Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Viewership VALORANT EWC 2026 Anjlok Hampir 46 Persen, Ada Apa?
Turnamen VALORANT di Esports World Cup 2026 mengalami penurunan jumlah penonton puncak hingga 45,6 persen dibandingkan pergelaran tahun lalu.
Valorant

Viewership VALORANT EWC 2026 Anjlok Hampir 46 Persen, Ada Apa?

Aldonov Danoza - Jumat, 17 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Turnamen VALORANT di ajang Esports World Cup (EWC) 2026 memang sukses menobatkan 100 Thieves sebagai kampiun usai menumbangkan NRG Esports di babak final. Namun di balik kesuksesan tersebut, terdapat satu catatan mengkhawatirkan berupa penurunan jumlah penonton secara drastis.

Berdasarkan data resmi dari Esports Charts, laga Grand Final VALORANT EWC 2026 hanya mampu menyentuh angka sekitar 248 ribu penonton secara bersamaan (peak concurrent viewers). Jumlah tersebut anjlok sebesar 45,6 persen jika kamu bandingkan dengan babak final EWC 2025 yang berhasil menembus 450 ribu penonton.

Suasana panggung VALORANT Esports World Cup 2026. Meski kualitas pertandingan tetap tinggi, jumlah penonton turnamen mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025.

Absennya Tim Populer dan Jadwal Kompetisi yang Padat

Salah satu faktor utama di balik sepinya penonton adalah absennya sejumlah organisasi esports raksasa dengan basis massa fans yang masif. Tim-tim populer seperti Paper Rex, Sentinels, hingga Gen.G Esports gagal melaju jauh atau tidak berpartisipasi, sehingga mereduksi daya tarik laga "super match".

Selain itu, jadwal penyelenggaraan EWC 2026 juga bertepatan dengan berbagai kompetisi olahraga serta turnamen game lain secara global. Kondisi ini membuat perhatian para penonton terpecah ke banyak tayangan langsung dalam waktu yang bersamaan.

Kalah Saing dengan Babak Survival Game Dota 2

Fenomena yang paling mencuri perhatian komunitas adalah perbandingan performa jumlah penonton antar cabang game di dalam ajang yang sama. Ketika laga penentuan juara VALORANT mandek di angka 248 ribu penonton, fase Survival Stage Dota 2 justru sukses menyedot lebih dari 264 ribu penonton.

Padahal, laga Dota 2 tersebut bukanlah sebuah babak final, melainkan hanya fase penentuan biasa menuju ke babak berikutnya. Di sisi lain, game Apex Legends juga menunjukkan tren positif dengan lonjakan penonton hingga 74 persen di pekan pembuka.

Status Turnamen Tambahan di Luar Kalender Resmi VCT

Meskipun angka penonton EWC merosot tajam, hal ini dinilai tidak mencerminkan kesehatan ekosistem game besutan Riot Games tersebut secara keseluruhan. Turnamen resmi seperti VCT Masters London 2026 terbukti masih mampu mendatangkan lebih dari satu juta penonton puncak karena antusiasme yang masif.

Baca Juga :

Viewership VALORANT EWC 2026 Anjlok Hampir 46 Persen, Ada Apa?

MSC Pass MLBB 2026 Resmi Hadir, Skin Eksklusif Baxia dan Beragam Hadiah Menarik Menanti Pemain

Klasemen Club Championship EWC 2026: 100 Thieves, NAVI, dan UNLIMIT Berbagi Posisi Puncak

Banyak analis menilai bahwa para penggemar masih menganggap EWC sebagai turnamen eksibisi tambahan di luar sirkuit resmi Valorant Champions Tour. Berkurangnya jumlah co-streamer besar yang menyiarkan reaksi pertandingan di platform Twitch dan YouTube juga memperparah penurunan viewership ini.

Meski begitu, game taktis ini tetap menjadi salah satu cabang paling bergengsi dengan total hadiah fantastis mencapai 2 juta dolar AS. Jika dikonversi dengan kurs saat ini sebesar Rp18.000 per USD, total hadiah turnamen tersebut setara dengan Rp36 miliar bagi para pemenang.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait