk berkembang dan berkontribusi dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.