Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Free Fire

Profil ONIC Olympus Menuju FFWS Global Finals 2026: Comeback ONIC dan Kekuatan Baru POOM - Adam

MikeApalah - Rabu, 28 Oktober 2026 11:55:46

ONIC Siap Menjadi Penantang di FFWS Global Finals 2026

Setahun lalu, ONIC gagal lolos ke Free Fire World Series (FFWS) Global Finals. Pada awal 2026, Si Landak Kuning kembali mengalami kemunduran setelah gagal menembus Grand Finals FFWS SEA Spring dan tidak tampil di Esports World Cup (EWC) 2026 di Paris. Namun, perjalanan ONIC berubah menjelang akhir tahun. Mereka kembali mengamankan tiket ke panggung dunia melalui FFWS SEA 2026 Fall, setelah melewati fase kompetisi yang penuh perubahan.

Kebangkitan tersebut tidak terlepas dari perombakan komposisi pemain. ONIC merekrut pemain Thailand, Rattapoom “POOM” Sunthalunai, yang kemudian dipercaya menjadi kapten. Mereka juga memanggil kembali Adam Ramdani setelah sempat berstatus tidak aktif, sementara pemain lain seperti Geday, CrimeMKS, dan Putraxx tetap menjadi bagian dari fondasi tim.

Baca juga:

Profil ONIC di Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall: Mantan Juara yang Bangkit dengan POOM dan Adam

FFWS SEA 2026 Fall: Comeback Adam dan Kapten POOM Jadi Simbol Kebangkitan ONIC!

Coach AFM Masukkan Adam Dalam Roster, Jadi Titik Balik Kebangkitan ONIC di FFWS SEA 2026 Fall?

Kombinasi tersebut awalnya belum langsung membuahkan hasil. ONIC hanya finis di posisi ke-11 pada Phase 1 FFWS SEA 2026 Fall. Namun, mereka kemudian menemukan ritme permainan yang lebih baik dan tampil konsisten sepanjang Week 3 Phase 2. Tiga matchday dengan perolehan 84, 87, dan 116 poin menjadi titik balik yang mengantarkan mereka ke Grand Finals regional.

Kini, ONIC Olympus bersiap kembali ke panggung internasional melalui FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, Thailand. Turnamen yang berlangsung pada 6–28 November 2026 itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk membuktikan bahwa kebangkitan di level regional bukan sekadar momentum sesaat.

ONIC Siap Tampil di FFWS Global Finals 2026
ONIC Siap Tampil di FFWS Global Finals 2026

FFWS Global Finals 2026: Tantangan Baru Menanti ONIC Olympus

FFWS Global Finals 2026 akan berlangsung pada 6–28 November 2026 di Bangkok, Thailand. Sebanyak 24 tim dari berbagai wilayah bersaing memperebutkan gelar juara dunia dengan total hadiah US$1,2 juta atau sekitar Rp19 miliar. Tim yang berhasil meraih gelar juara akan membawa pulang US$350.000.

Turnamen ini menggunakan tiga tahapan utama, yakni Knockout Stage, Last Chance, dan Grand Finals. Phase 1 berlangsung pada 6–15 November dengan sistem round-robin. Sebanyak 24 tim dibagi menjadi empat grup yang masing-masing berisi enam peserta.

Pada Phase 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–22 November, tim-tim yang berhasil melanjutkan perjalanan akan berusaha mendapatkan tiket langsung ke Grand Finals. Dua tim teratas pada setiap hari pertandingan memperoleh kelolosan langsung sesuai format yang diumumkan. Sementara itu, Last Chance berlangsung pada 27 November untuk memperebutkan tempat tersisa menuju babak puncak.

Grand Finals akan digelar pada 28 November di BITEC LIVE, Bangkok, dengan format Champion Rush. Dalam format ini, tim harus memenuhi ambang poin yang ditentukan dan kemudian memenangkan Booyah untuk memastikan gelar juara.

Bagi ONIC, format tersebut menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan sekadar mengumpulkan poin dalam fase panjang. Mereka harus menjaga konsistensi selama Knockout Stage, mengamankan jalur menuju final, lalu mampu membuat keputusan tepat ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

ONIC Menghuni Grup A Bersama Buriram United Esports

ONIC Olympus berada di Grup A bersama lima tim lainnya, yaitu Buriram United Esports dari Thailand, Stellar Esport dari Amerika Serikat, Total Winner Esports dari Pakistan, GunDynasty dari Amerika Latin, serta TSG Pros dari India.

Nama yang paling menarik perhatian di grup ini adalah Buriram United Esports. Mereka merupakan juara dunia Free Fire 2025 dan memiliki pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi. Namun, dalam Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall, Buriram finis di bawah ONIC dalam perolehan poin pertandingan.

ONIC mengumpulkan 150 poin, sedangkan Buriram meraih 139 poin. Meski keduanya tidak menjadi juara regional, hasil tersebut menunjukkan bahwa ONIC mampu bersaing dengan salah satu tim berpengalaman di kancah dunia.

Sementara itu, Stellar Esport, Total Winner Esports, GunDynasty, dan TSG Pros akan memberikan tantangan dari wilayah yang berbeda. ONIC tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman menghadapi tim Asia Tenggara karena mereka juga perlu beradaptasi dengan karakter permainan dari berbagai kawasan.

Profil
Roster ONIC di FFWS Global Finals 2026

Roster ONIC Olympus Menuju FFWS Global Finals 2026

Komposisi ONIC mengalami sejumlah perubahan sepanjang musim 2026. Salah satu yang paling mencolok adalah masuknya POOM dari Thailand, disusul kembalinya Adam setelah sempat tidak aktif.

Berdasarkan roster yang tercatat menjelang Global Finals, ONIC membawa lima pemain berikut:

PemainNama lengkapPeran dan catatan
POOMRattapoom SunthalunaiPemain asal Thailand, kapten sejak Phase 2
GedayIrgi RamdaniMantan kapten yang kembali menjadi bagian fondasi tim
AdamAdam RamdaniPemain senior yang kembali aktif untuk memperkuat lini depan
CrimeMKSMuhammad RaihanBerperan sebagai sniper menurut penjelasan pelatih
PutraxxRehan SaputraMengisi peran support

Staf pelatih: Ahmad Fadly Masturoh (AFM) sebagai pelatih dan Parandika sebagai analis. Alpa tercatat sebagai manajer tim.

Perlu diperhatikan bahwa pembagian peran pemain dapat berbeda antarsumber. POOM, misalnya, pernah dikategorikan sebagai bomber atau sniper. Dalam penjelasan Coach AFM, ia memiliki peran rotasi, Adam membantu lini depan, CrimeMKS menjadi sniper, dan Putraxx mengisi posisi support.

Perbedaan istilah ini tidak selalu menunjukkan ketidaksesuaian roster karena pemain dapat menjalankan fungsi yang berbeda bergantung pada strategi. Hal terpenting bagi ONIC adalah memastikan setiap pemain memahami tanggung jawabnya dan mampu berkomunikasi dengan baik di pertandingan.

Selain itu, Demonz yang sempat masuk dalam pengumuman roster pada 7 Agustus tercatat keluar dari susunan tim pada 26 Agustus. Hingga informasi terakhir yang tersedia dalam bahan artikel ini, belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan roster baru menjelang Global Finals.

Prestasi ONIC: Mantan Juara SEA yang Ingin Kembali Diperhitungkan

ONIC memiliki pengalaman penting di level internasional, terutama setelah menjuarai FFWS SEA 2025 Spring. Trofi tersebut menjadi pencapaian besar bagi organisasi sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia Tenggara.

Pada 14 Juni 2025, ONIC mengunci gelar FFWS SEA 2025 Spring di Hanoi, Vietnam. Mereka memastikan kemenangan melalui Booyah pada gim kesembilan setelah memenuhi persyaratan untuk memenangkan turnamen menggunakan format Champion Rush.

Selain prestasi tersebut, ONIC juga menjuarai Free Fire Battle Rush Series 2026 pada Februari 2026. Mereka mengamankan gelar setelah mendapatkan Booyah pada ronde keenam, ketika telah berada dalam kondisi Champion Rush. EVOS Divine menjadi runner-up dengan 101 poin.

ONIC turut menyumbangkan medali perak untuk Indonesia pada nomor esports Free Fire di SEA Games 2025. Di tingkat domestik, mereka juga pernah menjuarai FFWS Indonesia 2024 Spring, Dunia Games League 2022, dan FFIM Spring 2020.

Namun, rekam jejak mereka bukan hanya berisi kemenangan. ONIC finis di posisi ke-10 FFWS SEA 2025 Fall dan kemudian berada di peringkat ke-16 FFWS SEA 2026 Spring. Hasil tersebut membuat mereka kehilangan kesempatan untuk tampil di Global Finals 2025 dan Grand Finals regional Spring 2026.

Mereka juga tidak tampil di EWC 2026 di Paris. Rangkaian hasil tersebut menjadi latar belakang penting bagi perjalanan ONIC pada musim Fall, ketika tim harus kembali membangun performa dan menemukan komposisi yang lebih efektif.

Karena itu, kelolosan ke Global Finals 2026 bukan sekadar tambahan pengalaman internasional. Bagi ONIC, Bangkok menjadi kesempatan untuk mengubah periode sulit menjadi titik awal kebangkitan yang lebih konsisten.

Performa ONIC di FFWS SEA 2026 Fall: Dari Peringkat Ke-11 Menuju Global Finals

Perjalanan ONIC di FFWS SEA 2026 Fall menunjukkan perubahan performa yang cukup tajam. Pada fase awal, mereka belum menemukan konsistensi. Namun, setelah memasuki Phase 2, tim berhasil memperbaiki permainan dan mengamankan tiket menuju Grand Finals.

Phase 1: ONIC Belum Menemukan Ritme Permainan

Dalam 24 pertandingan Phase 1, ONIC mengumpulkan 275 poin dan finis di peringkat ke-11. Mereka masih berada dalam kelompok yang dapat melanjutkan ke fase berikutnya, tetapi hasil tersebut belum menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di papan atas secara konsisten.

Kehadiran POOM belum langsung mengubah performa tim. Pemain Thailand tersebut memberikan tambahan tekanan dari jarak jauh melalui kemampuannya sebagai sniper, tetapi ONIC masih membutuhkan waktu untuk membangun koordinasi dan menentukan komposisi yang paling efektif.

Week 3: Tiga Matchday yang Mengubah Perjalanan ONIC

Titik balik ONIC terlihat pada Week 3 Phase 2. Mereka mengawali rangkaian tersebut dengan 84 poin, kemudian meningkat menjadi 87 poin pada hari kedua. Puncaknya datang pada Day 3, ketika ONIC mencetak 116 poin dari satu Booyah, 70 eliminasi, dan 46 poin placement.

Tiga matchday tersebut menghasilkan total 287 poin. Lebih penting lagi, perolehan ONIC meningkat secara berurutan dari hari pertama hingga hari terakhir.

Pada Day 3, ONIC tidak hanya mengandalkan eliminasi. Mereka juga mendapatkan 46 poin placement yang menunjukkan kemampuan mempertahankan posisi hingga fase akhir pertandingan.

Kombinasi eliminasi dan survival tersebut membantu ONIC mengamankan tiket Grand Finals pada 30 Agustus 2026. Mereka menjadi salah satu wakil Indonesia yang berhasil lolos, mengikuti Bigetron by Vitality yang terlebih dahulu memastikan tempatnya.

