Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

Ubisoft Yakin Era Digital PlayStation Tak Akan Guncang Industri Game

Aldonov Danoza - Minggu, 26 Juli 2026 10:30:30

CEO Ubisoft Yves Guillemot menilai transisi PlayStation ke era digital tidak akan mengguncang industri game, merujuk pada evolusi pasar PC.

Perdebatan terkait masa depan gim fisik kembali meruncing pasca pengumuman mengejutkan dari Sony yang berencana menyudahi produksi cakram fisik PlayStation mulai Januari 2028 mendatang.

Kebijakan radikal ini langsung memicu gelombang protes masif dari kalangan pemain, kolektor, peritel independen, hingga berbagai asosiasi industri yang selama puluhan tahun mengandalkan penjualan media fisik sebagai pilar utama pendapatan mereka.

Di tengah badai polemik dan kritik tajam tersebut, CEO Ubisoft Yves Guillemot justru melontarkan pandangan yang kontras. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pergeseran total menuju ekosistem digital tidak akan memberikan goncangan berarti bagi struktur bisnis industri video game secara keseluruhan, melainkan sebuah babak baru yang wajar.

Sony Investasikan US$35 Juta untuk Transformasi Pabrik PlayStation, Siapkan Era Game Digital Mulai 2028

Belajar dari Transformasi Sukses Pasar PC

CEO Ubisoft Yves Guillemot yakin era digital tak akan mengguncang industri game.

Dalam sesi tanya jawab setelah pemaparan laporan keuangan kuartal pertama Ubisoft, Guillemot mengakui bahwa transisi besar ini tentu memiliki konsekuensi positif dan negatif bagi ekosistem konsol.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pola perubahan semacam ini bukanlah hal baru dan telah lebih dulu sukses dilalui oleh industri komputer personal.

Sebagaimana yang terjadi pada ranah PC yang bertahun-tahun lalu meninggalkan format cakram fisik demi merangkul platform distribusi daring seperti Steam, Epic Games Store, GOG, hingga Microsoft Store, pasar terbukti tetap tumbuh subur.

"Apa yang kami lihat di PC adalah perubahan ini membantu pertumbuhan pasar. Ada juga tekanan terhadap biaya produksi perangkat di masa depan, dan dengan hanya mengandalkan distribusi digital, perangkat bisa menjadi lebih terjangkau. Seperti yang Kamu katakan, ada sisi positif dan negatif, tetapi saya rasa hal ini tidak akan terlalu mengganggu industri." Yves Guillemot, CEO Ubisoft

Lebih lanjut, Ubisoft menyoroti bahwa ketiadaan komponen pemutar cakram atau disc drive pada perangkat keras konsol masa depan akan memangkas biaya manufaktur secara signifikan.

Efisiensi tersebut membuka peluang bagi produsen untuk memasarkan konsol dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong konsumen, sehingga adopsi perangkat di berbagai belahan dunia bisa berjalan lebih cepat.

PlayStation Tuai Kritik Usai Putuskan Hentikan Produksi Game Fisik

Tembok Penolakan Komunitas dan Alih Fungsi Pabrik Sony

Kendati dipandang sebelah mata oleh pengembang besar sebagai evolusi logis, kebijakan ini tetap mendapat perlawanan sengit dari basis pengguna setia.

Bentuk kekecewaan tersebut terlihat jelas dari maraknya kecaman di berbagai kanal resmi PlayStation, serta petisi daring penolakan kebijakan penghentian gim fisik yang telah ditandatangani oleh lebih dari 340.000 pemain dari seluruh dunia.

Para pencinta gim fisik mengkhawatirkan hilangnya hak kepemilikan mutlak atas produk yang dibeli, matinya pasar gim secondhand, serta ketergantungan penuh pada server digital jangka panjang.

Namun, gelombang protes tampaknya tidak menyurutkan langkah raksasa teknologi asal Jepang tersebut. Sony dilaporkan telah mulai merombak total fasilitas produksi utamanya di Austria.

Pabrik yang dulunya berfokus mencetak piringan cakram optik PlayStation kini resmi dialihfungsikan untuk memproduksi komponen optical microlenses berteknologi tinggi, menyusul suntikan dana investasi senilai €30 juta euro (sekitar Rp528 miliar, dengan asumsi kurs €1 setara Rp17.600).

Para pekerja di pabrik tersebut juga telah rampung menjalani pelatihan khusus guna mendukung lini produksi baru yang lebih modern.

Bagi Ubisoft, babak baru ini menandai era efisiensi yang sejalan dengan tren global. Walaupun kelompok kolektor dan peritel konvensional masih harus beradaptasi dengan kenyataan pahit hilangnya kepingan cakram di masa depan, arus utama industri tampaknya sudah satu suara bahwa masa depan distribusi gim dunia sepenuhnya berada di ranah digital.

Baca Artikel Asli