Sony Interactive Entertainment tengah menghadapi gugatan hukum di California terkait transparansi status kepemilikan game digital di PlayStation Store. Sony berargumen bahwa konsumen yang wajar seharusnya sudah memahami bahwa membeli game digital tidak sama dengan memiliki produk tersebut secara penuh.
Gugatan yang diajukan oleh empat pelanggan pada Juni 2026 ini mempermasalahkan penggunaan tombol "Buy Now" dan "Confirm Purchase". Para penggugat menilai istilah tersebut menyesatkan konsumen seolah-olah mereka memperoleh salinan permanen, bukan sekadar lisensi penggunaan.
PlayStation 6 Belum Punya Tanggal Rilis, Sony Masih Hadapi Krisis Komponen
Argumen Hukum Sony dan Penggunaan Istilah Beli
Sony membantah tuduhan tersebut dengan merujuk pada ketentuan Software Product License Agreement (SPLA). Sony menegaskan bahwa status lisensi telah dijelaskan secara tertulis dalam ketentuan layanan resmi mereka.
Seperti yang diakui para penggugat, Bagian 1 SPLA juga menjelaskan bahwa ‘perangkat lunak dilisensikan kepada Kamu, bukan dijual’. Ini masuk akal. Di era digital, tidak masuk akal untuk menyatakan bahwa konsumen yang wajar percaya bahwa mereka memperoleh ‘kepemilikan’ atas sebuah game digital.
Sony Interactive Entertainment
Untuk memperkuat argumennya, Sony menggunakan contoh transaksi game Resident Evil Requiem yang dibeli oleh dua konsumen berbeda pada rentang waktu pertengahan Februari 2026. Menurut Sony, fakta bahwa sistem dapat memberikan lisensi game yang sama kepada jutaan orang secara terpisah membuktikan bahwa konsep kepemilikan digital berbeda dengan barang fisik.
Ketentuan resmi PlayStation untuk wilayah Indonesia juga memuat aturan serupa terkait penggunaan istilah pembelian:
Penggunaan kata ‘pembelian’, ‘penjualan’, ‘menjual’, atau ‘membeli’ dalam konten yang ditawarkan melalui PlayStation atau yang terkait dengan PlayStation tidak berarti atau tidak mengimplikasikan adanya transfer kepemilikan isi/materi, data, atau piranti lunak atau hak kekayaan intelektual apa pun dari perusahaan-perusahaan SIE Inc., afiliasi atau pemberi lisensi mereka kepada pengguna mana pun atau pihak ketiga.
Sony Interactive Entertainment
Dampak Bagi Ekosistem Serba Digital

Perdebatan mengenai batas hak konsumen ini menjadi krusial mengingat PlayStation telah berencana menghentikan produksi disk fisik untuk game baru mulai Januari 2028. Transisi penuh menuju ekosistem digital menjadikan platform seperti PlayStation Store sebagai pusat utama distribusi game.
Meskipun status lisensi ini tidak berarti Sony dapat menghapus akses game milik pemain secara sembarangan, hasil dari persidangan di California ini diprediksi akan menjadi standar baru. Putusan pengadilan kelak akan menentukan apakah perusahaan digital wajib memperjelas label transaksi di toko mereka atau tetap menggunakan skema lisensi yang ada saat ini.
PS5 Mulai Pasang Label Peringatan Soal Akhir Era Disc, Sony Tegaskan Arah ke Game Digital