Grand
Grand Final FFWS SEA 2026 Fall

Grand Finals Regional: Finis Ketujuh dengan 150 Poin

ONIC melanjutkan perjalanan ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall pada 19–20 September di Surabaya. Dalam tahap Point Rush, mereka mengumpulkan 78 poin, mengungguli Buriram United Esports yang meraih 73 poin. ONIC pun menempati posisi kelima dalam fase tersebut dan memperoleh dua Headstart Point.

Pada Champion Rush, ONIC berusaha mempertahankan momentum dari fase sebelumnya. Mereka akhirnya menuntaskan turnamen dengan 150 poin dan finis di posisi ketujuh dalam klasemen akhir kejuaraan.

Meski belum berhasil meraih gelar regional, hasil tersebut tetap cukup untuk membawa ONIC ke FFWS Global Finals 2026. Mereka juga finis di atas Buriram United Esports, yang mencatatkan 139 poin pada pertandingan penentuan.

Bagi ONIC, hasil ini menegaskan bahwa peningkatan performa selama Phase 2 tidak sepenuhnya hilang ketika menghadapi pertandingan besar. Namun, mereka masih perlu meningkatkan konsistensi pada fase akhir jika ingin mengubah hasil kompetitif menjadi gelar juara.

ONIC
ONIC POOM

POOM Menjadi Wajah Baru ONIC Olympus

Salah satu perubahan terbesar dalam roster ONIC adalah perekrutan Rattapoom “POOM” Sunthalunai, pemain Thailand yang sebelumnya dikenal dengan nama Onemore dan pernah memperkuat Team Falcons.

Kehadirannya menjadi salah satu sorotan utama musim ini. POOM merupakan pemain Thailand pertama yang masuk ke roster kompetitif tim Free Fire Indonesia menurut laporan mengenai perpindahannya ke ONIC.

Perekrutan tersebut dilakukan ketika tim membutuhkan perubahan setelah hasil yang kurang memuaskan pada musim sebelumnya. Coach AFM menilai POOM cocok dengan kebutuhan tim, terutama dalam memberikan tambahan daya serang dan memperkuat struktur rotasi.

Dalam 24 pertandingan Phase 1 FFWS SEA 2026 Fall, POOM mencatatkan 49 eliminasi, 48.232 damage, 77 knockdown, dan satu Booyah. Rata-rata damage-nya mencapai 2.009,67 per pertandingan, dengan rata-rata sekitar 3,21 knockdown per gim.

Statistik tersebut menempatkannya di jajaran sniper dengan output damage yang menonjol dalam fase tersebut. Ia dapat memberikan tekanan dari jarak jauh, membantu membuka peluang eliminasi, dan memengaruhi pergerakan lawan sebelum pertarungan berlangsung lebih dekat.

Perannya kemudian bertambah ketika dipercaya menjadi kapten pada Phase 2. Keputusan tersebut menjadi bagian dari perubahan ONIC, karena pemain yang awalnya direkrut untuk menambah kekuatan tim juga diberikan tanggung jawab lebih besar dalam koordinasi permainan.

Adaptasi komunikasi turut menjadi aspek penting. Menurut keterangan yang dilaporkan Coach AFM, POOM belajar bahasa Indonesia untuk memperbaiki komunikasi dengan rekan satu tim. Hal ini menggambarkan bahwa transfer internasional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu; pemahaman strategi dan koordinasi antarpemain juga harus berkembang bersama.

Adam
Adam Kembali Jadi Andalan ONIC di FFWS Global Finals 2026

Adam Kembali Aktif, Memperkuat Struktur Permainan

Selain POOM, kembalinya Adam menjadi perubahan penting dalam perjalanan ONIC. Pemain senior tersebut sempat berstatus tidak aktif sebelum kembali diminta bergabung untuk membantu tim pada fase penting FFWS SEA 2026 Fall.

Menurut Coach AFM, ONIC membutuhkan tambahan kekuatan di lini depan. AFM kemudian menghubungi Adam untuk membicarakan kembali tujuan dan arah kompetitif tim.

