Nintendo secara resmi mengumumkan kenaikan harga untuk konsol terbaru mereka, Nintendo Switch 2, di berbagai wilayah utama seperti Amerika Serikat, Eropa, Kanada, dan Jepang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi ekonomi global yang semakin menekan industri gim, terutama dipicu oleh melambungnya biaya produksi serta harga komponen teknologi. Perusahaan menyatakan bahwa penyesuaian ini mempertimbangkan perubahan kondisi pasar dan prospek bisnis global di masa depan.
Mulai 1 September 2026, harga Nintendo Switch 2 di Amerika Serikat akan mengalami kenaikan sebesar 50 dolar AS menjadi 499,99 dolar AS atau setara dengan Rp8.016.089 (kurs Rp16.032,50). Di wilayah lain, harga di Eropa naik sebesar 30 Euro (sekitar Rp518.239), sementara Kanada mengalami kenaikan sekitar 50 dolar Kanada (sekitar Rp587.892). Khusus di Jepang, kenaikan harga hardware bahkan mencakup seluruh lini seperti Switch OLED dan Switch Lite yang mulai berlaku efektif pada 25 Mei 2026.
Baca juga:
Faktor Penyebab dan Tekanan Industri Global
Kenaikan harga ini didorong oleh beberapa faktor krusial yang telah diprediksi oleh para analis industri. Beberapa penyebab utama di balik kebijakan ini meliputi:
Lonjakan Harga Komponen: Harga RAM dan semikonduktor melonjak drastis akibat tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data global.
Kebijakan Tarif Impor: Di Amerika Serikat, kebijakan tarif impor baru memberikan tekanan tambahan pada biaya distribusi serta produksi perangkat elektronik.
Inflasi Global: Tekanan inflasi yang belum stabil menyebabkan rantai pasok global tetap berada dalam kondisi yang sulit bagi para produsen perangkat keras.
Baca juga:
Pergeseran Tren Harga di Pasar Konsol
Fenomena kenaikan harga perangkat keras ini menandai perubahan paradigma dalam industri gim modern. Jika biasanya harga konsol cenderung turun seiring bertambahnya usia produk, kini para produsen utama seperti Sony dan Microsoft juga telah melakukan penyesuaian harga serupa pada lini PlayStation 5 dan Xbox mereka. Hal ini mencerminkan betapa besarnya pengaruh ketidakstabilan rantai pasok terhadap harga jual ke konsumen.
Meski harga baru Switch 2 kini mendekati angka 500 dolar AS, Nintendo tetap optimis bahwa performa penjualan akan tetap kuat. Dukungan fitur backward compatibility serta jajaran gim eksklusif yang populer dipercaya mampu menjaga daya tarik konsol ini di pasar global. Namun, bagi konsumen, posisi harga baru ini membuat Switch 2 kini bersaing semakin ketat dalam kategori perangkat gaming premium di pasar internasional.
Baca juga: