Sejarah baru resmi tercipta di panggung Grand Finals Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire yang berlangsung di Paris, Prancis, pada Sabtu kemarin. Tim asal Meksiko, LYON, sukses mengukuhkan diri sebagai juara baru usai menamatkan perlawanan sengit via format Champion Rush pada game ke-7.
Keberhasilan ini menjadikan LYON sebagai tim pertama asal Meksiko yang mampu mengangkat trofi piala dunia Free Fire di ajang EWC. Mereka resmi menyusul jejak emas Team Falcons asal Thailand serta sang raksasa Indonesia EVOS Divine yang masing-masing meraih gelar juara pada edisi 2024 dan 2025.
Rapor Tim Indonesia dan Perolehan Hadiah Tunai

Di sisi lain, tiga wakil Indonesia di EWC 2026 Free Fire dipastikan gagal mengulang kisah manis tahun lalu. Sang juara bertahan, EVOS Divine, bersama dengan RRQ Kazu harus puas mengakhiri rentetan pertandingan di peringkat ke-10 dan ke-9 dengan raihan poin sama, yaitu 56 poin.
Sementara itu, Bigetron by Vitality harus mengakhiri perjuangan lebih awal setelah gagal menembus posisi 4 besar pada babak Survival Stage. Atas pencapaian ini, RRQ Kazu membawa pulang hadiah sebesar 26.000 dolar AS (setara Rp468 juta dengan kurs Rp18.000/USD), EVOS Divine sebesar 22.000 dolar AS (setara Rp396 juta), dan Bigetron by Vitality sebesar 11.000 dolar AS (setara Rp198 juta) dari total dana prize pool 1 juta dolar AS (setara Rp18 miliar).
Kisah Manis Wonderkid Baru Benjamín "Gamezking" Pérez
Panggung EWC 2026 juga melahirkan bintang muda baru dalam diri Benjamín "Gamezking" Pérez. Pemain andalan LYON yang baru akan menginjak usia 18 tahun di akhir Juli ini tidak hanya meraih gelar juara dunia perdananya, tetapi juga menyabet predikat Most Valuable Player (MVP) di babak Grand Finals.
Kisah manis Gamezking ini sangat mirip dengan jejak Rasyah Rasyid yang memukau dunia saat membawa EVOS Divine juara pada edisi 2025 lalu di usia di bawah 16 tahun. Kini, kedua pemain muda berbakat tersebut sama-sama memegang predikat julukan Wonderkid di kancah Free Fire global.
Drama Pertarungan Champion Rush di Peta Solara
Perjalanan LYON meraih takhta tidak berjalan mulus karena mereka sempat terlempar ke babak Survival Stage. Namun, mereka mengamuk dengan memuncaki babak tersebut lewat raihan 185 poin, sebelum akhirnya tampil menggila di Grand Finals dengan memecahkan rekor 45 poin pada game ke-5 untuk memasuki fase Champion Rush.
Di game ke-7 yang krusial, LYON harus bersaing ketat melawan LOUD, TWISTED MINDS, dan All Gamers Global yang sama-sama berpeluang juara. Lewat pertempuran taktis 4vs2 yang sengit di area Riders Club peta Solara, LYON dan Gamezking akhirnya mengamankan Booyah serta menutup kompetisi dengan total akumulasi 155 poin.
Surabaya Siap Gelar Grand Finals FFWS SEA Fall 2026
Berakhirnya gelaran EWC 2026 di Paris menandai dibukanya sirkuit kompetisi regional Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall yang mulai bergulir Agustus mendatang. Indonesia akan mengirimkan lima tim terbaiknya untuk memperebutkan tiket menuju kualifikasi FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, Thailand.
Musim ini terasa kian spesial bagi komunitas lokal karena babak Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall dijadwalkan berlangsung di Kota Surabaya. Ini menjadi kali kedua Kota Pahlawan ditunjuk sebagai tuan rumah panggung puncak kompetisi Asia Tenggara tersebut setelah sukses mengelarnya pada edisi Fall 2024.