Turnamen VALORANT di ajang Esports World Cup (EWC) 2026 memang sukses menobatkan 100 Thieves sebagai kampiun usai menumbangkan NRG Esports di babak final. Namun di balik kesuksesan tersebut, terdapat satu catatan mengkhawatirkan berupa penurunan jumlah penonton secara drastis.
Berdasarkan data resmi dari Esports Charts, laga Grand Final VALORANT EWC 2026 hanya mampu menyentuh angka sekitar 248 ribu penonton secara bersamaan (peak concurrent viewers). Jumlah tersebut anjlok sebesar 45,6 persen jika kamu bandingkan dengan babak final EWC 2025 yang berhasil menembus 450 ribu penonton.

Absennya Tim Populer dan Jadwal Kompetisi yang Padat
Salah satu faktor utama di balik sepinya penonton adalah absennya sejumlah organisasi esports raksasa dengan basis massa fans yang masif. Tim-tim populer seperti Paper Rex, Sentinels, hingga Gen.G Esports gagal melaju jauh atau tidak berpartisipasi, sehingga mereduksi daya tarik laga "super match".
Selain itu, jadwal penyelenggaraan EWC 2026 juga bertepatan dengan berbagai kompetisi olahraga serta turnamen game lain secara global. Kondisi ini membuat perhatian para penonton terpecah ke banyak tayangan langsung dalam waktu yang bersamaan.
Kalah Saing dengan Babak Survival Game Dota 2
Fenomena yang paling mencuri perhatian komunitas adalah perbandingan performa jumlah penonton antar cabang game di dalam ajang yang sama. Ketika laga penentuan juara VALORANT mandek di angka 248 ribu penonton, fase Survival Stage Dota 2 justru sukses menyedot lebih dari 264 ribu penonton.
Padahal, laga Dota 2 tersebut bukanlah sebuah babak final, melainkan hanya fase penentuan biasa menuju ke babak berikutnya. Di sisi lain, game Apex Legends juga menunjukkan tren positif dengan lonjakan penonton hingga 74 persen di pekan pembuka.
Status Turnamen Tambahan di Luar Kalender Resmi VCT
Meskipun angka penonton EWC merosot tajam, hal ini dinilai tidak mencerminkan kesehatan ekosistem game besutan Riot Games tersebut secara keseluruhan. Turnamen resmi seperti VCT Masters London 2026 terbukti masih mampu mendatangkan lebih dari satu juta penonton puncak karena antusiasme yang masif.
Banyak analis menilai bahwa para penggemar masih menganggap EWC sebagai turnamen eksibisi tambahan di luar sirkuit resmi Valorant Champions Tour. Berkurangnya jumlah co-streamer besar yang menyiarkan reaksi pertandingan di platform Twitch dan YouTube juga memperparah penurunan viewership ini.
Meski begitu, game taktis ini tetap menjadi salah satu cabang paling bergengsi dengan total hadiah fantastis mencapai 2 juta dolar AS. Jika dikonversi dengan kurs saat ini sebesar Rp18.000 per USD, total hadiah turnamen tersebut setara dengan Rp36 miliar bagi para pemenang.

