Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Honor of Kings

Popularitas Honor of Kings Disebut Jadi Salah Satu Kompetitor Baru Dota 2 di China

MikeApalah - Kamis, 20 Agustus 2026 13:11:15

Honor of Kings

Popularitas Honor of Kings disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang mungkin ikut memengaruhi berkurangnya talenta muda yang masuk ke skena kompetitif Dota 2 China.

Honor of Kings sendiri bukan sekadar game MOBA mobile dengan basis pemain besar. Tencent telah membangun ekosistem esports yang sangat matang di China, lengkap dengan liga profesional, kompetisi akademi, hingga panggung pertandingan berskala stadion.

Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa belum ada data langsung yang membuktikan bahwa popularitas Honor of Kings menyebabkan penurunan jumlah pemain muda Dota 2 di China. Hubungan tersebut masih sebatas teori yang muncul dari diskusi komunitas.

Honor of Kings
Honor of Kings

Honor of Kings Mulai Dipandang sebagai Kompetitor Dota 2

Pembahasan ini bermula dari sebuah unggahan pengguna Reddit dengan nama ShoppingPractical373. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan faktor-faktor yang selama ini dianggap berkontribusi terhadap penurunan perkembangan Dota 2 China.

Menurutnya, diskusi mengenai kondisi Dota 2 di China lebih sering mengarah pada beberapa persoalan seperti popularitas League of Legends, kasus match-fixing, pembatasan terhadap pemain muda, hingga berbagai permasalahan ekosistem kompetitif.

Namun, ia menilai ada satu kompetitor yang sering luput dibicarakan, yaitu Honor of Kings.

Berbeda dengan Dota 2 yang membutuhkan PC, Honor of Kings dapat dimainkan melalui perangkat mobile dan memiliki basis pemain yang sangat besar di pasar China. Tencent juga telah membangun ekosistem kompetitif yang memungkinkan pemain muda memasuki dunia esports melalui jalur yang relatif terstruktur.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan: apakah calon pemain esports muda China kini memiliki lebih banyak alasan untuk memilih Honor of Kings dibandingkan Dota 2?

Ekosistem Esports Honor of Kings Sangat Besar

Salah satu alasan teori tersebut cukup menarik adalah usia para pemain yang berada di ekosistem kompetitif Honor of Kings.

Penulis unggahan tersebut menyoroti keberadaan tim akademi dan pemain muda di skena Honor of Kings. Mereka memiliki rentang usia yang tidak jauh berbeda dari generasi pemain muda yang biasanya menjadi regenerasi bagi Dota 2.

Artinya, persaingan antara kedua game tersebut bukan hanya terjadi dalam memperebutkan jumlah pemain atau perhatian penonton, tetapi juga potensi talenta esports generasi berikutnya.

Seorang pemain muda yang ingin berkarier sebagai atlet esports kini memiliki banyak pilihan. Dengan Honor of Kings yang menawarkan akses melalui perangkat mobile sekaligus jalur kompetitif yang sudah berkembang, game tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif bagi talenta muda.

Namun, contoh tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa pemain yang seharusnya masuk ke Dota 2 benar-benar beralih ke Honor of Kings.

Honor of Kings Raup Sekitar US$1,68 Miliar pada 2025

Besarnya skala Honor of Kings sendiri bukan sekadar persepsi komunitas.

Berdasarkan data AppMagic yang dikutip Mobilegamer.biz, Honor of Kings menghasilkan sekitar US$1,68 miliar dari pembelian dalam game yang terlacak sepanjang 2025.

Hampir seluruh pendapatan yang tercatat berasal dari pasar China.

Angka tersebut belum mencakup pendapatan dari iklan, transaksi melalui toko pihak ketiga, serta sebagian ekosistem Android China. Dengan demikian, angka sebenarnya bisa saja berbeda dari estimasi tersebut.

Besarnya pendapatan tersebut menunjukkan bahwa Honor of Kings memiliki posisi yang sangat kuat di pasar domestiknya. Game ini bukan hanya populer sebagai hiburan mobile, tetapi telah berkembang menjadi salah satu bagian penting dari industri game dan esports China.

Kompetisi Honor of Kings Bahkan Digelar di Stadion Olimpiade

Skala esports Honor of Kings juga terlihat dari besarnya panggung kompetitif yang mereka miliki.

Final King Pro League 2025 yang berlangsung di National Stadium Beijing atau yang lebih dikenal sebagai Bird's Nest tercatat dihadiri 62.196 penonton.

Jumlah tersebut bahkan membuat pertandingan tersebut mendapatkan pengakuan Guinness World Records untuk jumlah penonton terbanyak dalam satu pertandingan esports.

Fakta bahwa pertandingan esports mobile mampu memenuhi stadion yang dibangun untuk Olimpiade 2008 menunjukkan seberapa besar daya tarik Honor of Kings di China.

Bagi talenta muda, ekosistem seperti ini tentunya menawarkan gambaran karier esports yang cukup jelas, mulai dari level akademi hingga kompetisi profesional dengan penonton dalam jumlah besar.

Apakah Honor of Kings Benar-Benar Menghambat Regenerasi Dota 2?

Di sinilah pembahasan tersebut masih harus ditempatkan secara hati-hati.

Popularitas Honor of Kings tidak otomatis berarti menjadi penyebab menurunnya regenerasi pemain Dota 2 China.

Sampai saat ini belum tersedia data terbuka yang menunjukkan berapa banyak calon pemain Dota 2 yang kemudian memilih Honor of Kings. Tidak ada pula statistik yang membuktikan perpindahan pemain muda secara langsung dari satu ekosistem ke ekosistem lainnya.

Dengan kata lain, hubungan antara keduanya masih bersifat korelasi yang diduga, bukan hubungan sebab-akibat yang telah terbukti.

Ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi regenerasi Dota 2 China, termasuk kondisi kompetisi domestik, jumlah turnamen, jalur pengembangan pemain, popularitas game lain, perubahan kebijakan terhadap pemain muda, hingga kondisi ekonomi industri esports.

Persaingan untuk Mendapatkan Talenta Muda Semakin Ketat

Meski belum terbukti sebagai penyebab langsung, Honor of Kings tetap menunjukkan bagaimana persaingan untuk mendapatkan generasi baru atlet esports di China semakin kompleks.

Dota 2 bukan hanya harus bersaing dengan League of Legends di PC. Game tersebut juga berhadapan dengan judul-judul mobile yang memiliki basis pemain sangat besar dan ekosistem esports yang semakin profesional.

Honor of Kings menjadi salah satu contoh paling jelas.

Dengan akses melalui smartphone, basis pemain domestik yang besar, serta jalur kompetitif yang sudah mapan, Honor of Kings memiliki kemampuan untuk menarik perhatian pemain muda sejak usia relatif dini.

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih besar bukan sekadar apakah Honor of Kings mengambil pemain Dota 2, melainkan bagaimana Dota 2 dapat menciptakan ekosistem yang cukup menarik bagi generasi baru untuk memilihnya sebagai jalan menuju karier esports.

Untuk saat ini, dugaan bahwa Honor of Kings menjadi salah satu penyebab melemahnya regenerasi Dota 2 China masih sebatas teori komunitas. Namun, melihat skala industri dan ekosistem esports Honor of Kings, game mobile tersebut jelas telah menjadi kekuatan yang tidak bisa lagi diabaikan dalam peta persaingan esports China.

Baca Artikel Asli