Kembalinya Adam memberi ONIC pilihan berbeda dalam menyusun pertarungan. Ia membantu struktur permainan ketika tim harus mengambil posisi, menghadapi tekanan lawan, atau membuka ruang bagi rekan yang bertugas menyerang dari jarak jauh.

AFM juga menegaskan bahwa kebangkitan ONIC bukan hasil dari satu pemain saja. Kontribusi CrimeMKS, Putraxx, Geday, dan pemain lainnya tetap menjadi bagian dari proses membangun koordinasi tim.

Pendekatan kolektif tersebut menjadi modal penting menuju Bangkok. Global Finals mempertemukan tim-tim dengan gaya bermain berbeda, sehingga ONIC membutuhkan roster yang mampu menjalankan strategi bersama, bukan hanya mengandalkan performa individu.

Gameplay ONIC: Kombinasi Rotasi, Sniper, dan Survival

ONIC kini memiliki pola permainan yang lebih terstruktur dibandingkan awal musim. POOM memberikan tekanan melalui serangan jarak jauh, Adam membantu lini depan, CrimeMKS menjalankan peran sniper, sedangkan Putraxx berkontribusi sebagai support. Geday tetap menjadi salah satu bagian penting dari fondasi tim.

Kombinasi ini memungkinkan ONIC memilih pendekatan yang berbeda sesuai situasi. Mereka dapat bermain agresif untuk mengejar eliminasi, tetapi juga berusaha mengamankan placement ketika kondisi tidak memungkinkan untuk mengambil pertarungan berisiko.

Perubahan paling terlihat pada Week 3 Phase 2. Dengan 70 eliminasi dan 46 poin placement pada Day 3, ONIC mampu menggabungkan daya serang dengan kemampuan bertahan hidup.

Namun, konsistensi lintas fase masih menjadi pekerjaan rumah. Hasil Phase 1 yang berada di peringkat ke-11 menunjukkan bahwa tim masih bisa kehilangan ritme. Di level dunia, penurunan performa seperti itu dapat menjadi masalah karena setiap pertandingan akan memengaruhi jalur mereka menuju babak berikutnya.

Meta senjata yang berlaku di Global Finals, termasuk penggunaan SMG Skorp dan pilihan senjata lainnya, juga akan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Belum ada pernyataan resmi ONIC mengenai penyesuaian komposisi secara khusus untuk turnamen tersebut, sehingga pendekatan final mereka masih perlu dinantikan.

Modal ONIC Olympus Menuju Bangkok

ONIC datang ke FFWS Global Finals 2026 dengan beberapa modal penting: pengalaman menjadi juara FFWS SEA, kapten yang memiliki pengalaman internasional, kembalinya pemain senior, dan keberhasilan menemukan ritme permainan menjelang Grand Finals Fall.

Grup A memberikan tantangan yang beragam. Buriram menjadi nama paling menonjol berkat statusnya sebagai juara dunia 2025, sementara Stellar Esport, Total Winner Esports, GunDynasty, dan TSG Pros dapat menghadirkan pola permainan yang belum tentu serupa dengan lawan-lawan ONIC di Asia Tenggara.

Tantangan terbesar ONIC adalah menjaga konsistensi. Mereka mampu bangkit melalui tiga matchday kuat pada Phase 2, tetapi belum menutup Grand Finals regional dengan gelar. Di Bangkok, tim membutuhkan konsistensi yang lebih panjang sebelum menghadapi pertandingan penentuan.

Pertanyaan terbesar kini adalah apakah ONIC versi Day 3 yang mengumpulkan 116 poin mampu tampil konsisten sepanjang Global Finals, atau mereka kembali mengalami penurunan seperti pada Phase 1.

Bagi Si Landak Kuning, perjalanan ke Bangkok merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa perubahan roster dan proses adaptasi yang dijalani sepanjang musim dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kelolosan. Gelar dunia masih menjadi target yang berat, tetapi ONIC telah menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit setelah melewati periode sulit.

Baca Artikel Asli